fbpx
Connect with us

Pendidikan

Dua Sekolah di Gunungkidul Akan Jadi Percontohan Sekolah Tatap Muka

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadhiem Makarim mewacanakan pembelajaran tatap muka dilaksanakan pada Juli mendatang atau pada tahun ajaran 2021/2022. Adapun jenjang yang kemungkinan akan diujicobakan yakni jenjang SMA dan SMK.

Kepala Balai Pendidikan Menengah Kabupaten Gunungkidul, Sangkin mengatakan, saat ini ada dua sekolah yang rencananya akan menjadi sekolah model percontohan pembelajaran tatap muka. Dua sekolah tersebut yakni SMAN 2 Playen dan SMKN 1 Wonosari.

“Ada sepuluh sekolah di DIY yang dipilih, di Gunungkidul mendapatkan dua bagian,” kata Sangkin, Sabtu (27/02/2021).

Kendati begitu, Sangkin mengatakan hingga saat ini belum mendapatkan surat keputusan berkaitan dengan pembelajaran tatap muka. Hal ini mengingat penyebaran covid19 masih cukup fluktuatif.

“Sementara izin Gubernur juga belum ada,” imbuh Sangkin.

Sejauh ini, seluruh SMA dan SMK di Gunungkidul sudah siap pembelajaran di era new normal. Namun demikian karena adanya Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat, pembelajaran tatap muka yang diwacanakan Januari lalu diurungkan.

“Tapi dari sisi kesiapan sarana dan prasarana serta SDM guru dan karyawan memang dua sekolah tersebut dinilai cocok,” jelas Sangkin.

Sedangkan SMP sendiri, Disdikpora Gunungkidul melalui Kabid SMP Kiswoto mengatakan sudah sekitar 98% sekolah yang siap menjalankan tatap muka. Namun, karena KBM tatap muka ini bersifat satu komando pihaknya masih menunggu instruksi pusat.

“Intinya kapanpun kami siap,” pungkas Kisworo.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler