fbpx
Connect with us

Sosial

Puluhan Kebakaran Terjadi Sepanjang Tahun, Kerugian Capai Ratusan Juta

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Puluhan kejadian kebakaran terjadi di Gunungkidul sepanjang tahun 2019 ini. Penyebabnya pun relatif sama yakni ada faktor human eror maupun korsleting listrik. Akibat kejadian ini, kerugian sendiri mencapai ratusan juta.

Kepala UPT Penanggulangan Bahaya Kebakaran, Diono menjelaskan, sedikitnya ada 43 kasus kebakaran sepanjang tahun 2019 ini. Adapun catatan tersebut direkap terakhir pada 2 Desember 2019 lalu. Menurutnya, dari peristiwa-peristiwa yang terjadi, kebakaran rumah dan lahan masih mendominasi peristiwa kebakaran di Gunungkidul. Hingga November 2019 silam, tercatat ada 10 kejadian kebakaran lahan yang terjadi. Penyebabnya sendiri masih sama, yaitu kalalaian manusia.

Sementara jika dikalkulasi, kerugian paling banyak untuk sebuah peristiwa kebakaran adalah terbakarnya kandang ayam milik Dwi Sutarno waega Padukuhan Garon, Desa Tambakromo, Kecamatan Ponjong.

“Berdasarkan catatan kami, kebakaran terjadi pada Kamis 25 April 2019 lalu, dengan total kerugian Rp. 250juta, penyebabnya ialah konsleting listrik,” tutur Diono, Sabtu (07/11/2019).

Menurutnya, hampir 50% kasus kebakaran yang terjadi di Kabupaten Gunungkidul disebabkan oleh keteledoran masyarakat. Ia mencontohkan seperti halnya membersihkan sampah dengan cara dibakar.

Berita Lainnya  Menikmati Sensasi Terbang di Atas Jurang Sedalam 150 Meter di Geosite Ngingrong

“Tapi ditinggal tidak dipastikan api mati, terus api merembet ke rumah atau lahan yang memang mudah terbakar terutama saat musim kemarau,” urai dia.

Ia mengimbau kepada masyarakat hendaknya ketika membakar sampah harus dipastikan api padam terlebih dahulu. Setelah api dipadamkan, baru boleh ditinggalkan.

“Kalau seandainya tidak dipastikan api mati dulu, terus ada angin, api bisa dengan mudah merambat. Juga jangan sampai membuang putung rokok sembarangan,” ujarnya.

Suka duka dalam pemadaman pun telah dilewati pria yang Februari 2020 nanti telah habis masa baktinya. Setiap harinya, tanki pemadam harus dipastikan terisi air.

“Setiap hari tim dibagi menjadi dua regu piket dari jam 7 pagi sampai 7 malam dan seterusnya, mereka yang piket harus standby kalau ada telfon,” cerita Diono.

Menurutnya, jika suatu saat terjadi kebakaran, hanya selisih dua menit dari kabar masuk, pihaknya dengan tim secara sigap sudah dipastikan menuju ke lokasi. Menurutnya ada tiga driver di setiap regu. Ketiga driver tersebut bertugas untuk mengendarai mobil pemadam dan dua mobil air penyuplai.

Berita Lainnya  Hingga Usia 4 Tahun Tak Kunjung Bisa Bicara, Dzakira Butuh Bantuan Alat Bantu Pendengaran

“Satu tanki 5000 liter biasanya kami gunakan tujuh menit untuk memadamkan api, kami pastikan dulu listrik mati sebelum memadamkan api, kemudian dalam pemadaman harus mengikuti arah angin,” beber Diono.

Kesulitan pun sering dialami tim dari pemadam kebakaran. Misalnya, lokasi kebakaran berada di ujung gang.

“Harus menyambung selang terlalu banyak, setiap selang ukurang 20 meter, nanti disambung dulu, nanti kalau mobil pemadam merah habis langsung disuplai dua tanki, tapi kalau kondisi memungkinkan dari tanki langsung digunakan untuk menyemprotkan,” tandas dia.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan
Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler