Hukum
Korupsi Dana Desa Getas, Staf Bendahara Dapat Vonis Terberat, Selanjutnya Mantan Lurah Jadi Tersangka?
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Yogyakarta memvonis Dwi Hartanto selaku Staf Bendahara Kalurahan Getas Kapanewon Playen dengan hukuman penjara selama 6 tahun penjara. Ia terbukti bersalah atas korupsi dana desa di Kalurahan Getas hingga lebih dari 600 juta rupiah.
Kasi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Gunungkidul, Andi Nugraha T menggungkapkan, hakim telah membacakan vonis pada tanggal 13 Mei 2022 kemarin. Dalam putusan tersebut menyatakan bahwa Dwi Hartanto terbukti bersalah ia dijatuhi hukuman 6 tahun penjara dan denda 300 juta rupiah. Jika yang bersangkutan tidak membayar denda tersebut maka harus diganti dengan kurungan selama 6 bulan.
Selain itu, ia juga harus membayar uang pengganti sebesar 78 juta rupiah. Apabila yang bersangkutan tidak membayar, terpidana harus kembali menjalani masa tahanan selama 1 bulan penjara.
“Terdakwa bersama kuasa hukumnya masih pikir-pikir dengan putusan Majelis Hakim. Begitu pula dengan kami apakah menerima putusan di tingkat pertama atau ada upaya hukum banding,” terang Andi Nugraha, Rabu (18/05/2022).
Disinggung mengenai kemungkinan banding, Andy menyebut bahwa peluang tersebut masih ada meskipun cukup kecil. Diakuinya, pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) sendiri sudah merasa cukup puas dengan vonis dari Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Yogyakarta.

Vonis 6 tahun penjara dengan peluang penambahan jika terpidana tidak mengganti uang kerugian negara sendiri memang menjadi vonis terberat yang pernah diberikan kepada koruptor di Gunungkidul.
“Ini memang hukuman paling lama yang pernah diberikan,” lanjutnya.
Persidangan yang diikuti oleh Dwi Hartanto ini cukup panjang, bahkan saksi yang diperiksa oleh majelis hakim dalam persidangan juga cukup banyak. Selama proses persidangan, Dwi sendiri bersikap kooperatif. Ia telah ditahan sejak tahun lalu.
Disinggung mengenai potensi tersangka lain, ia menjelaskan jika hal itu pastinya ada sebab tindak pidana korupsi tidak mungkin dilakukan hanya satu orang saja, melainkan secara bersama-sama. Kendati demikian, dirinya masih belum bisa berbicara secara gamblang ada berapa potensi tersangka lain dan sejauh mana pemeriksaan yang dilakukan. Dalam rumor yang berkembang saat ini, memang ada nama mantan Lurah Getas yang kemungkinan akan segera ditetapkan sebagai tersangka. Andi sendiri memilih untuk irit berkomentar berkaitan dengan hal ini.
“Tinggal ditunggu pengumuman resmi dari kami nanti berapa yang terlibat dalam kasus ini dan siapa saja. Ini masih dalam proses di penyidik,” paparnya.
-
Info Ringan1 minggu yang laluResep Lamian Kuah Daging Sapi
-
Peristiwa3 hari yang laluTragis, Pelajar SMP di Semanu Ditemukan Meninggal G4ntung D1r1 di Pohon Jambu Mete
-
Info Ringan3 hari yang laluResep Soto Tangkar
-
Uncategorized2 minggu yang laluLomba Rebahan Pertama di Indonesia Digelar di JCM, Siapkan Hadiah Rp5 Juta
-
Budaya4 minggu yang laluWujudkan Kedaulatan Budaya, Kampung Gambiran Yogyakarta Semai Biji Pohon Gambir
-
Uncategorized4 minggu yang laluMotor Pelajar Raib Saat Jam Sekolah, Polisi Bekuk Pelaku di Alun-Alun Wonosari
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Transformasi Birokrasi di Era Pemerintahan Digital, Diskominfo Luncurkan Inovasi Sadulur
-
Uncategorized4 minggu yang laluMuncul Titik-titik Amblasan Baru, BPBD Gunungkidul Gandeng Universitas Diponegoro Teliti Struktur Tanah di Tileng
-
Peristiwa4 minggu yang laluLansia di Rongkop Ditemukan Tewas Gantung Diri di Dalam Rumah
-
Uncategorized3 hari yang laluKecelakaan Beruntun di Baleharjo Gunungkidul, Pengendara Vixion Meninggal Dunia
-
Pemerintahan3 minggu yang laluAntisipasi Kasus Kekerasan Layaknya di Kota Yogyakarta, Pemkab Gunungkidul Perketat Pengawasan di Daycare
-
Uncategorized2 minggu yang laluSewindu Mengabdi untuk Pendidikan, SMA Muhammadiyah Al Mujahidin Catatkan 1.000 Prestasi
