fbpx
Connect with us

Pariwisata

Sebulan Uji Coba Pembukaan Obyek Wisata, PAD Pariwisata Nyaris Menembus 1 Miliar

Diterbitkan

pada

BDG

Wonosari,(pidjar.com)–Sejak bulan Juni lalu, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul telah mulai menerapkan uji coba pembukaan sejumlah obyek wisata. Antusiasme masyarakat untuk datang ke obyek wisata sendiri sangat tinggi. Dari 25 obyek wisata baik pantai maupun obyek wisata lain yang telah dibuka oleh pemerintah, total pemerintah telah mengantongi PAD senilai hampir 1 miliar. Jumlah PAD Pariwisata ini didapat dari seratusan ribu wisatawan yang berkunjung ke Gunungkidul.

Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul, Harry Sukmono mengatakan, berdasarkan data yang dimiliki oleh Dinas Pariwisata Gunungkidul, sampai dengan saat ini tercatat pengunjung yang masuk pada tahapan uji coba ini adalah sebanyak 100.089 orang. Pengunjung ini berasal dari berbagai daerah maupun lokal Gunungkidul. Tahap uji coba sendiri akan diterapkan sampai dengan 31 Juli 2020 mendatang.

Berita Lainnya  Kebijakan Ganjil Genap di Lokasi Wisata Dievaluasi, Kini Hanya Diterapkan Untuk Kendaraan Plat Hitam

“Jumlah tersebut merupakan jumlah keseluruhan di destinasi wisata. Baik pantai selatan, Kali Suci, Nglanggeran maupun obyek wisata lainnya,” kata Harry Sukmono, Senin (27/07/2020).

Dari jumlah pengunjung itu, pemerintah saat ini telah mengantongi pendapatan asli daerah dari sektor pariwisata sebesar Rp 842.983.075. Jumlah ini dimungkinkan masih akan terus bertambah sampai dengan 31 Juli 2020 mendatang di mana tahapan uji coba tahap kedua direncanakan diakhiri. Namun demikian, menurutnya untuk hari biasa memang pengunjung di destinasi wisata cenderung lebih sedikit. Lonjakan aktifitas wisata sendiri terjadi di hari Sabtu dan Minggu.

“Selama tahap uji coba ini tidak ada pematokan target PAD. Hanya saja memang untuk PAD pariwisata tahun ini mengalami perubahan akibat pandemi yang terjadi,” tambah dia.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, setiap hari Senin, destinasi wisata di Gunungkidul sementara tutup. Penutupan ini ditujukan agar pengelola dan pedagang di obyek wisata bisa melakukan proses untuk recovery, pembenahan, bersih-bersih dan evaluasi kegiatan wisata pada minggu sebelumnya khususnya dalam hal penerapan SOP kesehatan. Penyemprotan desinfektan pun juga dilakukan untuk antisipasi penyebaran virus covid 19.

Berita Lainnya  Isu Potensi Tsunami Pengaruhi Kunjungan Wisata di Bumi Handayani

Sebelumnya, Harry Sukmono juga menjelaskan terkait dengan tindak lanjut masa uji coba yang akan segera berakhir ini, pihaknya belum mendapat arahan lebih lanjut. Dinas Pariwiata Gunungkidul masih menunggu kebijakan dari Pemda DIY berkaitan dengan pembukaan keseluruhan untuk umum atau masih melakukan tahapan uji coba di seluruh obyek wisata.

“Kita belum tahu masih menunggu arahan dari pimpinan,” ungkap Harry.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler