Connect with us

Pemerintahan

Dana Desa Untuk Gunungkidul Tembus 142 Miliar, 14 Desa Ini Dapat Tambahan Jatah

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Kucuran dana desa yang akan diterima oleh kabupaten Gunungkidul dari pemerintah Pusat akan mengalami kenaikan. Jika tahun 2019 pemkab hanya mendapatkan jatah senilai 137 miliar rupiah, untuk dana desa pada tahun 2020 mendatang, bumi handayani akan mendapatkan 142 miliar rupiah. Jumlah dana desa ini naik sebanyak 5 miliar dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Nantinya, dalam pembagian dana desa yang diplotkan ke pemerintah desa ada 4 kategori dalam kebijakan baru yang diterapkan oleh pemerintah pusat.

Kepala Bidang Pemberdayaan, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3AKBPMD) Gunungkidul, Subiyantoro menjelaskan, dari hasil pertemuan yang dilakukan dengan pemerintah pusat, ada kenaikan dana desa yang didapat oleh Kabupaten Gunungkidul. Dalam pembagian dana desa sendiri pada tahun 2020 memang ada sedikit perbedaan, di mana yang semula ada 3 kategori yakni alokasi dasar, alokasi formula, afermasi (desa tertinggal), saat ini ditambah dengan 1 kategori lagi, yakni alokasi kinerja. Nantinya, kinerja pemerintah desa akan menjadi salah satu bahan pertimbangan kenaikan dana desa yang didapat pada tahun tersebut.

Berita Lainnya  Tingkatkan Keamanan, Pasar Argosari Kini Dipasang CCTV

“Alokasi kinerja ini dilihat dari capaian output, progress jalannya pemerintahan, penurunan jumlah KK miskin dan status indeks desa membangun,” ucap Subiyantoro, Rabu (04/12/2019).

Pada tahun 2020 mendatang ada 14 desa yang mendapatkan tambahan dana desa dilihat dari kinerja pemerintah desa setempat. Jumlah ini ditentukan oleh pemerintah pusat bekaca pada data yang ada. Diantaranya desa yang mendapatkan alokasi yakni Desa Duwet, Mulo, Karangrejek, Kecamatan Wonosari; Pengkol, Kecamatan Nglipar; Getas, Gading, Ngawu, Banyusoca, Kecamatan Playen; Semin, Kecamatan Semin.

Kemudian Desa Sawahan, Ponjong; Mertelu, Serut, Kecamatan Gedangsari; Jetis dan Planjan, Kecamatan Saptosari. Alokasi afermasi sendiri untuk desa di Gunungkidul sudah tidak mendapatkan tambahan dana, pasalnya sudah tidak ada lagi desa yang tertinggal.

“Awalnya memang ada 2 yang dilihat dari ketertinggalan desa itu, tapi tahun 2020 ini sudah tidak ada. Tambahan dana masuk pada kategori alokasi kinerja itu,” tambah dia.

Dengan bertambahnya anggaran ini, diharapkan masing-masing desa lebih optimal kembali dalam menggunakan anggaran. Sehingga pembangunan dan pemberdayaan berjalan selaras dengan program pemerintah. Tak hanya itu, antisipasi penyimpangan juga terus ditekankan oleh pemerintah daerah dengan harapan tidak ada permasalahan yang merugikan masyarakat dan pemerintah.

Berita Lainnya  Rentetan Bencana Akibat Hujan Jumat Sore, Robohkan Kandang Puyuh Hingga Lukai Pemotor

Pendampingan dari petugas mulai dari awal perencanaan hingga jalannya program tersebut terus dilakukan pula. Pembekalan hingga kegiatan lainnya, tak jarang ada audit pula yang dilakukan oleh petugas.

“Komposisinya masih sama untuk pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat. Jangan sampai menyalahi aturan,” tukasnya.

Untuk review selama ini, adanya dana desa ini menurutnya perkembangan masing-masing desa cukup bagus. Meski memang ada catatan-catatan khusus yang harus diperbaiki, perlahan pun juga bisa menyesuaikan dengan baik.

Di sejumlah kesempatan Kepala DP3AKBPMD, Sudjoko pun juga selalu menghimbau pada pemdes untuk mengedepankan transparansi dan akuntabilitas sehingga program yang ada berjalan sesuai dengan rancangan dan aturan yang berlaku. Meminimalisir terjadinya penyimpangan, dan meminta peran aktif dari masyarakat dalam pengawasan.

Berita Lainnya  Dana 34 Miliar Dianggarkan, Jalur Kepek-Ngrenehan Rampung Tahun Ini

Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata2 minggu yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis1 bulan yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Berita Terpopuler