Peristiwa
Diguyur Hujan, Tower Penguat Sinyal di Girisubo Ambruk
Girisubo,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Sejak Jumat (29/01/2021) siang tadi, hujan deras mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Gunungkidul. Akibat curah hujan yang tinggi disertai angin kencang memicu terjadinya bencana alam di Bumi Handayani ini. Salah satunya ialah tumbangnya tower repeater milik SAR Wilayah I di Jalan Wediombo KM 5, Jepitu, Girisubo.
Koordinator SAR Linmas Wilayah I, Sunu Handoko Bayu Sagara mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Meski tidak ada yang mengetahui secara langsung robohnya tower penguat siyal tersebut, namun diduga peristiwa itu terjadi karena adanya hujan lebat disertai angin kencang yang melanda wilayah Girisubo sejak siang tadi.
“Tower yang terletak di Jalan Wediombo kilometer 5, Kalurahan Jepitu, Girisubo tersebut tiba-tiba roboh. Akibatnya, pemancar radio di wilayah operasi I tak berfungsi,” ucap Sunu, Jumat petang.
Ia menambahkan, mendengar informasi robohnya tower itu, pihaknya langsung melakukan pemutusan arus listrik menuju tower repeater tersebut. Hal itu dilakukan untuk mencegah adanya korsleting arus listrik di sekitar lokasi.
“Kami segera melakukan pemutusan arus listrik yang menuju repeater untuk menghindari konsleting listrik,” papar Sunu.

Dikatakan Sunu, tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, jika ditaksir kerugian mencapai Rp 50 juta. Hingga saat ini, evakuasi towet belum dilakukan lantaran kondisi cuaca masih belum memungkinkan.
“Posisi tumbangnya tower masih di tempat aman jauh dari pemukiman, evakuasi rencamanya akan besok pagi,” kata dia.
Di lokasi lain, tepatnya di Padukuhan Kedungdowo Wetan (14/04), Pampang, Paliyan, rumah milik Saryudi tertimpa pohon yang tumbang. Kepala Badan Pelaksana Bencana Daerah Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan, hujan dan angin mengakibatkan pohon jati yang terletak di halaman rumah Saryudi roboh.
“Pohon menimpa teras depan, akibatnya empat asbes dan sekitar 200 genting pecah, kerugian sekitar Rp 500 ribu, sudah dikomdisikan warga,” jelasnya.
Atas terjadinya sejumlah bencana akibat cuaca ekstrem, Edy mengimbau masyarakat terus waspada. Dikatakan Edy, hujan dengan intensitas tinggi akan terjadi di Gunungkidul hingga Bulan Februari.
“Kami terus intens komunikasi untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana dengan FPRB, seandainya terjadi bencana apabila relawan kalurahan tidak mampu backup, kami standby,” pungkas Edy.
-
Info Ringan7 hari yang laluResep Lamian Kuah Daging Sapi
-
Peristiwa2 hari yang laluTragis, Pelajar SMP di Semanu Ditemukan Meninggal G4ntung D1r1 di Pohon Jambu Mete
-
Info Ringan3 hari yang laluResep Soto Tangkar
-
Peristiwa4 minggu yang laluUang Pembangunan Masjid Al Uswah Senilai Rp 13 Juta Raib
-
Uncategorized2 minggu yang laluLomba Rebahan Pertama di Indonesia Digelar di JCM, Siapkan Hadiah Rp5 Juta
-
Budaya4 minggu yang laluWujudkan Kedaulatan Budaya, Kampung Gambiran Yogyakarta Semai Biji Pohon Gambir
-
Uncategorized4 minggu yang laluMotor Pelajar Raib Saat Jam Sekolah, Polisi Bekuk Pelaku di Alun-Alun Wonosari
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Transformasi Birokrasi di Era Pemerintahan Digital, Diskominfo Luncurkan Inovasi Sadulur
-
Peristiwa4 minggu yang laluLansia di Rongkop Ditemukan Tewas Gantung Diri di Dalam Rumah
-
Uncategorized4 minggu yang laluMuncul Titik-titik Amblasan Baru, BPBD Gunungkidul Gandeng Universitas Diponegoro Teliti Struktur Tanah di Tileng
-
Pemerintahan3 minggu yang laluAntisipasi Kasus Kekerasan Layaknya di Kota Yogyakarta, Pemkab Gunungkidul Perketat Pengawasan di Daycare
-
Uncategorized2 minggu yang laluSewindu Mengabdi untuk Pendidikan, SMA Muhammadiyah Al Mujahidin Catatkan 1.000 Prestasi
