Sosial
Satu Lagi Warga Karangmojo Dinyatakan Positif Corona
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Lagi, jumlah kasus positif covid-19 di Gunungkidul mengalami penambahan. Senin (15/06/2020) ini, satu orang laki-laki berusia 35 tahun dinyatakan positif setelah hasil swabnya keluar. Hal ini menunjukan bahwa klaster pedagang ikan Karangmojo masih terus berkembang. Dinas Kesehatan Gunungkidul sendiri terus melakukan tracing terhadap orang-orang yang diduga melakukan kontak langsung dengan pasien positif. Dari klaster ini, total telah ada belasan orang yang dinyatakan positif corona.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, total jumlah kasus positif di Gunungkidul saat ini mencapai 49 orang. Jumlah ini merupakan akumulasi dari kasus pertama covid-19 yang muncul di Gunungkidul.
Setelah pada Minggu (14/06/2020) kemarin ada penambahan 4 kasus, pada hari ini kembali terjadi penambahan 1 kasus covid19 di Gunungkidul. Penambahan yang terjadi ini menurut Dewi masih berasal dari klaster Karangmojo yang memang tengah menjadi perhatian.
“Tambahan 1 kasus ini merupakan salah satu orang yang menjalani rapid tes dari hasil tracing klaster penjual ikan Karangmojo,” kata Dewi, Senin sore.
Ia menambahkan, sampai dengan saat ini upaya tracing masih terus dilakukan terhadap klaster penjual ikan Karangmojo ini. Dalam klaster ini menjadi klaster besar seperti klaster Gadungsari karena totdal sudah ada 12 orang yang dinyatakan positif. Sementara untuk rapid test massal, telah mencapai ratusan orang.
“Tracing masih kita lakukan terus,” ungkap dia.
Sementara itu, dirinya menjelaskan bahwa dua klaster besar yakni, Indogrosir dan Jamaah Tabligh (JT) di Gunungkidul diklaim telah berhenti. Sehingga fokus Dinkes Gunungkidul bisa lebih maksimal dalam penanganan klaster Karangmojo ini.
“Untuk JT sudah selesai dan Indogrosir mudah-mudahan juga sudah selesai. Kita fokus ke klaster pedagang ikan karena sudah ada 12 kasus,” imbuh dia.
Secara umum, upaya yang dilakukan dalam tracing sendiri cukup maksimal. Sebab selama ini pihaknya telah melakukan tracing terhadap lebih dari 6.000 orang.
“Tracing rapid tes sudah 6.000 orang. Kita harapkan masyarakat menjaga pola hidup bersih dan sehat secara konsisten dan jangan bosan,” pungkas Dewi.
-
Uncategorized22 jam yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized5 hari yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
event3 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized3 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Sosial2 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Sosial3 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Pemerintahan2 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized1 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Pariwisata3 minggu yang laluOnsen Resort Kaliurang, Tawarkan Pengalaman Menginap Bernuansa Jepang di Lereng Merapi
-
Uncategorized20 jam yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized17 jam yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
