fbpx
Connect with us

Sosial

Buka Taman Edukasi Pertanian Jadi Upaya Petani Milenial Pampang Regenerasi Petani

Diterbitkan

pada tanggal

Paliyan,(pidjar.com)–Seiring berkembangnya teknologi informasi serta sumber daya manusia, dunia pertanian di Gunungkidul kini mulai sedikit bergeser. Peran kaum milenial yang cukup konsisten secara merubah pandangan dari pertanian hanya sebagai dunia cocok tanam semata menuju pertanian dengan konsep taman edukasi pertanian.

Seperti yang dilakukan oleh kelompok tani yang tergabung dalam kelompok tani milenial Pampang, Desa Pampang, Kecamatan Paliyan. Dengan semangat dan kreatifitas, para petani muda itu menyulap lahan garapan mereka menjadi taman edukasi.

Ketua Pemuda Tani Milenial Pampang, Budi Susilo (43) menuturkan, Taman Edukasi Pertanian merupakan arena untuk belajar segala hal terkait dengan pertanian. Sejumlah fasilitas juga dibangun seperti misalnya wahana bermain outbond bagi anak-anak sekolah dari TK sampai dengan SMA. Wahana outbond itu juga dilengkapi dengan sekretariat dan tempat pertemuan itu sekaligus digunakan untuk menerima tamu.

“Sudah dilengkapi kamar mandi, kamar ganti pakaian, fasilitas air mengalir, serta arena bermain out bond di lahan sawah. Macam permainan antara lain permainan lempar bola, permainan Ninja Warior di air menggenang, permainan menangkap belut, serta tentu saja lahan belajar menanam padi di sawah dengan bibit padi yang sudah disiapkan,” papar Budi, Jumat (24/01/2020).

Dengan penerapan hal ini, anak anak dari TK sampai SMA akan bisa mengenal pertanian secara lebih menyenangkan. Hasilnya diyakini akan lebih positif mengingat pengenalan pertanian bisa lebih menjangkau banyak orang. Direncanakan, untuk bisa menikmati segala macam fasilitas di Taman Edukasi Pertanian, pengunjung cukup membayar tarif masuk sebesar Rp 15 ribu per orang.

Berita Lainnya  Pancasila Jadi Perekat Kehidupan Bangsa Indonesia

Budi mengatakan, Taman Edukasi Pertanian di Pampang sendiri tak terbatas pertanian dengan tanaman padi. Nantinya, selepas masuk ke musim kemarau, pihaknya akan mengganti tanaman padi dengan tanaman semangka. Diharapkan nantinya, tanaman semangka akan panen di 10 hari menjelang Hari Raya Idul Fitri 2020.

“Akan kita gunakan pola pemasaran Agrowisata Semangka seperti tahun 2019 lalu yang menuai sukses,” tuturnya.

Terpisah Lurah Desa Pampang, Iswandi sangat mendukung kegiatan pemuda tani milenial yang ada di desanya. Saat ini menurutnya ada sekitar 30 pemuda tani yang aktif dan konsisten menekuni pertanian. Hal ini disebutnya sangat positif dan diyakini akan membawa kemajuan kepada dunia pertanian di Pampang.

Berita Lainnya  Minim Sosialisasi, Rekruitmen Komisioner KPU Bergaji Belasan Juta Rupiah Masih Sepi Peminat

Pemerintah desa sendiri siap memfasilitasi keberlanjutan Taman Edukasi Pertanian serta berharap inovasi para pemuda tani milenial dapat menarik minat para pemuda lainnya untuk terjun dan membangun dunia pertanian di desanya.

“Kita mendukung untuk keberlangsungan generasi pertanian kita. Dari inovasi yang muncul nantinya akan semakin memicu kreatifitas yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan warga tentu saja,” ucap Iswandi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto mengapresiasiasi terhadap kegiatan para pemuda tani milenial yang menurutnya sangat kreatif dan inovatif. Menurutnya dengan munculnya ide semacam ini, dapat memicu para pemuda untuk terjun ke dunia pertanian.

“Ini sangat bagus, karena saat ini juga masih susah mengajak generasi milenial untuk terjun ke pertanian. Kita harapkan tidak hanya di Pampang saja, tapi juga ke wilayah lain sehingga regenerasi petani bisa berlangsung mulus,” pungkas dia.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan
Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler