fbpx
Connect with us

Info Ringan

Enam Kelebihan Dan Kekurangan Material Bamboo Sebagai Bahan Bangunan

Diterbitkan

pada tanggal

Jogja,(pidjar.com)–Selain dapat dikombinasikan dengan material bahan bangunan lain, material bambu juga sangat cocok digunakan di berbagai konsep bangunan, mulai dari etnik, modern, hingga minimalis. Dapat memberikan kesan apik dan natural pada hunian, material ini cocok sebagai konstruksi rumah, pagar, pintu, pembatas ruangan, hingga digunakan sebagai elemen dekorasi. Namun sebelum memanfaatkannya, ada baiknya Anda mengetahui kelebihan dan kekurangan dari material bambu supaya tak salah dalam penggunaan dan tentunya bisa memaksimalkan pemakaian material ini. Apakah Anda penasaran? Simak ulasan berikut ini yang dilansir dari dekoruma.com!

Harga Terjangkau & Ekonomis

Salah satu keunggulan dari material bambu adalah harganya yang sangat ekonomis. Di pasaran, Anda bisa membeli material bambu dengan harga mulai Rp10.000,00 per batang untuk diameter batang 2 cm atau Rp180.000,00 untuk diameter 16 cm. Tentunya hal ini akan memberikan keuntungan tersendiri, mengingat setiap tahunnya material bangunan mengalami kenaikan harga. Anda pun bisa menghemat anggaran saat bangun rumah dengan mengombinasikan material bambu dengan material lain seperti kayu maupun besi untuk mendapatkan hasil akhir yang Anda inginkan.

Peta Sebaran Status COVID-19 di Kabupaten Gunungkidul
*Credits: https://bit.ly/statCovGK (updated)

Bersifat Elastis

Berita Lainnya  Lima Tips Memanggang Kue Agar Tidak Gosong

Material bambu memiliki rupa yang mirip seperti pipa sehingga mempunyai momen kelembapan yang tinggi. Maka demikian, material bambu dinilai sangat baik untuk memikul momen lentur dan bersifat elastis dengan ketahanan yang baik terhadap angin. Melalui sifat elastis ini, maka tak heran jika material bambu seringkali direkomendasikan untuk dipakai sebagai konstruksi bangunan tempat tinggal yang berada di kawasan rawan gempa.

Sangat Mudah Dibentuk

Ketimbang kayu, material bambu sangat mudah untuk dibentuk dan dibelah. Maka dari itu, material bambu seringkali dimanfaatkan sebagai furniture rumah karena bisa diolah ke dalam berbagai ukuran. Meskipun sangat mudah untuk dibentuk, material ini tetap memiliki kekuatan yang baik untuk menahan beban tarik, geser, tekan maupun tekuk.

Berita Lainnya  Terpisah 51 Tahun, Cinta Monyet Pasangan Haryadi dan Titin Akhirnya Berakhir ke Pelaminan

Durabilitas Rendah

Sayangnya, material bambu memiliki durabilitas yang tergolong rendah karena rentan terserang kumbang bubuk, hama, lumut bahkan air hujan sehingga bangunan maupun perabotan menjadi tidak tahan lama. Adapun, rangka bangunan dari material bambu yang tidak diawetkan tidak dapat bertahan lebih dari lima tahun sehingga menyebabkan popularitasnya belum bisa bersaing dengan material kayu.

Sambungan Cenderung Lemah

Rangkaian struktur material bambu biasanya menggunakan pasak, tali ijuk maupun paku sehingga membuat kekuatan sambungan tersebut kurang prima untuk dipakai sebagai konstruksi bangunan. Bahkan, terdapat potensi material bambu menjadi pecah saat disambungkan menggunakan paku sehingga harus dipasang secara hati-hati dan telaten.

Rentan Terbakar

Kekurangan lain dari material bambu adalah rentan terhadap api sehingga berpotensi lebih mudah terbakar. Meskipun terdapat beberapa cara untuk meningkatkan ketahanan terhadap api, namun Anda harus mengeluarkan biaya yang tinggi untuk menggantinya jika terjadi kebakaran di rumah sehingga kurang efektif.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler