fbpx
Connect with us

Peristiwa

Angin Kencang Obrak-abrik Paliyan dan Playen, Belasan Rumah Warga Rusak Tertimpa Pohon Tumbang

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kabupaten Gunungkidul sejak Senin (02/04/2018) siang tadi menyebabkan bencana berupa pohon tumbang di beberapa wilayah. Meski tidak ada korban jiwa, namun bencana mengakibatkan padamnya instalasi listrik, menutup akses jalan, hingga menimpa atap rumah warga. Berdasarkan data Badang Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul hingga petang ini, sedikitnya peristiwa pohon tumbang tercatat terjadi di belasan titik.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Edi Basuki melalui anggota Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Gunungkidul Parji mengatakan, berdasarkan laporan sementara yang diterimanya sedikitnya ada 15 pohon tumbang akibat terpaan angin kencang. Bencana terjadi di wilayah Kecamatan Paliyan dan sebagian besar berada di Kecamatan Playen.

"Kejadian yang paling berdampak berada di Grogol, Paliyan karena menimpa sebuah rumah warga hingga mengalami kerusakan," ujarnya, Senin (02/04/2018) sore.

Diceritakan, peristiwa terjadi sekitar pukul 14.00 WIB ketika saat itu sedang diguyur hujan lebat dan angin kencang. Kemudian tiba-tiba pohon jati yang berdiri tegak dengan diameter kurang lebih 50 cm roboh ditiup angin kencang.

Rumah seorang warga yang diketahui bernama Martijan (65) di Padukuhan Grogol RT 02/RW 01 Desa Grogol, Kecamatan Paliyan yang berada di dekat pohon tersebut tertimpa di bagian atapnya. Beruntung, kejadian tidak sampai menimbulkan korban, hanya saja menyebabkan kerusakan pada bagian atap dapur dan sebagian rumah utama.

"Tidak ada korban jiwa. Kerusakannya sedang, kerugian ditaksir hanya mencapai ratusan ribu," jelas Parji.

Kejadian pohon tumbang lainnya juga terjadi di wilayah yang sama. Sebuah pohon jati roboh menimpa rumah Sugito (48) warga Padukuhan Grogol, RT 03/RW 01, Desa Grogol, Kecamatan Paliyan. Akibatnya, atap rumah belakang mengalami kerusakan hingga mengenai kandang ayam milik Sugito.

Pohon tumbang juga terjadi di Jalan Playen-Paliyan, Kecamatan Paliyan. Pohon jenis Munggur dan Jati tumbang dan patah hingga menjuntai menutupi akses jalan. Sempat terjadi kemacetan selama beberapa menit di wilayah ini, hingga akhirnya jalan kembali lancar usai patahan pohon tersebut berhasil dievakuasi Tim BPBD bersama warga setempat.

Bencana Pohon Tumbang Juga Menimpa Kecamatan Playen

Tidak hanya di Paliyan, pohon tumbang juga terjadi di wilayah Kecamatan Playen. Bahkan, dari 15 jumlah sementara lokasi terjadinya bencana, sebagian besar berada di wilayah Playen.

Seperti yang terjadi di Padukuhan Wiyoko Tengah, Desa Plembutan, Kecamatan Playen. Sebanyak 7 rumah warga di Padukuhan tersebut tertimpa pohon tumbang di bagian atap. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kerusakan pun hanya tergolong ringan pada bagian atap.

Adapun rumah warga yang terdampak pohon tumbang yakni milik Harto Ngatijah (50), Swardoyo (65), Maryanto (50), Partoyo (75), Paimin (60), dan Panud (60) warga Wiyoko Tengah RT 35/RW 09 Plembutan, Playen. Kemudian dari RT sebelah pohon juga menimpa rumah milik Tugiyem (70) Wiyoko Tengah RT 34/RW 09, Plembutan, Playen. Untuk warga di RT 33/ RW 09 ada Rusadi (50) dimana rumahnya juga menjadi korban tumbangnya pohon jati.

Bergeser ke Wiyoko Utara, pohon jenis jati tumbang menimpa rumah Sayem ( 65) warga Wiyoko Utara RT 31/RW 08 Plembutan, Playen. Masih di RT yang sama, rumah Warsidi (44) dan Riyatno (44) turut tertimpa pohon tumbang pada Senin siang tadi.

"Keseluruhannya mengalami kerusakan yang sama di bagian atap, namun hanya ringan saja. Saat ini sudah terkondisikan," tutur Parji.

Selain menimpa rumah warga, Komplek Balai Dusun Wiyoko, Desa Plembutan, Kecamatan Playen turut menjadi lokasi bencana pohon tumbang. Pohon yang tumbang tersebut menimpa kabel listrik hingga akhirnya jaringan listrik di wilayah tersebut padam untuk sementara. Bahkan, akses jalan sempat tersendat selama 30 menit akibat pohon yang tumbang melintang menutup jalan.

"Sempat ada pengalihan jalan juga, kendaraan yang belum terkena macet kami alihkan lewat jalan kampung," papar Parji.

Atas kejadian tersebut, masyarakat diminta untuk lebih waspada, melihat kondisi cuaca masih belum bisa diperkirakan kapan berakhirnya.

"Untuk masyarakat dan pengendara harap untuk selalu berhati-hati terhadap kondisi cuaca dan bahaya yang dapat mengancam kapan saja," himbaunya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler