fbpx
Connect with us

Sosial

Antusiasme Warga Banaran Dapat Bantuan Pembangunan Jalan, Sampai Rela Lembur

Diterbitkan

pada tanggal

Playen,(pidjar.com)–Masyarakat di Desa Banaran, Kecamatan Playen merespon positif dengan dibukanya akses jalan dalam rangka TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 105 regular tabap II 2019 ini. Mengandalkan semangat gotongroyong yang tak kenal lelah, masyarakat saling membantu bahkan mereka rela bekerja hingga lembur pada malam hari.

Salah seorang warga setempat, Nardi mengungkapkan, warga setempat merasa sangat bersyukur dengan adanya perbaikan jalan maupun pembangunan jalan di kampungnya. Selama ini jalan kampung di desanya merupakan jalan berbatu dan sulit dilalui. Adanya bantuan dari pemerintah, khususnya TNI ini membuat masyarakat sangat antusias.

“Saat musim hujan licin, kalau musim kemarau berdebu. Kami kesulitan untuk melaluinya,” katanya, Rabu (17/07/2019).

Ia mengatakan, dengan adanya TMMD yang dilakukan pada 10 Juli hingga 8 Agustus 2019 mendatang, jalan terjal tersebut nantinya menjadi jalan yang aman dan nyaman untuk dilalui. Saat ini masyarakat terus bekerja demi menciptakan jalan mulus tersebut.

“Saat ini baru proses pengecoran, besuk kalau sudah selesai kami yakin akan mudah dilalui,” katanya.

Nardi menambahkan, dengan akses jalan yang mudah ini, harapannya ke depan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat. Dia mencontohkan, akses menuju ke ladang, sekolah dan tujuan lainnya menjadi mudah dan tentunya cepat. Aktifitas masyarakat akan terpicu dan berimbas pada produktifitas.

Berita Lainnya  Desa Beji Ngawen mendeklarasikan GERMAS, Wisata, dan Launching Rumah Desa Kampung KB

“Roda perekonomian masyarakat semakin meningkat,” ucap dia.

Sementara itu, warga lainnya, Chandra mengungkapkan dalam pengerjaannya, warga di sekitar lokasi pembangunan dibagi menjadi dua regu yakni A dan B. Tiap regu mempunyai tugas dan wilayah pengerjaan masing-masing.

“Ibu-ibu juga ikut berperan. Mereka bertugas memasak menyiapkan hidangan serta minuman untuk para warga yang bekerja,” imbuhnya.

Chandra mengaku bahwa semangat gotong royong di wilayahnya memang sangat tinggi. Terbukti dengan aktifitas lembur yang biasa dilakukan setiap hari untuk mempercepat pengerjaan jalan tersebut.

Sementara itu, Komandan Kodim 0730 Gunungkidul Letkol Inf Noppy Laksana Armyanto menjelaskan, pelaksanaan TMMD dilaksanakan selama 30 hari mulai 10 Juli hingga 8 Agustus 2019 mendatang. Dengan tema Melalui TMMD Kita Tingkatkan Kebersamaan Umat Serta Semangat Gotong Royong Dalam Kehidupan Berbangsa Dan Bernegara Guna Mewujudkan Ketahanan Nasional. Adapun kegiatan bersumber dari APBN Rp 337.900.000. APBD Provinsi DIY RP 125.000.000. APBD Gunungkidul Rp 600.000.000. Total dana Rp 1.062.000.000.

Berita Lainnya  Kesadaran Masyarakat Masih Rendah, Jual Beli Bangkai Penyebab Penyakit Susah Dikendalikan

Dijelaskannya Sasaran fisik diantaranya pembuatan cor rabat beton sepanjang 1.385 meter, pembuatan talud sepanjang 660 meter dengan tinggi 1,5 meter, normalisasi jalan dan telfort jalan sepanjang 500 meter, cor rabat beton sepanjang 500 meter. Pembuatan talud sepanjang 240 meter, rehap pos Kamling 1 unit,lantainisasi Balai Padukuhan,Masjid dan MCK umum. Serta pembukaan jalan baru sepanjang 200 meter dsn embuatan talud sepanjang 160 meter persegi.

“Kegiatan non fisik diantaranya penyuluhan mengenai wawasan kebangsaan, bahaya Narkoba dari BNK. Pencegahan penyalahgunaan Media Sosial dari Kominfo. Pencegahan Paham Radikal dan Kamtibmas. Partisipasi dalam pembangunan dari DP3AKBPM dan Kabupaten Gunungkidul. Keluarga Berencana dan Kesehatan, ketrampilan wanita dan kerajinan,” pungkasnya.

Iklan
Klik untuk Komentar
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler