Pariwisata
Dinas Mulai Batasi Jumlah Wisatawan, Kaji Kemungkinan Penutupan Obyek Wisata
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul membatasi jumlah titik kumpul wisatawan dalam satu lokasi destinasi wisata. Hal ini dilakukan dalam rangka pencegahan penularan virus Covid-19. Untuk pembatasan sendiri nantinya menjadi tanggungjawab masing-masing pengelola destinasi wisata. Dinas sendiri masih menunggu perkembangan lanjutan dari situasi terkini untuk nantinya jika diperlukan akan memberlakukan penutupan obyek wisata.
Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Asti Wijayanti memaparkan, pihaknya menerapkan sejumlah kebijakan yang telah dibahas bersama dengan para pelaku wisata dalam penanganan persebaran virus covid-19. Ada sejumlah poin yang disepakati dan akan segera diberlakukan. Salah satunya ialah pembatasan jumlah titik kumpul wisatawan di obyek-obyek wisata.
“Kita membatasi berkumpulnya orang dalam satu titik kumpul. Hal ini sesuai dengan kebijakan Pemda di mana maksimal hanya ada 40 orang,” ujar Asti, Selasa (17/03/2020).
Ia menjelaskan, jika dalam satu rombongan wisatawan lebih dari 40 orang, maka kemudian harus dipecah dengan berbagai cara sesuai kemampuan destinasi. Artinya, pelaku wisata dalam hal ini Pokdarwis yang bekerjasama dengan Dinpar diharuskan mampu memecah konsentrasi massa.
“Kita serahkan ke Pokdarwis untuk pemecahannya,” kata dia.

Selain kebijakan tersebut, pihaknya juga meminta kelompok pelaku wisata untuk meningkatkan kebersihan di sekitar destinasi. Dinas ingin memastikan, setiap lokasi wisata memiliki tempat cuci tangan dengan disertai anti bakteri.
“Terutama di kamar mandi umum dan tempat kuliner,” terangnya.
Dinas Pariwisata sendiri juga menyediakan layanan call center di 081228416625 bagi pelaku wisata jika ingin mengetahui perkembangan kebijakan terakhir terkait dengan covid-19. Sehingga nantinya, para pelaku wisata dapat menerapkan setiap kebijakan yang diperbarui.
“Itu (081228416625)nomor yang biasa digunakan untuk melayani masyarakat untuk menghadapi corona, nomor tersebut bisa digunakan pelaku jasa usaha pariwisata yang membutuhkan kejelasan informasi terutama tentang kebijakan pemerintah,” papar Asti.
Asti menjelaskan, industri pariwisata sangat rentan terhadap isu dunia terkait pendemik corona ini. Tidak dipungkiri dalam seminggu terakhir ini, jumlah kunjungan wisatawan mengalami penurunan jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun lalu.
“Dulu sampai dengan 8 Maret 2019 jumlah kunjungan 43 ribu orang dan berselang seminggu setelahnya mencapai 80 ribu orang. Sementara untuk tahun 2020 ini, pada 6 Maret hanya masuk 26 ribu orang wisatawan sementara kemudian hingga 13 Maret 2019 hanya bertambah kurang dari 20 ribu wisatawan di mana total wisatawan masuk adalah 63 ribu orang,” urainya.
Asti menambahkan, penutupan destinasi wisata mungkin saja dilakukan. Namun begitu pihaknya menunggu perkembangan lebih lanjut terkait penyebaran virus tersebut.
“Situasional, kalau situasi mengharuskan untuk ditutup maka bisa dilakukan penutupan. Untuk saat ini belum perlu menutup destinasi,” pungkas dia.
-
Pemerintahan2 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized2 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Peristiwa2 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized3 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Peristiwa2 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized3 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized5 hari yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized7 hari yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized6 hari yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluLaka Beruntun Maut 4 Kendaraan di Selang, Seorang Remaja Tewas
