Connect with us

Sosial

Rumah Kades Hargomulyo Terancam Tertimbun Tebing Puluhan Meter, Forum Kades Berikan Santunan

Diterbitkan

pada

Gedangsari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Bencana tanah longsor yang terjadi beberapa hari lalu di Padukuhan Jatibungkus, Desa Hargomulyo, Kecamatan Gedangsari masih berdampak pada Sumaryanta (46). Bahkan, bongkahan batu besar dan material longsoran tanah hingga saat ini terus mengancam bangunan rumah dari Kepala Desa Hargomulyo tersebut. Dikhawatirkan jika terjadi longsor susulan, bebatuan besar akan menghantam rumah sehingga membahayakan keluarga Sumaryanta. Meski dari petugas dan relawan masih terus berusaha menyingkirkan material namun masih tetap membahayakan kediaman sang kepala desa.

Insiden yang dialami oleh salah seorang kepala desa tersebut kemudian mendapat perhatian dari forum Solidaritas Kepala Desa Gunungkidul. Senin (24/12/2018) kemarin, sejumlah perwakilan dari forum ini mendatangi lokasi kejadian. Hal itu sebagai bentuk keperdulian dari para anggota forum, serta sedikit membantu meringankan beban Sumaryanta yang terdampak bencana.

Ketua Solidaritas Kepala Desa Gunungkidul, mengungkapkan kedatangan para rombongan itu sebagai wujud pengikat persaudaraan sesama profesi maupun sesama umat manusia. Serta memberi suport bagi korban terdampak bencana alam untuk tetap ikhtiar, dan ikhlas dalam menghadapi bencana yang sempat membuat bangunan dapur milik Sumaryanta hancur lebur lantaran tertimpa reruntuhan longsor.

Berita Lainnya  Jejak Gunungkidul Sebagai Lokasi Syuting, Dari Film Terlaris Hingga Hollywood

“Aksi kami bukan karena mencari keuntungan agar dilihat oleh banyak orang. Melainkan sebagai bentuk nyata keperdulian aksi sosial bagi sesama rekan. Ya hanya secuil barang sembako untuk membantu keseharian beliau. Bukan tidak mungkin akibat longsor ini ada aktifitas yang tersendat,” kata Sutiyono, Senin sore.

Keperdulian forum ini tidak hanya terpusat pada sistem pemerintahan yang adil, transparan dan akuntabilitas. Namun dalam segala hal forum ini dengan siap dan komitmen yang tinggi ingin membantu sesama rekan yang tengah tersandung masalah lain ataupun memberikan keperdulian dalam hal sosial. Komitmen ini nantinya yang akan terus dijaga, sehingga semua dapat dirangkul dan merasa terlindungi dan diperhatikan.

“Tidak seberapa memang apa yang kami perbantukan. Tapi niatan kami jauh lebih besar, apalagi masalah bencana alam itu bukan masalah yang sepele,” imbuh dia.

Sebagaimana diketahui hujan deras beberapa hari lalu yang mengguyur wilayah Gunungkidul mengakibatkan tanah longsor di Padukuhan Jatibungkus. Tebing batuan setinggi 40 meter dengan panjang 50 meter ambrol hingga menimpa banguna dapur milik Suumaryanta dan Ngatiran (60) warga setempat.

Berita Lainnya  Relawan Terus Makamkan Jenazah Gunakan Protokol Covid

Bongkahan batu besar dan reruntuhan material tanah maupun pepohonan, hingga sekarang ini masih teronggok di belakang rumah milik Sumaryanta. Meski sempat dilakukan kerja bakti oleh relawan dan masyarakat namun belum secara keseluruhan longsoran dapat teratasi, mengingat medan dan banyaknya material yang longsor. Bahkan, hingga siang tadi jarak antara bangunan rumah dengan longsoran tidak ada satu siku tangan orang dewasa.

“Bahaya memang, harus segera dilakukan penanganan. Kalau misalnya hujan dengan intensitas tinggi kembali mengguyur wilayah Gedangsari, bukan tidak mungkin ada longsor susulan dan semakin mengancam bangunan rumah dan penghuninya,” tambahnya.

Sementara itu, Sumaryanta mengatakan, meski sempat ada rasa cemas lantaran rumahnya terdampak dan masih belum masuk dalam kategori aman kembali, namun ia agak sedikit lega. Pasalnya rekan sesama profesinya memberikan suport yang begitu luar biasa.

Berita Lainnya  Pemerintah Apresiasi Kegigihan Warga yang Rela Jual Ternak Demi Atasi Masalah Sosial di Musim Kemarau

“Alhamdulillah sekali dapat kunjungan dari teman forum solidaritas. Meski memabg masih berbalut rasa was-was,;” ucap dia.

Rumah yang dibangun selama bertahun-tahun itu memang berada di bawah tebing. Bahkan ditetapkan pula sebagai daerah rawan longsor mengingat kontruksi tanah yang mudah runtuh. Tak hanya dirinya, warga setempat pun jika terjadi hujan lebat kembali siaga untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Dalam kesempatan itu, kunjungan sendiri diikuti oleh Kepala Desa Playen Surahno; Kades Karangrejek, Marjono; Kades Ngalang, Kaderi; Kades Logandeng, Suhardi; Kades Karangasem, Amanat; Kades Banyusoca, Sutiyono; Kades Karangawen, Roji; dan Kepala Desa Selang Wardoyo. Tidak hanya dalam aksi ini, setiap satu bulan sekali juga akan diadakan pertemuan khusus.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata2 minggu yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis1 bulan yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Berita Terpopuler