fbpx
Connect with us

Politik

Coret Opsi C, KPU Gunungkidul Resmi Usulkan 2 Draft Untuk Perubahan Dapil Pemilu

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Misteri rencana perubahan Daerah Pemilihan (Dapil) yang akan diterapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 mendatang akhirnya mulai ada titik terang. KPU Gunungkidul secara resmi mengusulkan 2 opsi draft rencana Dapil ke KPU RI. Nantinya, KPU RI yang akan memutuskan skema manakah yang akhirnya akan dipilih. Sebelumnya, KPU Gunungkidul melakukan kajian terhadap 3 opsi draft Dapil Pemilu 2019.

Ketiga opsi yang sempat diuji KPU Gunungkidul adalah opsi A yang mempertahankan Dapil Pemilu 2014 di mana Dapil I terdiri dari Kecamatan Wonosari, Semanu dan Playen dengan 12 kursi; Dapil II diisi Kecamatan Patuk, Gedangsari, Nglipar, dan Ngawen dengan 9 kursi; Dapil III Semin, Karangmojo, Ponjong dengan 10 kursi; Dapil IV Kecamatan Tepus, Rongkop, Girisubo, Tanjungsari dengan 7 kursi; dan Dapil V Kecamatan Saptosari, Paliyan, Panggang Purwosari dengan 7 kursi.

Sementara opsi B, Dapil I diisi Kecamatan Wonosari dan Playen dengan 9 kursi; Dapil II Patuk Gedangsari, Nglipar, Ngawen dengan 8 kursi; Dapil III Semin, Karangmojo, Ponjong dengan 10 kursi; Dapil IV Semanu, Rongkop, Girisubo, Tepus dengan 9 kursi; Dapil V Kecamatan Panggang, Paliyan, Tanjungsari, Saptosari, Purwosari dengan 9 kursi.

Usulan yang terakhir adalah opsi C di mana Dapil I terdiri dari Kecamatan Semanu, Wonosari, Nglipar dengan 10 kursi; Dapil II Kecamatan Patuk, Gedangsari, Playen dengan 8 kursi; Dapil III Kecamatan Semin, Karangmojo, Ngawen dengan 9 kursi; Dapil IV Kecamatan Ponjong, Rongkop, Girisubo, Tepus dengan 9 kursi; Dapil V Kecamatan Panggang, Paliyang, Tanjungsari, Purwosari dengan 9 kursi.

Ketua KPU Gunungkidul Zainuri Ikhsan mengatakan, KPU Gunungkidul akhirnya hanya merekomendasikan 2 opsi yaitu opsi A dan B kepada KPU RI. Usulan tersebut telah diserahkan secara resmmi kepada KPU DIY pada Kamis (15//02/2018) silam. Sesuai peraturan, usulan penataan Dapil memang dilakukan secara berjenjang dari kabupaten/kota ke provinsi sebelum nantinya diserahkan ke KPU RI untuk diputuskan.

“Usulan kami nantinya oleh KPU DIY akan kembali diuji publik pada 22 Februari 2018 mendatang,” kata Zainuri, Sabtu (17/02/2018) pagi.

Menurut Zainuri, keputusan KPU Gunungkidul yang hanya mengusulkan 2 opsi ini merupakan hasil uji publik yang digelar sebelumnya. Kala itu, hampir seluruh parpol mengerucutkan pilihan mereka ke opsi A dan B yang dianggap paling realistis. Sedangkan opsi C tidak dipilih lantaran dianggap terlalu ekstrim dalam perubahan tatanan Dapilnya.

“Usulan dari partai politik kami akomodir sehingga akhirnya opsi C kami coret. Untuk keputusan, para prinsipnya kita tinggal menunggu KPU RI yang memang memiliki kewenangan untuk itu,” lanjut dia.

Sesuai dengan tahapan Pemilu yang dibuat KPU, untuk keputusan perbahan Dapil mana yang akan dipilih akan diputuskan pada 6 April 2018 mendatang.

Ketua KPU DIY, Hamdan Kurniawan yang ditemui sebelumnya mengungkapkan bahwa dinamika perubahan Dapil yang paling seru memang terjadi dalam usulan di tingkat Kabupaten. Untuk tingkat provinsi relatif tidak ada perubahan berarti lantaran hanya Kabupaten Sleman dan Bantul saja yang terbagi menjadi 2 dapil. Ia menambahkan, untuk skema mana yang akan dipilih nantinya akan sangat bergantung pada uji publik yang akan digelar pihaknya.

“Untuk mana yang nanti akan dipilih, dinamika dalam uji publik akan kami jadikan sebagai pertimbangan. Semoga nanti ada keputusan yang terbaik,” ujarnya.

Sementara itu, Bendahara DPC Gerindra Gunungkidul Bambang Adi Waluyo menyambut baik adanya titik terang opsi Dapil yang akan diterapkan dalam Pemilu 2019 mendatang. Hal ini menurutnya akan menjadi pertimbangan pihaknya dalam mempersiapkan strategi politik dalam menghadapi Pemilu.

Dua opsi yang diusulkan KPU Gunungkidul tersebut sudah sesuai dengan usulan dari Gerindra dalam uji publik yang berlangsung beberapa waktu lalu. Menurut dia, opsi A dan B merupakan usulan yang masih bisa diterima. Sedang untuk opsi C tidak dipilih karena akan terjadi perubahan secara ekstrem dalam dapil sehingga akan berpengaruh terhadap persiapan dalam pemilu.

“Kalau kami pribadi memilih agar dapil dalam pemilu tidak berubah dan tetap menggunakan dapil yang lama,” katanya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler