Connect with us

Sosial

Abaikan Protokol Kesehatan, Warga Penerima Bantuan Sosial Berdesak-desakan di Kantor Kecamatan

Diterbitkan

pada

Semanu,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Minggu (17/05/2020) pagi tadi Dinas Sosial dan PT Pos melakukan penyaluran bantuan sosial tunai (BST) dari Kementerian Sosial ke warga Kecamatan Semanu. Mayoritas dari warga tersebut merupakan warga Desa Pacarejo karena jumlah warganya sangat banyak. Sejak pagi tadi, masyarakat penerima bantuan telah memadati kompleks Kecamatan Semanu. Yang patut disayangkan, mereka tidak menerapkan protokol kesehatan dan justru berdesak-desakan.

Pantauan di lokasi, dari sekitar Puskesmas Semanu telah dipadati kendaraan milik pengantar penerima bantuan. Banyak orang yang berjejer tanpa menerapkan jaga jarak. Masuk ke kompleks kecamatan, tepatnya di depan gerbang penerima bantuan sudah berdesak-desakan, begitu pula dengan yang ada di dalam plataran Kantor Camat, mereka sama sekali tidak memperhatikan jarak satu sama lain dan berdesak-desakan.

Sebagian dari mereka merupakan lansia dan ada beberapa yang masih kategori muda. Namun tetap saja tidak memperhatikan protokol kesehatan, ada pula yang memakai masker tapi hanya di kaitkan didagunya saja. Petugas dari PT Pos dan tim lainnya beberapa kali memberikan himbauan untuk penertiban, tapi tetap saja sebagian dari mereka tidak menghiraukan. Beberapa kali, proses dihentikan tidak lama menunggu agar para penerima bantuan itu tertib.

Berita Lainnya  3 Kapanewon Jadi Incaran Pengembang Perumahan

Kepala Bidang Kesejahteraan Sosial, Dinas Sosial Gunungkidul, Hadi Hendro Prayogi mengatakan, hari ini pembagian BST untuk Desa Pacarejo dan sebagian dari desa lain di kecamatan Semanu. Memang dalam pembagian sempat tidak kondusif karena penerima bantuan justru berjubel dan berdesakan. Selasa ini ada sekitsr 1002 penerima bantuan dan mayoritas dari Pacarejo.

“Sebenarnya sudah dijadwal, tapi mereka justru datang dalam satu waktu dan berjubel seperti ini. Tentu ini menjadi bahan evaluasi kita semua, agak was-was memang kita sudah berusaha memberikan himbauan,” jelas Hadi Hendro Prayogi.

Menjelang siang, menurutnya kondisi sudah bisa dikendalikan. Masyarakat sudah perlahan mulai bisa diatur, menurutnya dari pengamatan sementara memang pembagian di Kecamatan Semanu ini yang berjalan tidak sesuai dengan harapan.

Berita Lainnya  Penebusan Pupuk Bersubsidi Baru 30 Persen

“Ini mayoritas dari Pacarejo karena penerimanya sangat banyak sekali,” tambah dia.

Dari pihak Kepala PT Pos Kantor Wonosari, Budi Purnomo mengatakan memang pembagian di Kecamatan Semanu ini tidak sesuai harapannya. Diakui ada sekitar 1002 penerima bantuan. Dari PT Pos sendiri sudah melakuakn penjadwalan di pagi hari dan siang dari jam 08.00 WIB-12.00 dan sesi berikutnya siang sampai sore. Hanya saja semua tumpah dipagi hari, sehingga agak kuwalahan dan penerima berjubel.

“Tadi langsung kita ubah skemanya. Saya datangkan tim dari Wonosari biar ada beberapa loket, ini diluar prediksi. Jadi sebenarnya ada 2 sesi pagi-siang, dan siang-sore tapi justru tumpah sekarang, ya mohon maaf yang diterima uang mungkin keburu butuh atau gimana,” jelasnya.

Bedasarkan pengamatan dari PT Pos sendiri, memang untuk pembagian di Kecamatan Semanu inilah yang agak ambyar dibandingkan dengan desa-desa lain yang jauh lebih tertib menerapkan protokol kesehatan. Untuk meredam kondisi semakin tidak menentu dan menyalahi protocol kesehatan dari Koramil dan Polsek pun diminta menerjunkan anggota untuk penertiban dan pengamanan. Namun tetap saja, ada sebagian orang yang masih ngeyel dan memaksa petugas untuk bisa masuk dan berdesakan.

Berita Lainnya  Warga Terdampak Kekeringan Mulai Harus Beli Air, Bantuan Pemerintah Baru Bisa "Cair" Juli

“Ini akan jadi bahan evaluasi kita semua dalam penyaluran berikutnya,” tambah dia.

Salah seorang warga Desa Pacarejo, Kirun mengungkapkan pembagian bantuan ini dianggap kurang efektif. Sekedar sarannya untuk menghindari kerumunan maka dalam pembagiannya lebih bagi di bagi per padukuhan dan dilakukan di masing-masing padukuhan itu saja. Sehingga tidak menimbulkan tumpukan banyak orang di tengah pandemi ini.

“Katanya menghindari kerumunan massa, tapi kondisinya seperti ini berjubel dan desak-desakan. Kalau ada satu warga saja yang mohon maaf positif, OTG atau reaktif kan semuanya ambyar ini wong desek-desekan gini,” tutupnya.

 

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata6 hari yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis3 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Berita Terpopuler