fbpx
Connect with us

Peristiwa

Sempat Disembunyikan Keluarga, Painem Jadi Korban ke 7 Gantung Diri di Awal Tahun

Published

on

Paliyan,(pidjar.com)–Bulan Februari 2018 ini nampaknya menjadi bulan yang dipilih warga masyarakat khususnya di Gunungkidul untuk melakukan bunuh diri. Setelah serentetan kejadian bunuh diri, pada Jumat (23/02/2018) pagi tadi, peristiwa gantung diri lagi-lagi terjadi. Kali ini giliran warga di Padukuhan Paliyan Kidul RT 29 RW 06, Desa Karangduwet, Kecamatan Paliyan yang dihebohkan dengan peristiwa yang selama beberapa waktu terakhir ini identic dengan Gunungkidul ini.

Adalah, Painem (65), nenek renta yang ditemukan meninggal dunia sekitar pukul 05.30 WIB pagi tadi. Kematian Painem sendiri sebelumnya sempat menjadi misteri. Hal ini lantaran pihak keluarga tak melaporkan peristiwa tersebut kepada aparat kepolisian.

Kapolsek Paliyan, AKP Catur Widodo membenarkan perihal adanya upaya keluarga korban untuk menyembunyikan penyebab kematian Painem. Alasannya, keluarga korban merasa malu jika ada anggota keluarganya yang meninggal dengan cara gantung diri.

"Kematian korban dirahasiakan seakan-akan meninggal dengan wajar karena keluarga malu jika diketahui oleh tetangga jika korban melakukan gantung diri," kata Catur, Jumat siang.

Meskipun tidak ada laporan yang masuk ke aparat kepolisian, kata Catur, namun pihaknya mendapatkan informasi perihal adanya kejanggalan terhadap kematian korban yang sempat dikatakan keluarga meninggal dunia secara wajar. Kecurigaan polisi ini dikuatkan dengan keterangan sejumlah warga yang mengaku sempat mendengar teriakan dari rumah korban pada Jumat pagi tadi.

Dilanjutkan Catur, untuk mencari kebenaran berita itu, pihaknya kemudian bersama dengan petugas medis melakukan pengecekan ke rumah duka. Dari hasil pemeriksaan tersebut, petugas menemukan adanya luka jeratan di bagian leher.

“Saat kita tanyakan mengenai hal tersebut, barulah keluarga akhirnya mengakui bahwa Painem melakukan gantung diri,” terang Catur.

Menurut keluarga korban, Painem ditemukan sudah dalam kondisi tewas tergantung di kamarnya. Keluarga yang panik lantas mengevakuasi sendiri jenazah korban. Berdasarkan kesepakatan keluarga, kemudian diputuskan bahwa keluarga menyembunyikan penyebab kematian Painem sebenarnya untuk menjaga nama baik korban maupun keluarga besar di mata masyarakat.

“Karena dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dan diduga kuat korban melakukan gantung diri, akhirnya jenazah kami serahkan ke keluarga untuk bisa dilanjutkan proses pemakamannya,” urainya.

Disinggung mengenai dugaan penyebab aksi nekat yang dilakukan Painem, Catur menjelaskan bahwa korban diketahui sejak beberapa saat terakhir menderita gangguan kejiwaan.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler