fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Setahun Hidup di Pengungsian, Korban Tanah Longsor Blembem Akhirnya Akan Tempati Rumah Baru

Diterbitkan

pada

BDG

Semin,(pidjar.com)– November 2022 lalu bencana tanah longsor terjadi di Padukuhan Blembem, Kalurahan Candirejo, Kapanewon Semin mengakibatkan kerusakan rumah warga dan 2 penghuni ditemukan meninggal tertimbun material. Pasca kejadian itu, sebanyak 7 KK di Padukuhan tersebut harus tinggal di bangunan bekas Sekolah Dasar (SD) selama berbulan-bulan sembari menunggu relokasi dari pemerintah.

Akhirnya genap satu tahun ini, para korban bencana alam tersebut bisa segera merasakan tidur di sebuah rumah layaknya masyarakat umum dan seperti kehidupan mereka yang dulu. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mulai merealisasikan pembangunan rumah untuk korban bencana tersebut.

Panewu Semin, Haryanto mengatakan proses pembangunan pondasi telah dilakukan. Selain bantuan dari Pemkab Gunungkidul, rumah para korban tanah longsor tersebut juga disokong oleh Ikatan Keluarga Candirejo dan Semin. Dimana ada 6 unit pondasi yang dibangun oleh komunitas ini, sedangkan bantuan pemerintah digunakan untuk 6 bangunan utama rumah-rumah warga.

Berita Lainnya  KTP Elektronik, Ribuan Warga Tercatat Miliki Data Kependudukan Ganda

“Iya 7 rumah yang akan dibangun. Jadi dari IKC dan IKS itu membangun 1 unit rumah dan 6 pondasi, sedangkan bantuan pemerintah untuk membangun 6 rumah itu,” papar Haryanto, Sabtu (04/11/2023)

Adapun rumah bantuan ini dibangun tetap di Padukuhan Blembem, namun di lokasi yang jauh lebih aman. Jarak dengan lokasi longsor sebelumnya sekitar 1 km.

Dijelaskan pasca kejadian itu memang korban bencana terpuruk.karena harus kehilangan rumah, harta benda serta keluarga mereka. Namun selepas itu, mereka bangkit untuk melanjutkan kehidupan mereka agar lebih layak kembali. Meski tinggal di pengungsian selama 1 tahun namun aktifitas mereka sudah kembali pulih.

“Pasca kejadian itu tak berselang lama mereka sudah beraktivitas sebagaimana biasa. Sudah bekerja dan bersosialisasi pada umumnya,” sambung dia.

Berita Lainnya  Perda Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor Disahkan, Uji KIR Bakal Lebih Mudah dan Murah

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Gunungkidul, Irawan Jatmiko mengatakan, pihaknya telah melalui beberapa tahapan baik pengadaan tanah dan lain sebagainya untuk relokasi rumah korban bencana di Padukuhan Blembem. Adapun saat ini proses pembangunan sudah mulai berlangsung, diharapkan akhir tahun 2023 ini sudah bisa selesai dan digunakan oleh para warga.

“Untuk enam keluarga terdampak longsor Candirejo yang tempat relokasi berada di satu lokasi memperoleh Rp 50 juta per rumah. Sekarang ini sudah mulai pembangunan,” ucap Irawan Jatmiko.

Adapun di tahun 2023 ini, selain untuk warga Blembem ada beberapa rumah di daerah lain yang direlokasi oleh pemerintah karena rawan tanah longsor. Diantaranya yaitu 3 unit untuk relokasi warga yang tinggal di puncak Bukit Kembang di Padukuhan Suru, Kalurahan Kampung, Ngawen dan warga di Padukuhan Suruh, Sawahan Ponjong dan di Kalurahan Hargomulyo, Tanjungsari.

Berita Lainnya  Lahan Abadi Terluas Ada di Kabupaten Gunungkidul

“Total anggaran untuk relokasi 12 rumah ini sebanyak Rp 480 juta,” tutupnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler