fbpx
Connect with us

Pendidikan

Program PIP Digelontorkan Kepada Puluhan Ribu Siswa, Biaya Sekolah Semakin Ringan

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menyatakan tidak ada anak yang putus sekolah di jenjang sekolah dasar pada tahun ini. Tersedianya program Kartu Indonesia Pintar (KIP) serta beasiswa mampu memperingan biaya sekolah para siswa yang kurang mampu.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul, Bahron Rosyid mengatakan, saat ini pemerintah telah banyak memberikan program yang bertujuan untuk meringankan biaya pendidikan para siswa kurang mampu. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan angka putus sekolah semakin berkurang.

“Semua siswa tahun ini meneruskan sekolah semua. Tidak ada yang putus sekolah,” ujar Bahron, Sabtu (20/07/2019).

Ia menjelaskan, saat ini pihaknya menjamin biaya sekolah bukanlah menjadi beban. Utamanya untuk para siswa miskin pemerintah memberikan banyak program bantuan diantaranya adalah KIP.

Berita Lainnya  Sebagian Besar Masyarakat Hanya Lulus SD, IPM Gunungkidul Masih Rendah

“Bagi pemegang kartu KIP akan mendapatkan Program Indonesia Pintar (PIP),” kata dia.

Tahun ini, pihaknya telah mencairkan PIP tersebut kepada ribuan siswa di Gunungkidul. Mekanismenya, setiap pemegang KIP akan mendapatkan dana yang langsung masuk ke rekening siswa tersebut.

“Untuk SD dan MI ada 9.500 siswa yang dapat. Sedangkan untuk SMP 10.264 siswa,” ujar Bahron.

Lebih lanjut ia mengatakan, selain program PIP, pihaknya juga akan memberikan bantuan beasiswa prestasi bagi siswa. Berbagai macam program ini akan semakin meringankan biaya sekolah bagi para siswa maupun wali murid.

“Kalau SD dapat PIP, di SMP pasti dapat. Jadi saya kira masalah biaya sudah dapat teratasi,” terang dia.

Terkait dengan pungutan, Bahron menegaskan bahwa saat ini tidak adalagi pungutan di tingkat sekolah. Jikapun ada, hal tersebut ia pastikan dinyatakan menyalahi aturan.

Berita Lainnya  Maksimalkan Sistem Zonasi, Kuota untuk Anak Guru Dihapuskan

“Di Permendikbud ada ketentuannya. Saat ini pungutan modus sumbangan itu sudah tidak ada,” pungkasnya.

Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler