Budaya
Peringati 1 Suro, Warga Ikuti Jamasan Pusaka di Desa Pengkol
Nglipar,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)—Tradisi Kejawen masih sangat melekat di kehidupan masyarakat Gunungkidul. Seperti misalnya memperingati tahun baru islam 1441 atau 1 Suro, warga desa pengkol mengikuti serangkaian acara kejawen dengan melakukan arak-arakan pusaka dan melakukan jamasan. Kegiatan ini sendiri diikuti oleh tokoh adat, masyarakat dan sejumlah pejabat penting di Gunungkidul.
Masyarakat pun berbondong-bondong mengikuti acara ini. Perjalanan sendiri dimulai dari arak-arakan menuju makam Ki Ageng Damar Jati yang diikuti oleh bergodo, abdi dalem juga masyarakat sekitar. Setelah perjalanan setengah jam dari rumah budaya, sesampainya di makam, Pusaka tersebut didoakan di sekitar makam, kemudian iring-iringan kirab kembali ke Rumah Budaya Desa Pengkol.
Kemudian abdi dalem dari Kasultanan Kraton Ngayogyakarta mendekati Gentong Kyai Sobo. Diikuti masyarakat sekitar yang bermaksud ingin mengalap berkah dari air yang berada di dalam gentong. Setelah semua masyarakat kebagian air dari gentong tersebut, sedikit demi sedikit gentong kembali diisi air dari tujuh curug, dan tujuh tempur sungai yang ada di Jawa Timur, Jawa Barat dan Jawa Tengah. Intinya, air dalam gentong tersebut berisi air dari lokasi yang memiliki keistimewaan.
“Malam sebelum prosesi kuras gentong, air istimewa tersebut sudah didoakan oleh para sesepuh desa dan hanya diganti saat tahun baru islam. Sehingga harapan kami, air tersebut penuh berkah,” ujar Ketua Panitia Muryanta di sela-sela prosesi adat tersebut, Minggu (01/09/2019).
Seusai ngalap berkah dari air gentong, ketiga pusaka yakni Pusoko Tombak Korowelang, Tombak Kyai Umbul Katon, Pusaka Cemethi Pamuk dan Pusoko Payung Agung dijamasi atau didalam Bahasa Indonesia ialah dibersihkan. Kemudian direndam dengan air perasan jeruk nipis dan air kelapa muda.

“Jamasan sebenarnya untuk menjaga kesucian pusaka serta merupakan bentuk penghormatan kepada leluhur. Di samping itu jamasan juga untuk menjaga kebersihan pusaka, ” imbuhnya.
Adapun dalam rangkaian acara turut berlangsung sejumlah kesenian tradisional di antaranya gejog lesung, jathilan, reog, serta atraksi silat dari pegiat seni di Kabupaten Gunungkidul. Nampak sejumlah pejabat dengan kedudukan penting hadir mengikuti prosesi adat ini. Diantaranya Wakil Bupati Kabupaten Gunungkidul, Immawan Wahyudi, Kepala Dinas Kebudayaan Agus Kamtono dan Ketua DPRD Kabupaten Gunungkidul Endah Subekti.
Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi mengapresiasi setiap tradisi yang ada. Menurutnya hal ini merupakan bagian dari pelestarian budaya dan tradisi di Bumi Handayani. Sebagai warga dan generasi penerus, hendaknya tetap melestarikan budaya yang ada. Jangan sampai potensi budaya yang dimiliki justru tergerus dan terlupakan akibat globalisasi dan modernisasi yang terjadi.
“Kegiatan ini dengan visi misi Bupati Gunungkidul, selain mengangkat dunia pariwisata juga melestarikan tradisi dan budaya yang ada. Ini menjadi kekayaan atau potensi yang patut dilestarikan,” jelasnya.
Selain makna religius, kirab pusaka dan kuras gentong juga terselip tujuan luhur. Adapun tujuannya salah satunya untuk menjalin hubungan yang baik antara sesama manusia melalui sikap kekeluargaan dan kegotong royongan dalam karya bersama.
“Semoga bisa terus dilestarikan, bahkan kelak kaum muda juga harus ikut aktif andil dalam merawat, menjaga serta melaksanakan tradisi yang dimiliki daerah,” pungkasnya.
-
Kriminal4 minggu yang laluDisiksa Dari Dipukuli Hingga Lukanya Dilumuri Garam, Remaja 17 Tahun Mengaku Sempat Diancam Ditembak Oknum
-
Peristiwa4 minggu yang laluPerempuan Muda di Ponjong Ditemukan Meninggal Dunia dengan Seutas Tali Dipohon
-
Sosial3 minggu yang laluKisah Sedih Andheng Pasca Kecelakaan, Saat di RS Nurohmah Hanya Dijahit Telinga, Ternyata Patah Tulang Belakang dan Terancam Lumpuh
-
Sosial1 minggu yang laluKisruh Tunggakan Capai 85 Juta Dalam Dua Tahun Terakhir, Penyetoran Pembayaran PBB-P2 di Kalurahan Sawahan “Bocor”?
-
Uncategorized3 minggu yang laluMBG Libur, Harga Sembako Mulai Turun Drastis
-
Pemerintahan3 minggu yang laluDinas Bongkar Upaya Kecurangan Pendaftar SMP N 1 Wonosari, Dari ASN Manipulasi Data Bansos Hingga Gunakan Sertifikat Palsu
-
Uncategorized1 minggu yang laluSuhu Terendah di Gunungkidul Capai 19 Celcius
-
Uncategorized3 hari yang laluTragis, Wanita Muda Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya
-
Peristiwa4 minggu yang laluDalam Posisi Terduduk, Lansia 81 Tahun Ditemukan Gantung Diri di Belakang Rumah
-
Peristiwa3 minggu yang laluRS Nur Rohmah “Cuek” di Tengah Operasi-operasi Yang Harus Dijalani Andheng, Keluarga Pilih Tempuh Jalur Hukum
-
Pemerintahan5 hari yang laluProyek Pengeboran Bekah Gagal Total Karena Salah Anilisis, PDAM Tirta Handayani Diminta Gandeng Akademisi
-
Peristiwa4 minggu yang laluDiserempet Pemotor Tak Dikenal di Baleharjo, Pemotor Wanita Luka Parah Terjun ke Tegalan
