Budaya
Ditengah Keterbatasan Fisik, Siswa SLB Mampu Hasilkan Kain Batik yang Menarik
Rongkop,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB) Krida Mulia Kecamatan Rongkop, memperingati hari batik dengan membuat beberapa motif batik. Hal tersebut dilakukan untuk memberikan semangat serta menumbuhkan cinta kepada budaya membatik itu sendiri.
Ditengah keterbatasan fisik yang mereka alami, ternyata tangan mungil siswa SMPLB Krida Mulia Kecamatan Rongkop ini mampu membuat karya yang tak kalah bagus dengan orang pada umumnya. Membatik sendiri menjadi salah satu unggulan di sekolah ini.
Pantauan di lokasi, sejumlah siswa memulai demo membatik. Mereka menggunakan celemek agar baju seragam tidak kotor terkena malam yang digunakan untuk membatik. Sambil menunggu malam atau lilin yang digunakan untuk membatik mereka didampingi untuk memilih canting.
Guru pendamping memberikan dua lembar kain berukuran kecil yang digunakan untuk mengetes apakah malam sudah bisa digunakan untuk membatik atau belum. Setelah malam benar-benar mencair mereka mencelupkan canting dan segera membatik pada sebuah kain yang cukup besar ukurannya.
Mereka kemudian membuat pola pada kain tersebut. Pola sendiri digambar menggunakan pensil. Tak sedikit pula dari mereka yang mengalami kesulitan dalam pembuatan pola diatas kain polos itu.
“Kesulitannya saat mulai menggambar di kain, karena malam gampang meluber disekitar gambar itu yang membuat sulit, tetapi saya tetap berusaha untuk merapikan batik hasil karya saya,” kata murid setempat, Venti Oktaviani didampingi oleh gurunya, Susuiani Wahyuningtyas.
Siswa di sekolah tersebut biasanya membatik pada jam belajar sekolah. Tak jarang pula kegiatan membatik dilakukan diluar jam sekolah.
“Venti ini mudah menyerap ketika diajari membatik, ditambah lagi dirinya juga telaten jadi mudah saat diajari membatik,” sambung Susiani.
Sementara itu guru pendamping, Wagiyono mengatakan batik merupakan unggulan dari SLB Krida Mulia, dan sejak tahun 2012 pelajaran membatik sudah diajarkan kepada para peserta didik, namun pada saat itu alat yang digunakan adalah alat alakadarnya. Ia menjelaskan langkah-langkah anak-anak membatik pertama anak-anak menggambar pola sederhana dengan menggunakan pensil pada sebuah kain, lalu setelah itu anak-anak barulah membatik dengan menggunakan canting.
“Semangat anak-anak disini luar biasa mereka mau belajar batik walaupun dengan alat yang sederhana. Difabel kan banyak jenisnya kalau tuna rungu dan wicara itu masih bisa tetapi jika tuna grahita tidak bisa kita paksa untuk membatik,” katanya.
Lanjut Wagiono, kesulitan didapat pada siswa tuna grahita. Menurutnya, siswa tersebut mengalami proses yang lebil lama dalam mencerna sesuatu serta tergantung kondisi suasana hati.
“Siswa tuna grahita kalau berpikir lambat, dan sangat tergantung dengan suasana hatinya jika suasana hatinya tidak baik maka sulit untuk diajarkan membatik. Maka kami tidak mengajarkan pelajaran batik bagi siswa tuna grahita.
-
Uncategorized2 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized2 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya1 minggu yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized1 minggu yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Uncategorized5 hari yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Sosial2 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized2 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized2 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized3 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Pemerintahan4 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized2 hari yang laluDiduga Bermuatan Solar Ilegal, Truk Tangki Berkapasitas Ribuan Liter Diamankan Polisi
