Connect with us

Pemerintahan

Banjir Jadi Momok Baru Gunungkidul, Dinas Salahkan Penambangan dan Lahan Gundul

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Menengok beberapa tahun terakhir, Kabupaten Gunungkidul yang semula terkenal gersang kini justru sering muncul kabar mengenai banjir atau genangan air. Hal tersebut diduga terjadi lantaran mulai adanya kerusakan lahan. Salah satu dari jenis kerusakan lahan itu ialah berkurangnya pohon dan akibat aktifitas penambangan.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup, Aris Suryanto menjelaskan, pihaknya turut mengamati terjadinya fenomena genangan air atau banjir yang saat ini banyak terjadi di wilayah Gunungkidul. Menurut hasil analisa yang dilakukan pihaknya, fenomena ini terjadi akibat terjadinya kerusakan lingkungan.

“Salah satunya adalah kegiatan penambangan yang diketahui saat ini semakin banyak dan baru terasa dampaknya,” kata Aris, Senin (09/03/2020).

Ia menjelaskan, dengan adanya penambangan liar, juga berdampak pada berkurangnya jumlah pohon. Sehingga ketika hujan deras, air banyak yang tidak terserap dan lantas mengakibatkan banjir dan tanah longsor.

Berita Lainnya  Sejarah Kejayaan Djangkar Bumi dan Memori Truk Tahun 1948 Yang Jadi Armada Pertamanya

“Karena tidak banyak pohon, air tidak bisa tertahan, jadi longsor. Kemudian air kan tidak bisa diserap sehingga kemudian banjir atau menggenang,” terang dia.

Namun begitu ketika disinggung mengenai berapa persen dampak penambangan terhadap terjadinya banjir, Aris belum bisa menjelaskannya. Hal tersebut lantaran belum adanya penelitian secara resmi terkait hal tersebut.

“Baru analisa, belum ada studinya jadi saya belum bisa sampaikan,” ucap dia.

Dirinya juga menghimbau kepada masyarakat yang tinggal di sekitar sungai untuk tetap menjaga kelestarian sungai. Selain itu juga dihimbau untuk tidak membuang sampah sembarangan.

“Sampah juga bisa memicu luapan, selain itu juga berdampak pada gangguan kesehatan,” terang Aris.

Ia menambahkan, saat ini ketersediaan lahan terbuka hijau juga masih sangat minim. Pihaknya yang akan melakukan pengembangan, saat ini terkendala dengan minimnya lahan untuk program tersebut.

Berita Lainnya  Lahan Pertanian Puso Rugikan Petani Hingga Ratusan Juta, Pemerintah Siapkan Bantuan

Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata1 hari yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Optimalisasi TKP Senopati, Pemkot Siapkan Pangkalan Becak dan Andong untuk Mudahkan Wisatawan

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4   Jogja,(pidjar.com)– Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta bergerak cepat menyiapkan penataan baru di kawasan Tempat...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Wisatawan Pantai Krakal Keluhkan Bawa Tikar Sendiri Tetap Dipungut Uang Sewa, Ini Respon Dinas

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul saat ini menjadi primadona bagi wisatawan luar daerah untuk mengisi waktu libur panjang mereka. Dalam setiap momen...

Berita Terpopuler