Politik
Panwaslu Masih Temukan Ribuan Data Pemilih Pemilu 2019 Yang Bermasalah
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Sejumlah masalah masih menghantui pelaksanaan Pemilu pada 2019 mendatang. Salah satu yang menjadi temuan dari Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Gunungkidul adalah adanya ribuan data Daftar Pemilih Sementara (DPS) yang masih bermasalah.
Ketua Panwaslu Gunungkidul, Antok mengatakan, berdasarkan penelusuran dari pihaknya, ditemukan adanya 3.127 DPS yang bermasalah. Pihaknya sendiri telah memproses data bermasalah dan melaporkannya ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).
“Semua sudah ditindaklanjuti oleh KPU Gunungkidul, maupun Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) pada waktu pleno di tingkat desa dan kecamatan,” beber Antok, Jumat (20/07/2018).
Satu yang menjadi catatan pihaknya adalah pengurusan data bermasalah di Kecamatan Rongkop. Petugas PPK serta PPS di kecamatan tersebut masih belum mau untuk mencoret data pemilih yang telah meninggal dunia. Hal ini dikarenakan belum adanya akta kematian.
Seharusnya, data penduduk yang masuk DPS ketika sudah meninggal dunia bisa langsung dilakukan pencoretan. Prosedur ini sebenarnya telah diperbolehkan oleh KPU.
Rongkop menjadi satu-satunya kecamatan yang masih bermasalah terkait DPS yang meninggal dunia. Di kecamatan lainnya, temuan serupa bisa langsung dilakukan pencoretan oleh petugas. Di Kecamatan Rongkop sendiri, ada 47 warga masyarakat yang meninggal dunia yang tercatat dalam DPT. Dikhawatirkan jika tidak segera diproses, data tersebut bisa disalahgunakan untuk kepentingan politik.
“Tapi PPS dan PPKnya tetap tidak mau. Nanti kami bawa ke pleno tingkat kabupaten pada hari Minggu (22/07/2018) mendatang,” ujarnya.
Sementara itu Ketua KPU Gunungkidul, Moh. Zaenuri Ikhsan menjelaskan, terkait adanya puluhan warga meninggal dunia yang masuk ke DPS tersebut telah diproses oleh pihaknya. Berdasarkan konfirmasi yang telah dilakukan kepada PPK Rongkop. Kesimpulan sementara, dimungkinkan terjadi kesalahpahaman dalam penanganan temuan tersebut.
“Sepertinya yang salah paham Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam). Nanti akan kami bahas ketika pleno penetapan dan rekap DPS Hasil Perbaikan (DPSHP),” kata Zaenuri.
Zaenuri mengatakan, dalam aturan Pemilu atau KPU, jika ada laporan warga yang meninggal dunia memang harus dicoret dari daftar pemilih. Tidak diperlukan adanya surat atau akta kematian. Aturan mencoret meninggal harus dengan akta kematian itu aturan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).
“Kita akan proses lebih lanjut temuan ini,” tutup dia.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized5 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
