Connect with us

Info Ringan

Tujuh Jenis Kue yang Biasa Tersaji Saat Imlek

Diterbitkan

pada

Jogja,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Biasanya perayaan Imlek disertai sederet tradisi unik. Selain sembahyang kepada leluhur, biasanya juga ada persembahan dan jamuan. Pada saat seperti ini, tentunya kue-kue dan makanan khas hadir. Biasanya keluarga  akan menyajikan beberapa jenis kue yang penampilan dan pengucapan namanya berima dengan kata-kata bernada keberuntungan, kemakmuran, atau panjang umur. Bagaimanapun, sajian Imlek adalah soal simbolisme dan filosofi. Karena itulah, penyajian kue-kue ini diharapkan dan diyakini bakal mendatangkan hal serba positif di tahun yang baru.

Kue Ku

Juga dikenal dengan nama kue thok di Jawa, kue ku merupakan kue kukus berbahan tepung ketan dan kacang hijau tumbuk. Warnanya yang merah terang merupakan lambang kemakmuran. Biasanya kue ku dicetak dengan ukiran gambar atau huruf yang melambangkan keberuntungan di tahun baru. Kue Ku ini terasa manis dan pas dimakan ketika Imlek karena melambangkan keberuntungan dan umur panjang, dengan harapan bahwa siapapun yang menyantapnya akan terus menjadi sehat sepanjang tahun.

Berita Lainnya  Lima Olahraga Kardio yang Dapat Dilakukan di Rumah

Kue Bulan

Kue yang yang satu ini sering terlihat di iklan-iklan menjelang perayaan Imlek. Kue bulan atau moon cake memang merupakan satu kue yang biasanya ada dan disantap ketika merayakan Festival Musim Gugur. Kue tradisional yang legendaris ini sudah ada sejak era Dinasti Ming. Biasanya berbentuk bulat, karena dipercaya bahwa bentuk bulat melambangkan kebulatan dan keutuhan. Jadi siapapun yang memakannya akan mengalami keutuhan terkait rezeki, kemakmuran, dan kesehatan.

Kue Mangkok

Dalam perayaan Imlek, selain kue keranjang ada tradisi kue lain yang juga menarik yaitu kue mangkok atau Fa Gao. Kue ini juga dikenal sebagai kue keberuntungan. Sekilas bentuknya menyerupai bolu kukus. Teksturnya empuk dengan rasa yang manis dan warna cerah yang menarik. Fa artinya mengembang karena diberi ragi, sedangkan gao artinya kue. Fa juga berarti kemakmuran. Warna cerah agar membawa keberuntungan. Kue kukus ini bagian atasnya mekar seperti mawar. Konon, semakin banyak kelopaknya, semakin makmur dan semakin banyak kekayaan di tahun baru itu.

Berita Lainnya  Resep Mie Panjang Umur

Kue Tapel

Kue tapel adalah makanan khas Kota Cirebon. Kue ini terbuat dari tepung beras. Adonan dimasak di atas wajan dengan cara dibentuk bulat tipis, seperti layaknya crepes. Di atasnya diberi pisang raja dan irisan gula merah. Rasanya yang manis membuat kue tapel menjadi pilihan setiap imlek.

Lapis Legit

Sama seperti namanya, kue ini bermakna kekayaan yang datang diharapkan berlapis-lapis. Lapis Legit menjadi salah satu hidangan spesial bagi peranakan Tionghoa di Indonesia. Lapis Legit adalah resep khusus warisan nenek moyang saat bangsa ini dijajah Belanda selama ratusan tahun. Mereka mengkombinasikan resep bolu dari tangan penjajah dengan rempah-rempah asli Indonesia. Sejak dulu, warga Tionghoa di Indonesia membuat Lapis Legit dalam perayaan-perayaan besar termasuk Imlek.

Berita Lainnya  Resep Milkshake Strawberry

Sunrise Pie

 

Kedatangan Imlek di 2021 berarti Sunrise Pie akan kembali tersaji. Mirip dengan kue-kue yang sudah disebutkan sebelumnya, Sunrise Pie melambangkan terbitnya matahari yang dipercaya akan membuat harimu cerah sepanjang hari.

Kue Keranjang

Kue keranjang disebut nian gao dalam bahasa Mandarin. Kata nian berati tahun dan gao berarti kue. Bunyinya terdengar seperti kata tinggi, sehingga kue keranjang disajikan dengan cara disusun. Penyusunan seperti ini memberikan makna peningkatan rezeki atau kemakmuran di tahun yang baru.

 

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata6 hari yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Optimalisasi TKP Senopati, Pemkot Siapkan Pangkalan Becak dan Andong untuk Mudahkan Wisatawan

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4   Jogja,(pidjar.com)– Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta bergerak cepat menyiapkan penataan baru di kawasan Tempat...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Wisatawan Pantai Krakal Keluhkan Bawa Tikar Sendiri Tetap Dipungut Uang Sewa, Ini Respon Dinas

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul saat ini menjadi primadona bagi wisatawan luar daerah untuk mengisi waktu libur panjang mereka. Dalam setiap momen...

Pantai gunungkidul Pantai gunungkidul
Pariwisata2 bulan yang lalu

Menikmati Pesona Baru Pantai Sepanjang yang Memikat Wisatawan Berkunjung ke Gunungkidul

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Tanjungsari,(pidjar.com)– Berbicara tentang pantai di Kabupaten Gunungkidul memang tidak ada habisnya. Pasalnya, daerah ini memiliki puluhan pantai dengan keindahan...

Berita Terpopuler