fbpx
Connect with us

Sosial

Bangunan Lama Rusak Diterjang Gelombang Pasang, Pos SAR Siung Dibangun Dengan Anggaran Ratusan Juta

Diterbitkan

pada tanggal

Tepus, (pidjar.com)–Tim SAR Linmas Wilayah I Kabupaten Gunungkidul akan segera memiliki pos anyar di Pantai Siung, Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus. Pos Pantai Siung ini dibangun setelah bangunan sebelumnya rusak diterjang gelombang tinggi yang terjadi pada tahun 2018 silam. Pos anyar ini dibangun baru secara keseluruhan lantaran berada di lokasi berbeda dengan pos sebelumnya yang rusak.

Koordinator SAR Linmas Wilayah I Gunungkidul, Sunu Handoko Bayu Sagara menjelaskan, Pos baru SAR di Pantai Siung sendiri digangun dengan luas 7×7 meter. Pos ini dibangun menggunakan model panggung dan bergeser ke lokasi yang lebih tinggi. Adapun pertimbangan pemilihan lokasi ini, untuk menghindari apabila di kemudian hari terjadi gelombang tinggi seperti yang terjadi pada tahun lalu.

Saat ini menurutnya, proses pembangunan terus dilakukan. Ditargetkan, Pos SAR Siung ini bisa digunakan pada bulan November ini.

“Bangunan Pos SAR Siung akan dilengkapi dengansejumlah fasilitas penunjang kinerja SAR. Sengaja dibangun menggunakan model panggung dengan harapan jika gelombang pasang tidak langsung diterjang ombak,” ungkap Sunu kepada pidjar.com, Rabu (16/10/2019).

Lebih lanjut ia mengatakan, Pos SAR Pantai Siung memang sangat dibutuhkan. Hal ini mengingat di Pantai Siung sendiri bisa dikatakan merupakan lokasi yang rawan kecelakaan. Banyak wisatawan yang sering mengabaikan imbauan dari Tim SAR sehingga kemudian mengalami kecelakaan laut. Selain itu, di pantai Siung ini secara lokasi juga mudah dijangkau dan cukup dekat dengan pantai-pantai yang ramai di kawasan pesisir timur. Sehingga nantinya jika ada kejadian laka laut yang membutuhkan penanganan, anggota SAR bisa dengan cepat dimobilisasi ke lokasi yang membutuhkan bantuan.

Berita Lainnya  Kampanyekan Keselamatan Lalu Lintas, Pemkab Ngabuburit Sambil Bagikan Helm

“Masih banyak wisatawan yang nekat bermain dan mandi di laut saat gelombang tinggi, ini berbahaya,” imbuh dia.

Ditambahkan Sunu, sudah sejak mengalami kerusakan, Pos SAR Siung memang tidak difungsikan. Untuk sementara sembari menunggu pembangunan rampung, Tim SAR menggunakan Posko milik Dinas Kelautan dan Perikanan.

Terpisah, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja DIY, Noviar Rahmat menambahkan, pembangunan Pos SAR di Siung sendiri merupakan program dari Pemda DIY. Adapun pembangunan Pos SAR ini menghabiskan dana Rp. 300 juta. Anggaran tersebut bersumber dari APBD DIY.

“Nantinya di samping gedung juga akan dipenuhi alat untuk pertolongan dan pencarian korban serta ambulance,” tandasnya.

Iklan
Klik untuk Komentar
Iklan

Facebook Pages

Iklan
Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler