fbpx
Connect with us

Peristiwa

Terdapat Luka Lebam di Paha, Jari serta Payudara, Keluarga Minta Autopsi Jenazah Marsilah

Published

on

Paliyan,(pidjar.com)–Meninggalnya Marsilah (51) warga Padukuhan Selorejo, Kalurahan Sodo, Kapanewon Paliyan menyimpa tanda tanya besar. Bagaimana tidak, selain ia meninggal dunia di rumah seorang lelaki beristri, pihak medis puskesmas Paliyan juga menemukan sejumlah luka lebam di beberapa bagian tubuh korban.

Kapolsek Paliyan, AKP Edi Purnomo mengatakan, dari pemeriksaan yang dilakukan oleh tim medis Puskesmas Paliyan, petugas menemukan tanda tanda lebam pada beberapa bagian tubuh korban. Adapun bekas lebam tersebut berada dibagian tangan kiri di jari tangan, di bagian payudara sebelah kiri serta dibagian paha kanan. Selain itu vagina korban juga mengeluarkan cairan.

“Atas kejadian ini pihak keluarga korban tidak menerima dan meminta untuk di lakukan autopsi untuk mengetahui penyebab meninggalnya korban dan korban akan di bawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” beber Edi.

Sementara itu, Supriyadi yang saat ini berstatus saksi telah dimintai keterangan Polres Gunungkidul. Pihaknya belum dapat mengatakan lebih lanjut perihal peristiwa yang cukup menggemparkan ini.

Begini Penjelasan Polisi Perihal Kronologis Meninggalnya Marsilah

Kapolsek Paliyan, Edi Purnomo mengatakan, pada hari Sabtu tanggal 01 Mei 2021 sekira pukul 15.00 WIB, korban pamit kepada anaknya Rista serta menantunya Rokhimin untuk pergi ke pasar Wonosari.

Namun pada Minggu pagi tadi keluarga tersebut mendapat kabar yang cukup mengagetkan. Pasalnya, tiba-tiba Supriyadi mengajak anak dan menantu korban pergi suatu tempat tanpa memberikan alasan yang jelas.

“Rokhimin mengikuti ajakan Supriyadi dan ternyata diajak menuju rumahnya yang beralamat di Tahunan, Karangduwet, Paliyan. Disana mereka menemukan Marsilah sudah dalam keadaan meninggal dengan kondisi korban sudah kaku,” kata Edi.

Mendapati hal tersebut, Rokhimin cukup terpukul dan sangat terkejut. Namun saat itu, Supriyadi menjelaskan bahwa sebelumnya korban meminta untuk dikeroki sekitar pada pukul 23.00 WIB. Namun sekira pukul 03.00 WIB pada saat Supriyadi hendak makan sahur ternyata korban sudah tidak sadarkan diri (meninggal dunia).

“Mereka berdua lantas membawa korban ke Selorejo dengan menggunakan mobil avanza milik Supriyadi,” terang Kapolsek.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler