Connect with us

Sosial

Ekonomi Warga Gunungkidul Diklaim Terus Membaik, Makin Banyak Penerima Bantuan PKH Mengundurkan Diri

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Kondisi perekonomian masyarakat yang mulai membaik berdampak pada pola pikir masyarakat yang semakin maju dan kesadaran yang mulai meningkat. Masyarakat yang memiliki penghasilan layak banyak yang telah merasa tidak pantas lagi untuk menerima bantuan dari pemerintah. Di Gunungkidul sendiri perilaku seperti ini ditunjukkan dengan adanya ratusan masyarakat yang mengundurkan diri sebagai penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) atas kemauan sendiri.

Dinas Sosial Kabupaten Gunungkidul mencatat dari sekitar 62 ribu penerima bantuan PKH, terdapat 581 penerima bantuan yang mengundurkan diri. Jumlah ini terhitung sejak tahun 2018 silam. Hampir seluruh penerima bantuan yang mengundurkan diri tersebut atas kemauan sendiri lantaran merasa tak pantas mendapatkan bantuan yang memang diperuntukkan untuk warga miskin ini.

Di Gunungkidul sendiri, jumlah warga penerima bantuan yang mengundurkan diri terus berkembang. Untuk tahun 2019 ini hingga bulan Juni, terdapat 185 orang penerima bantuan PKH yang mengundurkan diri. Dimungkinkan jumlah ini masih akan terus bertambah mengingat perekonomian masyarakat Kabupaten GUnungkidul sudah mulai ada peningkatan lebih baik dengan sejumlah program pemberdayaan dan menggeliatnya pembangunan daerah.

Berita Lainnya  Operasi Keselamatan Polres Gunungkidul, 3 Jalur Ini Bakal Jadi Fokus Razia

Koordinator PKH Kabupaten Gunungkidul, Herjun Pangaribowo mengungkapkan, berdasarkan pendataan dan pengakuan dari peserta penerima bantuan yang mengundurkan diri secara legowo, mereka melepaskan bantuan dari pemerintah tersebut lantaran berbagai faktor.

Diantaranya adalah memang merasa tidak layak menerima bantuan lantaran sejak awal mereka masuk dalam kategori mampu atau keluarga sejahtera. Belum lagi, jika semula merupakan warga tidak mampu atas dorongan sejumlah program pemberdayaan usaha mereka maju dan kondisi perekonomian juga mengalami peningkatan yang lebih baik.

“Ada beragam faktornya, baru-baru ini di kawasan pesisir juga ada yang mendapat ganti rugi pembangunan JJLS kan, lah itu perekonomian mereka meningkat jadi dengan legowo melepaskan diri menjadi peserta penerima bantuan,” ucap Herjun Pangaribowo, Selasa (18/06/2019).

Lebih lanjut ia mengungkapkan, jika dari pemerintah sendiri terus melakukan pendampingan dan monitoring atas kevalidan dan data penerima PKH. Tentunya ada sejumlah evaluasi yang perlu diterapkan baik di lapangan ataupun teknisnya.

Berita Lainnya  Tunda Aksi Mogok Kerja, Forum GTT dan PTT Akhirnya Hanya Kirim Petisi ke Pemerintah Pusat

Tak sedikit memang yang dijumpai dari peserta penerima bantuan yang kondisinya cukup mencolok. Dalam hal ini adalah kondisi rumah ataupun penghasilan. Dari pendamping sendiri berusaha melakukan pendekatan agar yang bersangkutan mau dengan legowo melepaskan bantuan yang sebelumnya rutin diterima.

“Prosesnya memang cukup panjang, kalau dari pendamping ataupun pemerintah kan tidak bisa serta merta mencopot atau mencoret data yang ada. Mekanismenya ada sendiri yakni harus ada pengajuan kemudain dirapatkan melalui pemerintah dusun dan desa,” tambahnya.

Monitoring data dengan system door to door yang diterapkan ini tidak hanya dilakukan oleh petugas dari dinas sosial, melainkan juga menggandeng perangkat desa dan pihak kecamatan yang lebih mengetahui kondisi masyarakatnya. Untuk pengunduran diri sendiri sejauh ini belum dapat dikatakan meningkat signifikan.

Berita Lainnya  Belum Ada Rumah Sakit di Gunungkidul Yang Miliki Ruang Isolasi Standar Penanganan Corona

Sementara itu, Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Gunungkidul, Wijang Eka mengatakan jika pihaknya berusaha semaksimal mungkin dalam memberikan layanan dan perhatian terhadap keluarga kurang mampu di Gunungkidul. Namun demikian, untuk program bantuan PKH ini pihaknya menerapkan sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku.

“Ini kan program pemerintah pusat, untuk data yang diambil oleh pusat dari BPS. Terkait penggantian dan update data tidak bisa sembarangan. Tapi kami cukup mengapresiasi bagi masyarakat yang legowo mengundurkan diri,” ucapnya.

Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata3 hari yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis6 hari yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Berita Terpopuler