fbpx
Connect with us

Sosial

Antisipasi Penuhnya RS Rujukan, Dua Rumah Sakit Swasta Siapkan Ruang Isolasi Khusus

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Saat ini Dinas Kesehtan Gunungkidul tengah melakukan pendekatan terhadap sejumlah rumah sakit swasta untuk menyediakan ruang isolasi berkaitan dengan pasien covid19 di Gunungkidul. Setidaknya, telah ada dua RS swasta yang siap menerima pasien rujukan covid19 mengingat RS yang menjadi rujukan berpotensi penuh akibat lonjakan pasien yang terjadi.

Direktur RS Nur Rohmah, Dr. Retno Handayani menuturkan, ruang isolasi di RS yang terletak di Desa Bandung, Kecamatan Playen ini sudah bisa digunakan. Ruang tersebut bahkan sudah digunakan untuk menampung pasien sejak awal pandemi terjadi di Gunungkidul.

“Memang sudah kami siapkan sebagai cadangan jika kapasitas RS rujukan sudah penuh,” jelas Retno, Jumat (05/06/2020).

Namun demikian Retno mengakui, ruang isolasi yang dimiliki RS Nur Rohmah memang belum standar. Di dua ruang tersebut masih memakai exhaust fan saja.

Berita Lainnya  Update Corona, 65 Orang Terkonfirmasi Positif Masih Jalani Perawatan

“Tapi sudah bisa untuk menampung pasien,” jelasnya.

Terpisah, Kabag Administrasi Umum dan Kepegawaian, RS PKU Muhammadiyah Wonosari Guntur Bayu Murti menambahkan, pihaknya telah menyiapkan 3 ruang rumah sakitnya untuk isolasi.

“Tiga ruangan tersebut dikhususkan bagi pasien reaktif, mengingat kami juga melakukan pemeriksaan rapid test,” jelas Guntur ditemui pada Kamis (04/06/2020) lalu.

Meskipun demikian, Guntur menuturkan, ruang isolasi tersebut saat ini belum digunakan karena masih tahap penyempurnaan sesuai anjuran dan standar Dinkes. Sementara ini, pasien reaktif ditempatkan di ruang Instalasi Gawat Darurat.

Jika sudah siap, ruang isolasi nantinya akan digunakan untuk menampung pasien jika kapasitas RS rujukan covid19 di Gunungkidul sudah penuh. Sedangkan saat ini RS PKU Muhammadiyah Wonosari masih sebatas melakukan pemeriksaan Rapid Test.

“Jika ada pasien reaktif, maka akan langsung kami laporkan ke Gugus Tugas agar dibawa ke lokasi karantina,” jelasnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler