Pemerintahan
Belasan Kebakaran Telah Terjadi di Gunungkidul Hingga Pertengahan Tahun Ini
Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Sepanjang tahun 2022, UPT Pemadam Bahaya Kebakaran Gunungkidul mencatat sudah ada belasan kebakaran yang terjadi di Gunungkidul. Mayoritas penyebab kebakaran ialah adanya ketelodoran atau kelalaian dari masyarakat.
Kepala UPT Pemadam Bahaya Kebakaran Gunungkidul, Bambang Supriyana, mengatakan, peristiwa kebakaran di Gunungkidul pada tahun ini memang cukup banyak. Dari laporan yang ia peroleh, sebanyak 15 peristiwa kebakaran terjadi hingga awal bulan Juni ini.
“Jumlah di lapangan kemungkinan bisa lebih banyak karena masyarakat tidak lapor, seperti yang di Kapanewon Rongkop belum lama ini ada kebakaran, tapi tidak lapor meski ada pengajuan logistik di sana,” terangnya, Selasa (07/06/2022).
Adapun faktor penyebab kebakaran didominasi oleh kelalaian masyarakat. Ia mencontohkan seperti yang terjadi di Kapanewon Semanu dan Kapanewon Paliyan beberapa waktu lalu, di mana warga menuangkan bensin ke kendaraan yang berada di dekat tungku api yang sedang menyalakan. Hal ini kemudian memicu kebakaran yang merugikan hingga jutaan rupiah.
“Atau ada juga menyalakan api di dekat barang yang mudah terbakar dan ditinggal pergi, api merembet dan menyebabkan kebakaran. Mayoritas seperti itu,” imbuh Bambang.
Selain itu, korsleting listrik juga kerap menjadi kebakaran. Menurutnya, konsleting listrik sering terjadi karena saklar yang digunakan tidak sesuai dengan daya listrik yang dialirkan. Sehingga memicu percikan api yang bisa membesar. Pihaknya sebenarnya kerap menghimbau kepada masyarakat agar memperhatikan instalasi listrik di rumah dan selalu melakukan pengecekan paling lama lima tahun sekali.
“Kebakaran rata-rata terjadi rumah, garasi, kandang ternak. Pemicu kebakaran biasanya di perkampungan padat,” jelas Bambang.
Dalam penanganan kebakaran, pihaknya pun menemukan sejumlah kendala. Ia mengatakan, luasnya wilayah Gunungkidul menjadi tantangan tersendiri bagi penanganan kebakaran. Jika sesuai SOP, petugas pemadam kebakaran diberikan waktu paling lama 15 menit untuk merespon kejadian dan sampai di lokasi. Menurutnya, untuk mengoptimalkan dan menangani kejadian kebakaran agar lebih cepat diperlukan penambahan pos jaga setidaknya di lima lokasi untuk menunjang penanganan kebakaran.
“Misalnya ada kebakaran di daerah yang jauh, kita hanya diberi waktu 15 menit untuk datang. Ya bisa saja sampai lokasi tapi membutuhkan waktu yang lebih lama. Harapannya agar ada pos-pos pembantu untuk memperluas jangkauan dan mempersingkat waktu kedatangan,” tutupnya.
-
Uncategorized5 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized1 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya5 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized4 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial6 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized5 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized5 hari yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
event4 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized2 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized4 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
