Connect with us

Budaya

Peringati 1 Suro, Warga Ikuti Jamasan Pusaka di Desa Pengkol

Diterbitkan

pada

Nglipar,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)—Tradisi Kejawen masih sangat melekat di kehidupan masyarakat Gunungkidul. Seperti misalnya memperingati tahun baru islam 1441 atau 1 Suro, warga desa pengkol mengikuti serangkaian acara kejawen dengan melakukan arak-arakan pusaka dan melakukan jamasan. Kegiatan ini sendiri diikuti oleh tokoh adat, masyarakat dan sejumlah pejabat penting di Gunungkidul.

Masyarakat pun berbondong-bondong mengikuti acara ini. Perjalanan sendiri dimulai dari arak-arakan menuju makam Ki Ageng Damar Jati yang diikuti oleh bergodo, abdi dalem juga masyarakat sekitar. Setelah perjalanan setengah jam dari rumah budaya, sesampainya di makam, Pusaka tersebut didoakan di sekitar makam, kemudian iring-iringan kirab kembali ke Rumah Budaya Desa Pengkol.

Kemudian abdi dalem dari Kasultanan Kraton Ngayogyakarta mendekati Gentong Kyai Sobo. Diikuti masyarakat sekitar yang bermaksud ingin mengalap berkah dari air yang berada di dalam gentong. Setelah semua masyarakat kebagian air dari gentong tersebut, sedikit demi sedikit gentong kembali diisi air dari tujuh curug, dan tujuh tempur sungai yang ada di Jawa Timur, Jawa Barat dan Jawa Tengah. Intinya, air dalam gentong tersebut berisi air dari lokasi yang memiliki keistimewaan.

Berita Lainnya  Nguri-Uri Potensi Lokal, 4 Gunungan Akan Diarak di Kirab Budaya Ireda Fest 2024

“Malam sebelum prosesi kuras gentong, air istimewa tersebut sudah didoakan oleh para sesepuh desa dan hanya diganti saat tahun baru islam. Sehingga harapan kami, air tersebut penuh berkah,” ujar Ketua Panitia Muryanta di sela-sela prosesi adat tersebut, Minggu (01/09/2019).

Seusai ngalap berkah dari air gentong, ketiga pusaka yakni Pusoko Tombak Korowelang, Tombak Kyai Umbul Katon, Pusaka Cemethi Pamuk dan Pusoko Payung Agung dijamasi atau didalam Bahasa Indonesia ialah dibersihkan. Kemudian direndam dengan air perasan jeruk nipis dan air kelapa muda.

“Jamasan sebenarnya untuk menjaga kesucian pusaka serta merupakan bentuk penghormatan kepada leluhur. Di samping itu jamasan juga untuk menjaga kebersihan pusaka, ” imbuhnya.

Adapun dalam rangkaian acara turut berlangsung sejumlah kesenian tradisional di antaranya gejog lesung, jathilan, reog, serta atraksi silat dari pegiat seni di Kabupaten Gunungkidul. Nampak sejumlah pejabat dengan kedudukan penting hadir mengikuti prosesi adat ini. Diantaranya Wakil Bupati Kabupaten Gunungkidul, Immawan Wahyudi, Kepala Dinas Kebudayaan Agus Kamtono dan Ketua DPRD Kabupaten Gunungkidul Endah Subekti.

Berita Lainnya  Pesta nama ke-104 Yayasan Kanisius  Yogyakarta Helat Gelar Budaya

Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi mengapresiasi setiap tradisi yang ada. Menurutnya hal ini merupakan bagian dari pelestarian budaya dan tradisi di Bumi Handayani. Sebagai warga dan generasi penerus, hendaknya tetap melestarikan budaya yang ada. Jangan sampai potensi budaya yang dimiliki justru tergerus dan terlupakan akibat globalisasi dan modernisasi yang terjadi.

“Kegiatan ini dengan visi misi Bupati Gunungkidul, selain mengangkat dunia pariwisata juga melestarikan tradisi dan budaya yang ada. Ini menjadi kekayaan atau potensi yang patut dilestarikan,” jelasnya.

Selain makna religius, kirab pusaka dan kuras gentong juga terselip tujuan luhur. Adapun tujuannya salah satunya untuk menjalin hubungan yang baik antara sesama manusia melalui sikap kekeluargaan dan kegotong royongan dalam karya bersama.

Berita Lainnya  Pakar Pariwisata : Pengumpulan Data Gastronomi Terkendala Kurangnya Edukasi dan Pewarisan Budaya Kepada Generasi Muda

“Semoga bisa terus dilestarikan, bahkan kelak kaum muda juga harus ikut aktif andil dalam merawat, menjaga serta melaksanakan tradisi yang dimiliki daerah,” pungkasnya. 

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata5 hari yang lalu

Kunjungan Terus Meningkat, Pemkab Naikkan Target PAD Wisata Jadi Rp63,2 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul menaikkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata tahun 2026 menjadi...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Pria Asal Karangmojo Ditemukan Meninggal di Lereng Tanjakan Bulak Bogor Rongkop

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Rongkop,(pidjar.com)– Seorang pria berinisial DM (34), warga Padukuhan Kelor, Kalurahan Kelor, Kapanewon Karangmojo, ditemukan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Onsen Resort Kaliurang, Tawarkan Pengalaman Menginap Bernuansa Jepang di Lereng Merapi

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja ,(pidjar.com)– Menghadirkan perpaduan suasana pegunungan dengan nuansa Jepang, Onsen Resort Kaliurang menawarkan pengalaman menginap yang menyasar keluarga, pasangan,...

Pariwisata3 bulan yang lalu

Kejuaraan Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III Digelar di Pantai, 458 Atlet dari 7 Provinsi Berebut Juara

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Tanjungsari, (pidjar.com)- Kejuaraan Open Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III 2026 hadir dengan konsep berbeda. Untuk pertama kalinya, lintasan...

Pariwisata4 bulan yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Berita Terpopuler