Pemerintahan
Anggaran Untuk Penanganan Corona, Ratusan Rumah Tidak Layak Huni Batal Dapat Bantuan
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Sejumlah proyek perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) di Kabupaten Gunungkidul yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) terhenti. Seharusnya, perbaikan RTLH yang menggunakan DAK ini akan dilaksanakan pada 151 rumah tidak layak huni di dua kecamatan yang merupakan wilayah kawasan kumuh. Penghentian sendiri lantaran adanya pertimbangan khusus, yakni terjadinya pandemi corona.
Kepala Seksi Pengembangan Permukiman Bidang Perumahan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Kabupaten Gunungkidul, Majid Efendi menyatakan, pihaknya saat ini tengah melakukan verifikasi dan sosialisasi kepada sejumlah kepala desa. Verifikasi dan sosialisasi sendiri untuk memberitahukan kepada pihak pemerintah desa perihal adanya penghentian program. Adapun seharusnya desa-desa yang tersasar bantuan ini yakni Desa Logandeng, Kecamatan Playen serta Desa Kepek, Baleharjo dan Selang di Kecamatan Wonosari.
“Kami sudah menerima Surat Edaran dari bupati sejak 27 Maret 2020 lalu bahwa DAK Fisik yang berkaitan dengan pengembangan kawasan pemukiman harus dihentikan. Jadi program ini untuk sementara kita hentikan,” jelas Majid, Senin (06/04/2020).
Pihaknya mengatakan, berkaitan program ini ditegaskannya adalah bukan sekedar ditunda, melainkan dihentikan. Sehingga Majid sendiri mengaku belum mengetahui secara rinci kapan akan kembali dilaksanakan.
“Bukan ditunda ya, tapi dihentikan. Kemungkinan besar tidak dilaksanakan tahun ini,” imbuh Majid.
Seharusnya, lanjut dia, pembangunan rumah tidak layak huni bisa dilakukan pada semester kedua tahun ini. Adapun masing-masing kepala keluarga yang berhak mendapatkan bantuan akan menerima bahan material senilai Rp. 15 juta dan uang untuk upah Rp. 2,5 juta.
“Ya kami harap masyarakat bersabar dan memahami situasi dan kondisi saat ini,” jelas dia.
Senada dengan Majid, Kepala Bidang Perumahan, Bambang Antono memaparkan, dengan diberhentikan program ini, masyarakat diharapkan bisa memahami situasi yang tengah terjadi. Ia menekankan, sesuai dengan SE pemerintah pusat, DAK dialihkan untuk penanganan Pandemi Covid19.
“Meskipun masyarakat sudah diverifikasi, tapi kemungkinan pembangunan di tahun depan,” tandas Bambang.
-
Uncategorized3 hari yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
event3 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Sosial2 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Pemerintahan2 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Pariwisata3 minggu yang laluOnsen Resort Kaliurang, Tawarkan Pengalaman Menginap Bernuansa Jepang di Lereng Merapi
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Terdengar Mendengkur, Pria 30 Tahun di Siraman Justru Ditemukan Tak Bernyawa
-
Pemerintahan2 minggu yang laluKekeringan Meluas, 92.055 Jiwa di Gunungkidul Terdampak Krisis Air Bersih
-
Uncategorized1 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized3 minggu yang laluPelaku Pencurian Pompa Sibel dan Kabel Pengairan di Ngawis Berhasil Dibekuk Polisi
-
Pemerintahan2 minggu yang lalu5 Kampung Nelayan Merah Putih Dibangun di Gunungkidul, Ditarget Rampung Desember
