seni
Gigih di Tengah Keterbatasan, Seniman Ini Sulap Limbah Kayu Jadi Media Lukis
Wonosari,(pidjar.com)– Namanya Florentinus Sarjono. Warga warga Padukuhan Praon, Kalurahan Pulutan, Kapanewon Wonosari sudah lama bergelut dalam bidang seni. Namun yang membedakan dengan seniman lain adalah ia membuat lukisan dengan limbah kayu. Batang-batang kayu yang tidak terpakai menjadi media Jono untul membuat lukisan.
Jono sapaan akrabnya menceritakan, kecintaannya pada seni lukis sudah ada sejak ia muda. Hampir setiap hari ia melukis di atas kertas maupun kanvas. Hingga ia dewasa masih selalu membuat lukisan dengan berbagai karakter.
Pada saat awal pandemi covid19 lalu, ia pulang dari merantau ke Gunungkidul. Untuk mengisi hari-harinya Jono kemudian membuat lukisan. Tapi pada saat itu harga kanvas cukup mahal sehingga membuatnya cukup kerepotan mencari media lukis dengan keterbatasan yang ia punya. Ia kemudian mencari ide untuk bisa tetap berkreasi.
“Di sekeliling sini banyak limbah kayu dari mabel maupun rumah tangga. Saat saya lihat limbah-limbah yang masih bagus ini, tercetuslah ide melukis dengan media limbah kayu,” kata Jono.
Beberapa kali percobaannya menghasilkan karya yang kurang sempurna. Namun Jono tidak patah semangat, ia terus belajar dan berinovasi. Mulai dari kayu yang ia amplas terlebih dahulu agar permukaannya rata, kemudian dilapisi dengan cat dasar maupun tambahan teknik-teknik lainnya.

“Gagal bukan berarti menyerah. Saya coba beberapa kali sampai pada akhirnya saya puas dengan karya saya. Saat itu saya iseng posting di media sosial, ternyata ada banyak tanggapan dari teman-teman online yang kemudian minta untuk dibuatkan lukisan dari limbah kayu,” terangnya.
Semenjak itulah, Jono memantapkan diri untuk bergelut pada seni lukis dengan limbah kayu. Ratusan karya selama ini telah ia buat dan laku dijual. Tak hanya di Gunungkidul, namun karya Jono bahkan terjual hingga hingga ke berbagai daerah.
“Aliran karya saya sebenarnya condong ke ilusi. Tapi apapun karakter yang dipesan konsumen puji syukur saya selalu bisa,” sambungnya.
Untuk menyelesaikan 1 lukisan, bagi Jono tidak membutuhkan waktu yang lama. Hanya berkisar 3 hari saja, lukisan sudah siap untuk dikirim. Namun hal itu juga tergantung dengan tingkat kerumitan karakter yang dibuat.
“Yang pasti dan penting itu mood dan fokus. Kalau pesanan banyak dan deadlinenya bersamaan saya jejer 3 papan kayu itu, nanti dikerjakan bersamaan. Tapi ya butuh konsentrasi dan imajinasi,” jelasnya.
Karyanya ini menjadi langganan para pejabat tinggi serta konsumen dari berbagai daerah. Bahkan beberapa waktu lalu ia mendapat pesanan dari Singapura dan Malaysia.
“Biasanya untuk koleksi pribadi atau cinderamata bagi rekan kerja dan kolega mereka. Pernah beberapa kolega menteri pesan di saya, pun dengan pejabat dan organisasi perangkat daerah di Gunungkidul juga sering pesan sebagai kenang-kenangan,” paparnya.
Dirinya juga sering mengikuti pameran di berbagai daerah baik berskala nasional maupun internasional. Harga lukisannya sendiri bervariasi, disesuaikan dengan kerumitan serta bahan kayu yang digunakan.
“Ya sekitar Rp 500 ribu sampai jutaan harganya. Kalau untuk media kayunya saya menyesuaikan permintaan konsumen. Ada yang minta kayu lawas umurnya puluhan tahun, ada yang minta kayu baru, bahkan minta kayu bekas jendela dan lainnya,” jelas Jono.
Bagi Jono, melukis menggunakan limbah kayu bukan sekedar lukisan biasa. Akan tetapi sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Ia ingin mengajak masyarakat luas untuk melihat bahwa barang bekas masih bisa memiliki nilai guna bahkan nilai seni yang tinggi.
“Kalau ada yang mau belajar ke sini saya malah seneng, jadi ada kepedulian soal seni dan lingkungan. Mari bersama-sama melestarikan seni,” pungkasnya.
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized4 hari yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized3 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized3 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized3 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized3 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized2 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized2 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized2 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized2 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
