Pemerintahan
Berat di Ongkos dan Tidak Efektif, Sejumlah Puskesmas Pembantu Akan Dihapus Pemerintah
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Sejumlah Puskesmas Pembantu (Pustu) yang akan di Gunungkidul akan mendapatkan evaluasi dari pemerintah. Bukan tidak mungkin Pustu-pustu tersebut akan dihapuskan. Minimnya kunjungan masyarakat serta bangunan yang dianggap sudah tidak layak pakai menjadi pertimbangan evaluasi yang akan segera dilangsungkan tersebut.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Priyanta Madya Satmaka mengatakan, evaluasi tersebut dilakukan untuk mengetahui tingkat efektifitas Pustu di tengah masyarakat. Saat ini pihaknya akan melakukan pemetaan kembali keberadaan Pustu di Gunungkidul.
"Evaluasi ini kami rasa penting sebab jika jumlah kunjungan minim itu perlu kita kaji. Masa iya satu hari hanya ada 2 pasien, itu kan berat diongkos," kata Priyanta, Kamis (15/02/2018).
Namun demikian, evaluasi dilakukan tidak hanya keluar melainkan juga ke dalam. Sebab pihaknya juga mendapat laporan bahwa banyak puskesmas yang jam buka pelayanannya tidak sesuai. Pada tahap pertama, evaluasi akan dilakukan terhadap 10 % dari jumlah keseluruhan Pustu di Gunungkidul. Sebagai informasi, saat ini terdapat 110 Pustu yang beroperasi.
"Makanya evaluasi ini kita lakukan. Kalau minimnya jumlah kunjungan karena petugas yang bukanya kesiangan tutupnya kepagian ya kita akan benahi itu," tegas Priyanto.

Dikatakan Priyanta, salah satu Pustu yang akan ddievaluasi yaitu Pustu Karangmojo 2 di Padukuhan Gunungbang, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo. Pihaknya menilai Pustu tersebut sudah tidak efektif. Sebab sudah ada Puskesmas induk yang lokasinya cukup strategis dan mudah dijangkau oleh warga.
"Kemarin kita mengunjungi Pustu di Karangmojo itu. Kondisinya sudah tidak layak juga. Maka kita akan usulkan untuk dihapus," imbuh dia.
Adapun evaluasi secara global akan dilakukan dengan melihat tingkat kebutuhan masyarakat terhadap Pustu. Sebab banyak pula, Pustu yang letaknya tidak strategis. Sehingga menyebabkan masyarakat malas untuk mendatangi puskesmas tersebut.
"Kalau Pustu dihapus, nanti kita akan berikan layanan berupa Puskesmas Keliling (Pusling). Jadi kita yang mendatangi masyarakat," pungkas dia.
-
Pemerintahan3 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized3 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Peristiwa3 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Peristiwa3 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Uncategorized2 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized4 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized2 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized2 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized3 minggu yang lalu83 Tukik Dilepas ke Laut, Bupati Gunungkidul Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Penyu
-
Uncategorized2 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
