fbpx
Connect with us

Politik

Ambisi Martanti Jadikan Gunungkidul Basis Industri Batik Nasional

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Beberapa tahun terakhir UMKM yang bergerak di bidang produksi batik terus menggeliat. Hanya saja, meski menjadi salah satu basis produksi batik di tingkat DIY, hasil tangan warga Gunungkidul ini dinilai belum maksimal. Perlu adanya sejumlah upaya yang diterapkan oleh pelaku UMKM maupun pemerintah untuk lebih menggenjot eksistensi batik asli Gunungkidul. Mulai dari inovasi motif batik, pemasaran yang modern, hingga perlunya sebuah event untuk mengenalkan produk lokal Gunungkidul.

Calon Wakil Bupati Gunungkidul, Martanti Soenar Dewi mengakui, di Gunungkidul sudah banyak UMKM yang bergerak di bidang produksi batik. Potensi sumber daya manusia yang fikenal ulet dan kreatif, diharapkan mampu semakin menggenjot tingkat produktifitas dan eksistensi produk lokal Gunungkidul. Diakuinya produk Gunungkidul sangat banyak, beberapa diantaranya sudah ada yang dipatenkan dan menjadi kebanggaan maupun icon Bumi Handayani, untuk itu UMKM terus didorong untuk berinovasi dan berkembang lagi.

“Saya punya mimpi Gunungkidul menjadi salah satu industri batik nasional. Kita punya SDM yang mumpuni, ide dan kreatifitas pengusaha juga terus bermunculan. Bahkan kita punya motif-motif unik yang diangkat dari cirikhas dan potensi daerah to,” kata Martanty Soenar Dewi, Sabtu (03/10/2020).

Pengenalan produk agar lebih dikenal dan mengundang ketertarikan sanagtlah dibutuhkan. Perempuan yang telah malang melintang di dunia usaha ini ingin menggagas srbuah event atau paneran batik berskala nasional. Batik-batik yang dipamerkan adalah produksi lokal. Dengan demikian, batik Gunungkidul akan jauh lebih dikenal oleh masyarakat luas.

Perempuan yang lama tinggal di Jawa Timur itu mencontohkan, sebuah event tahunan di Kabupaten Jember yaitu Jember Fashion Carnaval yang seksrang ini justru menjelma sebagai even dunia. Semula memang sebuah event skala kecil untuk mengenalkan produk daerah perlahan berubah menjadi event yang tak diragukan lagi oleh dunia.

“Saya percaya Gunungkidul mampu melahirkan pamerab seperti itu dengan fokusnya di bidang batik. Potensi bati di sini sangat luar biasa lho, banyak sekali yang produksi dan banyak sekali motif-otif yang berbeda dengan daerah lain,”jelasnya.

Menurutnya, debgan cara ini dapat mempercepat pemasaran dari UKM batik agar dapat naik menjadi level industri dan dapat meningkatkan pendapatan para pelaku. Strategi pemasaran melalui event nasional butuh dukungan dari pemerintah kabupaten. Ia akan mengusulkan kepada Cabup Immawan Wahyudi yang berpengalaman sebagai Wakil Bupati untuk membentuk badan khusus. Nantinya badan khusus atau satuan kerja akan fokus membangun industri Batik di Gunungkidul.

“Satuan kerja gabungan dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), seperti dinas perindustrian dan perdagangan, dinas UMKM dan Koperasi, dan dinas kebudayaan,” imbuh dia.

Disisi lain, pembekalan mengenai pemasaran modern juga sangat diperlukan di era digitalisasi sekarang ini. Jangan sampai para pelaku usaha justru gaptek, pemasaran produk mereka masih dilakukan secara manual. Hal ini yang menjadi salah satu sorotannya juga.

Saat ini keberadaan para pengrajin batik di Gunungkidul masih kesulitan bergerak. Terlebih di masa pandemi, produktivitas dan omzet menurun, tak sedikit yang vakum. Menurutnya dengan jika adaevent nasional, berbagai kesulitan para pengrajin akan terbantu, mereka pun akan terpacu meningkatkan daya saingnya.

“Butuh kesiapan yang matang untuk membuat sebuah event besar. Kami harapkan ada pelatihan yang mumpuni juga bagi para pelaku usaha Batik untuk menciptakan karya-karya yang bagus, unik dan berkualitas. Mendayangkan desainer ternama dan memiliki produk yang berkualitas itu juga sangat dibutuhkan, teknik dan ilmu lain dapat dibagi kepada para pelaku usaha di Gunungkidul,” papar Martany.

Martanti berjanji akan menjadikan event batik (pameran atau karnaval) sebagai kalender tahunan berskala nasional. Agenda ini akan menjadi motor penggerak ekonomi kreatif, karena memiliki multiefek yang dirasakan oleh bidang lain sepeti sektor pariwisata, bisnis transportasi, kuliner dan perhotelan.

“Yakinlah, usaha ini akan memajukan Gunungkidul,” kata Martanti yang diiringi dengan ‘bismilah gaas’ sebagai jargonnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler