fbpx
Connect with us

Sosial

Hampir Menyamai Klaster Gadungsari, Hasil RDT Massal Pasar Argosari Menunjukan 5 Orang Reaktif

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Rabu (10/06/2020) pagi kemarin, Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul telah melakukan tracing terhadap puluhan pedagang di pasar Argosari Wonosari yang memiliki riwayat kontak dengan pasien positif asal Kecamatan Karangmojo. Hasilnya 5 orang dinyatakan reaktif Rapid Diagnostic Test (RDT). Mereka nantinya akan dilakukan swab dan diisolasi di Wisma Wanagama.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, dari 96 pedagang yang menjalani rapid tes 5 diantaranya menunjukan hasil reaktif. Namun begitu, dirinya belum bisa menjelaskan secara rinci terkait dengan pedagang apa saja.

“Datanya belum saya lihat secara detail. Mereka akan segera kami lakukan pengambilan swab,” ucap Dewi, Kamis (11/06/2020).

Ia menambahkan, setelah dilakukan swab, 5 orang tersebut akan menjalani isolasi di Wisma Wanagama, Kecamatan Playen sambil menunggu hasil. Selain itu, tidak menutup kemungkinan, Dinkes Gunungkidul bakal melakukan tracing kepada warga yang melakukan kontak dengan 5 orang rapid tes tersebut.

Berita Lainnya  Teladani Sosok Nabi Muhammad SAW, Ulama Minta Umat Selektif Pilih Tontonan Ceramah di Youtube

“Yang jelas swab dulu,” ucap dia.

Lebih lanjut dikatakan, tracing pada klaster Karangmojo ini telah dilakukan kepada 389 orang. Jumlah ini dinilai hampir menyamai klaster besar Gadungsari, Kecamatan Wonosari.

“Potensinya menyamai (klaster Gadungsari). Tetapi kami masih proses tracing belum selesai,” ungkap dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Johan Eko menjelaskan bahwa saat ini pihaknya masih menunggu hasil koordinasi dengan Dinkes terkait dengan hasil rapid tes massal di lingkup Pasar Argosari. Pihaknya pun mengaku telah menyiapkan skema khusus bilamana nantinya 5 orang yang reaktif itu dinyatakan positif.

“Menunggu hasil resmi terlebih dahulu dari Dinkes, tentunya opsi yang ditawarkan setelah dikoordinasikan dengan gugus tugas terlebih dahulu. Lha wong belum tentu positif kok. Saat ini sudah dirumuskan tetapi menunggu data resmi dari Dinkes,” beber Johan.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler