Pemerintahan
Belasan Kambing Mati Diserang Hewan Liar Dalam Sebulan Terakhir, Dinas Keluarkan Surat Edaran
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Dinas Pertanian dan Pangan mengeluarkan surat edaran untuk para petani serta peternak di Gunungkidul. Surat edaran ini dikeluarkan lantaran semakin gencarnya serangan hewan liar terhadap hewan ternak milik warga. Secara berturut-turut sebelumnya, hewan liar memangsa kambing milik petani di wilayah Kecamatan Tepus dan Girisubo dalam satu minggu terakhir. Selama musim kemarau, sedikitnya belasan kambing mati menjadi korban keganasan hewan liar itu.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto mengaku sudah menerima laporan terkait serangan hewan liar di sejumlah wilayah di Gunungkidul. Pihaknya lantas menindaklanjuti dengan menerjunkan tim ke lapangan. Dari hasil evaluasi yang dilakukan, pihaknya lantas mengeluarkan surat edaran.
“Sudah kami tindaklanjuti dan kami keluarkan surat edaran, yang pada intinya menghimbau ke masyarakat agar membawa ternaknya ke rumah tidak ditinggal di ladang. Atau bisa juga dengan memperkuat pagar kandang,” kata Bambang, Rabu (19/09/2018).

Sejumlah kambing yang mati dalam kondisi penuh luka akibat diserang hewan buas
Menurut data yang dihimpun oleh dinas sendiri, serangan terhadap hewan ternak warga terjadi dalam kurun waktu Agustus hingga September 2018. Selama kurun waktu kurang lebih sebulan tersebut, ercatat 13 ekor kambing menjadi korban hewan yang sampai saat ini belum diketahui wujudnya itu.
“Kejadiannya enam kambing di Girisubo dan tujuh kambing di Tepus menjadi korban hewan liar. Saat ini belum bisa dipastikan juga, kabarnya anjing liar atau apa kan belum ada foto pastinya atau video yang menunjukan hewan tersebut. Dulu pernah diteliti bekas gigitannya itu tidak ada rabiesnya juga,” kata Bambang.
Sementara itu Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), DIY, Junita Parjanti mengungkapkan, meski anjing liar tersebut bukan merupakan hewan yang dilindungi, namun pihaknya meminta masyarakat untuk tidak langsung membunuhnya jika di kemudian hari berhasil melakukan penangkapan.
“Perlu kepedulian bersama untuk merawat lingkungan ini. Agar hewan tersebut juga tidak terganggu aktivitas manusia, dan merugikan masyarakat sendiri nantinya, menyerang ke tempat mereka contohnya,” kata Junita.
Menurutnya, untuk menangkap hewan liar tersebut cukup sulit, karena pihaknya juga pernah menangani kasus yang sama di Kulonprogo dan Sleman. Hewan-hewan ini sangat peka terhadap aktifitas manusia.
“Cukup sulit juga menangkapnya sepertinya memang anjing liar, kalau serigala atau harimau saya rasa tidak. Pernah coba ditangkap pakai jebakan tapi hasilnya nihil,” katanya.
-
Uncategorized4 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized2 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized4 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
event3 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Sosial2 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Uncategorized4 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu149 Karya Inovatif ASN hingga Pelajar Gunungkidul Ramaikan Krenovamaskat Pelita Indah 2026
-
Uncategorized4 minggu yang lalu“Diri dan Liyan”, Ruang Perjumpaan Diri, Leluhur, dan Ingatan dalam Karya Dhewantara Manurung
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Terdengar Mendengkur, Pria 30 Tahun di Siraman Justru Ditemukan Tak Bernyawa
-
Pemerintahan2 minggu yang laluKekeringan Meluas, 92.055 Jiwa di Gunungkidul Terdampak Krisis Air Bersih
