Pemerintahan
Usia Emas Penentu Masa Depan Anak, Orang Tua Dituntut Dukung Tumbuh Kembangnya
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Para orangtua tentunya ingin agar anak-anak mereka tumbuh sehat dan berkembang dengan baik. Oleh karenanya, orang tua perlu menyadari peran penting mereka dalam perkembangan anak. Termasuk memberikan dukungan, baik nutrisi ataupun stimulasi kepada si buah hati.
Bupati Gunungkidul, Badingah mengatakan, usia 0-6 tahun disebut sebagai usia emas atau golden age dimana otak anak mengalami pertumbuhan yang begitu pesat. Di umur inilah anak membutuhkan asupan nutrisi untuk mendukung tumbuh kembangnya tanpa ada hambatan.
"Orangtua perlu menyadari bahwa perkembangan anak dimulai sejak dini. Salah satu cara untuk memaksimalkan perkembangannya adalah dengan memberikan dukungan yang sesuai dengan kebutuhan anak," ucap Bupati dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asek I Pemkab Gunungkidul, Sudodo saat acara Gebyar Penguatan Anak di Bangsal Sewoko Projo, Kamis (29/03/2018) siang tadi.
Bupati melanjutkan, orangtua memainkan peranan yang begitu besar dalam mendukung perkembangannya. Pasalnya, usia emas bagi anak usia dini adalah masa penting yang tidak bisa terulang dan akan mempengaruhi masa depan mereka. Oleh sebab itu, komitmen dalam mendidik anak sangat diperlukan dalam mengembangkan potensinya.
"Orangtua perlu membangun karakter sedini mungkin terhadap anak. Mereka harus dibekali oleh ketrampilan, kesehatan, manusia luhur, cerdas dan bertakwa," jelas Bupati.

Fase usia emas berlangsung kematangan fungsi fisik dan psikis yang siap memberi respon pada stimulasi-stimulasi yang diberikan oleh lingkungan sekitarnya. Begitu pentingnya fase ini, maka orangtua dituntut untuk memberikan pengalaman yang bermanfaat bagi anak-anak, pendidikan, dan mengenalkan berbagai aktifitas yang diminati.
"Kesuksesan anak bergantung pada lingkungan sekitarnya. Orangtua perlu mendorong dan membantu mengembangkan potensi anak usia dini," papar Bupati.
Sementara itu, Asisten Sekretaris I (Assek I) Sudodo ketika ditemui seusai acara mengatakan, untuk memantau gizi dan tumbuh kembang anak serta kecerdasannya, maka Pemkab Gunungkidul menggelar kegiatan semacam ini. Dengan kegiatan ini, anak yang berasal dari keluarga tidak mampu, gizinya juga dapat terpenuhi.
"Dengan begitu, perkembangan serta kecerdasannya bisa terjamin. Jangan sampai terlantar perkembangannya," papar dia.
Salah satu hal yang sangat penting adalah pengembangan sektor Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Ke depan, diharapkan Lembaga-lembaga PAUD bisa mandiri dan tak lagi bergantung dari anggaran pemerintah yang memang sangat terbatas. Dengan kemandirian, maka PAUD nantinya bisa menjadi garda terdepan pembangunan anak-anak Gunungkidul yang tujuan akhirnya adalah membentuk generasi yang berkualitas.
“Kalau masalah dana saya rasa sangat memungkinkan didapat dengan jalan dari lingkungan sekitar, infaq misalnya,” tutup dia.
-
Info Ringan3 minggu yang laluResep Lamian Kuah Daging Sapi
-
Peristiwa2 minggu yang laluTragis, Pelajar SMP di Semanu Ditemukan Meninggal G4ntung D1r1 di Pohon Jambu Mete
-
Info Ringan2 minggu yang laluResep Soto Tangkar
-
Peristiwa1 minggu yang laluLaka Maut Dinihari, Pemotor Tewas Dihantam Pick Up
-
Uncategorized3 minggu yang laluLomba Rebahan Pertama di Indonesia Digelar di JCM, Siapkan Hadiah Rp5 Juta
-
Peristiwa1 minggu yang laluPeriode Maut Jalanan Gunungkidul, Ratusan Kecelakaan Puluhan Korban Meninggal Dunia
-
Uncategorized2 minggu yang laluKecelakaan Beruntun di Baleharjo Gunungkidul, Pengendara Vixion Meninggal Dunia
-
Pemerintahan2 minggu yang laluPrihatinnya Kalangan Dewan, Pelaku Bunuh Diri Mulai Merambah Remaja Hingga Anak
-
Peristiwa2 minggu yang laluLaka Maut di Semanu, Pembonceng Tewas Tersambar Truk
-
Hukum2 minggu yang laluTagih Utang Rp350 Ribu Berbuntut Panjang, Polisi Amankan 5 Orang dan 2 Sajam
-
Uncategorized3 minggu yang laluProses Hukum Kasus Pencurian di Pantai Drini Berlanjut, Begini Penjelasan Polisi
-
Pemerintahan2 minggu yang laluCair, 40 Miliar Gaji ke 13 Untuk Ribuan Pegawai Pemkab Gunungkidul
