fbpx
Connect with us

Sosial

Belum Semua Nelayan Sejahtera, HSNI Dorong Pemkab Gunungkidul Perbaiki Akses Jalan

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Selain bertani, warga di Kabupaten Gunungkidul utamanya dibagian selatan banyak menggantungkan hidupnya dari melaut atau menjadi nelayan. Meski hasil tangkapan melimpah namun hal itu dianggap belum sebanding dengan biaya operasional. Jauhnya jarak dari rumah meuju pantai serta akses yang belum mulus disebut menjadi salah satunya.

Sekretaris Himpunan Seluruh Nelayan Indonesia (HSNI) DIY, Gamal Asghar mengatakan, secara keseluruhan pendapatan para nelayan perkapita tahun ini sebesar Rp 46 juta per tahunnya. Namun, hal itu ternyata tidak menyasar semua nelayan. Seperti diketahui di Gunungkidul yang masih banyak terlihat ketimpangan antar nelayan

“Salah satunya adalah karena akses jalan yang baik dan laik kurang merata menyasar seluruh tempat tinggal para nelayan, artinya jarak disini berpengaruh. Sehingga pendapatan belum bisa merata,” kata Gamal, Kamis (19/12/2019).

Ia mengambil contoh salah satunya ialah nelayan yang berada di wilayah Kecamatan Tepus dan Saptosari. Mereka saat ini masih berada di wilayah yang akses jalan menuju pantai sangat jauh serta masih belum laik untuk mendorong kesejahteraan para nelayan.

Berita Lainnya  Stok Darah di PMI Menurun Drastis

“Kami mengusulkan kepada pemerintah, baik kabupaten maupun provinsi untuk bisa mempertimbangkan pembuatan akses jalan yang baik bagi para nelayan,” kata dia.

Sebuah solusi pun ia ungkapkan untuk mengatasai permasalahan tersebut. Keberadaan JJLS saat ini tentu berdampak positif bagi nelayan karena mempermudah akses mereka, namun akan lebih baik jika JJLS tersebut dihubungkan langsung dengan jalan-jalan menuju pantai.

“Adanya JJLS ini kami harapkan tidak hanya menyasar pengguna jalan pada umumnya, tetapi bisa ramah bagi para nelayan. Jadi besok saya berharap mereka bisa memperbaiki taraf hidupnya dengan bisa memperoleh akses jalan agar produk mereka bisa cepat langsung sampai cepat ke tujuan,” ujarnya.

Saat disinggung terkait program Jokowi untuk pembuatan rumah laik huni, Gamal menyambut baik. Namun, dengan pendapatan seperti itu, kebutuhan rumah laik huni nelayan di Gunungkidul tidak semasif dengan wilayah lain di Indonesia. Bahkan, Gamal menyebut rata-rata per kapita diatas rata-rata nasional.

Berita Lainnya  Kampanye Sehari Dalam Seminggu Tanpa Nasi, Gerakan Untuk Tingkatkan Ketahanan Pangan Warga

“Ada yang bagus ada juga yang tidak, tetapi saya boleh bilang nelayan kita itu mempunyai taraf kehidupan nya cukup lumayan, dengan pendapatan itu tadi,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang nelayan dj Pantai Baron, Sumardi turut membenarkan apa yang disampaikan oleh Gamal. Ia memberikan contoh dua pantai yakni Kukup dan Sepanjang.

“Akses nelayan masih cukup sulit. Untuk akses jalan memang belum ada pembangunan, jadi memang belum layak jalannya,” ujarnya.

Selain itu, berharap kepada pemerintah Kabupaten Gunungkidul dan DIY untuk memperhatikan lahan parkir perahu nelayan di Pantai Baron. Sebab saat ini pihaknya masih kewalahan dalam menata perahu ditengah sempitnya lahan parkir yang ada.

“Yang butuh diperlebar juga terutama kawasan nelayan di parkiran kapal, agar nelayan untuk memarkirkan kapal kita merasa nyaman, karena di Baron baru saja kena abrasi, agar pemerintah bisa mendukung itu,” pungkas dia.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler