fbpx
Connect with us

Peristiwa

Gelombang Pasang di Pantai Selatan, Terjang Puluhan Bangunan Hingga Jalan Raya

Published

on

Tanjungsari,(pidjar.com)–Gelombang tinggi terus menerjang kawasan pantai selatan Gunungkidul. Gelombang yang bahkan sampai pasang hingga belasan meter dari bibir pantai ini merusak puluhan bangunan yang terletak di kawasan pantai. Diperkirakan, gelombang pasang sendiri akan terus terjadi hingga beberapa hari ke depan.

Sekretaris SAR Linmas Wilayah II Pantai Baron Gunungkidul, Surisdiyanto menuturkan, gelombang pasang telah terjadi sejak Selasa (26/05/2020) kemarin. Pada fase awal ini, ketinggian gelombang telah mencapai lima meter.

“Air laut terlihat mulai bergejolak sejak pukul 10.00 WIB. Gelombang di sepanjang pantai Gunungkidul kian naik hingga mencapai ketinggian sekitar 5 meter,” ujar dia, Rabu (27/05/2020) siang.

Beruntung saat ini kondisi pantai lengang karena memang sejak beberapa waktu diliburkan. Pengunjung dilarang masuk kawasan pantai sejak akhir Maret lalu lantaran pandemi covid19 yang tengah mewabah.

“Ada sembilan pantai yang turut terimbas kerusakan akibat gelombang. Pada pukul 13.00 WIB di Pantai Somadeng, 6 bangunan warung milik warga setempat dan beberapa gazebo luluh lantak diterjang gelombang. Di Pantai Sepanjang juga demikian. Gazebo-gazebo yang didirikan warga juga mengalami kerusakan,” jelasnya.

Sementara di Pantai Indrayanti, sebanyak 7 warung makan dan sejumlah gazebo mengalami kerusakan yang cukup parah. Gelombang tinggi yang terjadi pada Rabu siang tadi bahkan sampai menutup jalan aspal di kawasan tersebut. Padahal, jarak jalan aspal sendiri sekitar 15 meter dari bibir pantai. Akibatnya, untuk sementara waktu, jalan wisata tersebut tidak bisa dilalui kendaraan.

Berita Lainnya  Mati Mendadak, Sapi di Girisubo Disembelih dan Dijual ke Jagal

“Karena masih ada gelombang air yang sampai ke jalan, maka untuk sementara pengguna jalan dilarang melintas terlebih dahulu,” imbuh Suris.

Berdasarkan pendataan yang dilakukan hingga Rabu siang tadi, tercatat lima gazebo dan warung makan di Pantai Sundak yang mengalami kerusakan. Kemudian di Pantai Somandeng, enam gazebo dan dua kamar mandi rusak ringan.

Lebih lanjut ia mengatakan, di Pantai Watu Lawang terdapat tiga gazebo yang bahkan sampai hanyut terbawa gelombang. Kemudian di Pantai Indrayanti satu bangunan resto rusak sedang, tiga gazebo rusak ringan dan dua kamar mandi juga mengalami kerusakan. Kerusakan paling parah terjadi di Pantai Sadranan. Sebanyak 63 gazebo rusak berat dan 14 gazebo rusak ringan. Di Pantai Slili satu gazebo hanyut.

“Di Pantai Drini ada lima gazebo rusak ringan, sementara di Pabtai Krakal pondasi lima meter Pos SAR Krakal Jebol,” jelas dia.

Di Pantai Baron sendiri satu lapak rusak ringan sedangkan talut setinggi empat meter jebol. Pihaknya sendiri masih melakukab kalkulasi jumlah kerugian.

Berita Lainnya  Tabrak Pohon Pisang Melintang di Jalan, Pemotor Luka Parah di Kepala

“Kami masih terus melakukan pendataan terkait dengan bangunan yang rusak,” beber dia.

Terpisah Koordinator SAR Satlinmas Wilayah I Pantai Sadeng Gunungkidul, Sunu Handoko menyebutkan, pihaknya telah menerima pemberitahuan berkaitan prediksi akan adanya gelombang tinggi di wilayah Pantai Selatan Gunungkidul. Dari BMKG menyebutkan jika kenaikan gelombang akan mulai terjadi pada tanggal 27 Mei 2020 mendatang.

“Mendapat pemberitahuan dari BMKG tersebut, kami langsung meneruskan informasi kepada seluruh komunitas di Pantai Selatan Gunungkidul baik nelayan, pelaku usaha wisata lainnya dan juga penduduk setempat,” bebernya.

Dikatakan Sunu, kemungkinan besar gelombang akan naik sekitar 16 feet pada tanggal 27 Mei 2020 mendatang. Tanggal 28 Mei 2020 terjadi sedikit penurunan menjadi 10 feet namun akan kembali naik pada tanggal 29 Mei 2020 menjadi 18 feet.

“Jadi ada kemungkinkan gelomgang akan membawa perahu-perahu yang ditambatkan di pinggir pantai terbawa arus ke tengah,” tandas dia.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler