Politik
Euforia Partai-partai Islam Dalam Pilkada Gunungkidul 2020, Ramai-ramai Ajukan Calon
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gunungkidul yang akan dihelat pada 2020 mendatang nampaknya akan berlangsung seru. Meski masih terkesan malu-malu, sejumlah parpol nampaknya cukup berambisi untuk turut serta memperebutkan tampuk kepemimpinan di Kabupaten Gunungkidul ini. Sejumlah tokoh mulai disorongkan dalam komunikasi politik yang telah mulai dijalin.
Yang cukup menarik dalam Pilkada 2020 ini adalah menggeliatnya partai-partai Islam. Sejumlah parpol berplatform agama mulai menyatakan ambisinya untuk dapat mendudukkan kadernya dalam pemerintahan. Dalam Pilkada-pilkada sebelumnya, hanya PAN saja yang mengusung calon untuk bertarung dalam Pilkada. Saat ini, peta politik mulai sedikit berubah, parpol seperti PKS serta PKB mulai agresif dalam mengajukan para kadernya dalam salah satu pokok persyaratan koalisi. Parpol-parpol ini memang harus berkoalisi untuk bisa terjun dalam Pilkada mengingat jumlah kursinya di parlemen tak mencukupi.
Ketua DPD PKS Gunungkidul, Ari Siswanto mengungkapkan, PKS hingga saat ini memang masih meraba peta politik untuk Pilkada Gunungkidul 2020 mendatang. Namun demikian, dalam Pilkada kali ini, PKS sangat bersemangat untuk bisa mengusung kadernya. Sejumlah nama yang tengah digodog dan ditawarkan ke partai-partai yang mungkin bisa berkoalisi diantaranya adalah Imam Taufik, Arif Wibawa, maupun dirinya sendiri.
Dilanjutkan Ari, pihaknya sudah menjalin komunikasi dengan PAN dan Gerindra. Namun demikian, ia menyebut bahwa komunikasi yang terjalin tersebut baru sebatas komunikasi ringan dan belum menghasilkan keputusan atau kesepakatan apapun terkait Pilkada Gunungkidul.
“Komunikasi dengan partai lain terus kita jalin karena memang kita harus berkoalisi untuk bisa mengajukan Calon Bupati ataupun calon Wakil Bupati,” terang Ari, Selasa (16/07/2019) pagi.
Meski berambisi, namun PKS menurut Ari berusaha realistis. Uji publik akan menjadi salah satu pertimbangan utama dari partainya dalam menentukan langkah tersebut. Jika nantinya hasil uji publik tersebut negatif, artinya kader PKS yang diajukan memiliki peluang tipis, maka keinginan untuk mengajukan kader internal tersebut bisa saja dibatalkan dan memilih untuk mendukung kader eksternal.
“Tapi yang jelas untuk saat ini, kita tetap berkeinginan untuk mengajukan kader kami. Kita berharap untuk pertama kali bisa ada kader PKS dalam Pilkada karena sebelum-sebelumnya tidak pernah,” urai Ari.
Jika nantinya ada kader internal yang maju dalam Pilkada, Ari menyatakan bahwa PKS siap all out dalam pemenangan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati yang diusung. PKS siap untuk mengerahkan seluruh kader dalam menambah jumlah frekuensi bertemu dengan rakyat. Menurutnya, pertemuan dengan rakyat ini akan menjadi kunci utama dalam strategi pemenangan.
“Finansial juga memang penting, tapi itu tidak jaminan menang. Yang terpenting adalah bagaimana caranya lebih banyak terjun ke masyarakat,” imbuh dia.
Hal senada juga dipaparkan oleh Ketua DPC PKB Gunungkidul, Sutiyo. Menurut Sutiyo, PKB saat ini telah merapatkan barisan dalam menyongsong Pilkada Gunungkidul. Selain secara internal PKB, komunikasi intens juga dilakukan dengan para sesepuh maupun tokoh NU Gunungkidul.
“Para sesepuh NU dan kami prihatin karena saat ini di birokrasi, sangat minim umat NU yang duduk di posisi pejabat penting,” tutur Sutiyo.
Hal inilah yang kemudian membuat tokoh-tokoh PKB dan NU Gunungkidul sepakat untuk mempersiapkan diri secara lebih dalam Pilkada kali ini. Sejumlah nama telah digodog dan dipersiapkan untuk bisa diajukan baik sebagai Calon Bupati maupun Wakil Bupati.
“Ya tapi nanti kalau memang belum memungkinkan, kita tidak akan memaksa. Tapi paling tidak, calon yang didukung tersebut ada komitmen dengan NU untuk bersama-sama memajukan umat,” tandas dia.
Saat ini, sudah ada beberapa tokoh masyarakat yang merapat ke PKB maupun NU. Nantinya, nama-nama tersebut akan ditawarkan ke semua pengurus dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga ke tingkat terbawah.
“Yang jelas nama-nama yang masuk akan kami rembug bersama kiai-kiai sepuh dan tokoh NU. PKB tidak bisa lepas dari NU,” pungkas Sutiyo.
-
Uncategorized2 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized3 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya2 minggu yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Uncategorized1 minggu yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Uncategorized6 hari yang laluDiduga Bermuatan Solar Ilegal, Truk Tangki Berkapasitas Ribuan Liter Diamankan Polisi
-
Uncategorized5 hari yang laluManajer KDKMP Sudah Ditempatkan di Gunungkidul, Beberapa Kalurahan Belum Punya Gerai
-
Sosial2 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized2 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized2 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized3 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Pemerintahan4 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
