Sosial
Warga Jeruksari Keluhkan Lalu Lalang Mobil Ambulance Jenazah di Jalan Kampung
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Warga Padukuhan Jeruksari, Kalurahan Wonosari, Kapanewon Wonosari memprotes lalu lalang ambulance yang membawa jenazah dari ruang jenazah RSUD Wonosari. Semakin seringnya mobil ambulance melalui jalur kecil di kawasan tersebut membuat warga setempat resah. Sebab tak jarang ambulance yang melintas di jalanan kampung ini juga membunyikan sirine sehingga warga sering kali was-was di tengah kondisi seperti ini berkembang.
Salah seorang tokoh masyarakat RT 10, Padukuhan Jeruksari, Suyatno mengatakan, sejak beberapa pekan terakhir, mobil ambulace yang keluar masuk melalui pintu belakang dari ruang jenazah RSUD Wonosari memang cukup banyak. Tak kenal waktu, sopir ambulance juga seringkali membunyikan sirine. Hal ini membuat masyarakat setempat merasa ketakutan dan ada dampak sosial yang dirasakan.
“Tentu ada rasa was-was ya saat kondisi seperti ini (pandemic). Kadang saat tengah malam begitu kami gragapan mendengar suara sirine,” ucap Suyatno, Kamis (15/07/2021) siang.
Ia mencontohkan, beberapa hari lalu ada sebuah mobil ambulance yang membawa jenazah covid pada malam hari. Saat itu, sirine dibunyikan dan sudah masuk jalan perkampungan. Seharusnya mobil ambulance tersebut masuk ke kawasan RSUD dengan berbelok ke kanan, namun mobil justru berbelok ke kiri dan masuk pekarangan warga.
“Kami meminta agar akses keluar masuk ambulan dipindah, yang semula melewati pintu belakang harapannya bisa lewat depan. Semua harus dipikirkan dampak sosial dan kemasyarakatannya pun juga harus matang,” sambungnya.

Selain mengeluhkan sirine ambulance, warga juga mewanti-wanti berkaitan dengan rencana RSUD Wonosari yang akan membangun gedung untuk persalinan. Warga di PAdukuhan Jeruksari khususnya RT 10,11, 12, dan 13 merasa keberatan jika nantinya dalam proses penggarapan gedung tersebut kendaraan material, alat berat dan lainnya keluar masuk melalui pintu belakang. Ia memaparkan bahwa jalur tersebut sangat sempit dan rawan rusak jika dilewati kendaraan dengan tonase besar.
“Kami sepakat jika RSUD akan melakukan pembangunan gedung atau ruang bersalin itu. Tapi harus ada alternatif yang diterapkan, alat berat, kendaraan material jangan lewat belakang, dampaknya banyak,” tutur Suyatno.
Ia mengatakan jika selama ini dampak lingkungan dan sosial seringkali diabaikan. Jika ada proyek pembangunan dan kendaraan atau alat berat melintas di jalan ini berdampak pada kerusakan jalan. Sementara dari pihak rekanan dan RSUD seringkali tindak turut dalam pembenahan jalan tersebut.
“Kerusakan jalan sering kali warga yang membenahi. Kami hanya minta nanti kalau proyek berjalan semua lalu lalang kendaraan yang kaitannya dengan pembangunan tidak lewat jalan kampung, dibuatkan jalan lewat depan atau alternatif lainnya,” jelas dia.
Menanggapi keluhan warga, Direktur RSUD Wonosari, dr Heru Sulistyowati mengaku bahwa pihaknya telah melaksanakan koordinasi internal. Hasilnya, permintaan warga ini akan mendapatkan tindak lanjut pemindahan jalur mobil ambulance ke ruang jenazah akan dialihkan dari depan. Namun begitu, pihaknya meminta waktu kepada masyarakat untuk menyiapkan sarana maupun prasarana.
“Sudah kita koordinasikan dan rencananya tidak lagi lewat belakang,” beber Heru.
Untuk merubah jalur mobil ambulance ini, pihak RSUD Wonosari memang perlu membangun sejumlah fasilitas. Diantaranya adalah pembuatan jalur yang menghubungkan ruang jenazah dengan selasar yang ada di bagian depan.
“Secepatnya akan kita selesaikan,” imbuhnya.
Sementara berkaitan dengan akses alat berat untuk proyek pembangunan Ruang Bersalin RSUD Wonosari, ia mengaku tengah mencari solusi alternatif agar semuanya berjalan dengan baik dan lancar. Adapun ruang bersalin yang akan dibangun oleh pihak RSUD ini memanfaatkan anggaran Dana Alokasi Khusus sebesar 9 miliar rupiah.
“Akan kami komunikasikan lagi. Berkaitan dengan pembangunan ruang bersalin ini sangat diperlukan sebab selama ini ruangan yang kami miliki masih kecil,” imbuh dia.
Rencananya jika sudah ada kesepakatan bersama maka akan segera ditindak lanjuti untuk pembanguan. Diperkirakan untuk pembangunan gedung 2 lantai ini akan selesai pada pertengahan Desember mendatang.
-
Pemerintahan3 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized3 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Peristiwa3 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Peristiwa3 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Uncategorized4 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized2 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized2 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized2 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized3 minggu yang lalu83 Tukik Dilepas ke Laut, Bupati Gunungkidul Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Penyu
-
Uncategorized2 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
