fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Jalin Kerjasama Dengan BRI Syariah, Dinas Pariwisata Segera Ujicobakan Penerapan e-Ticketing Retribusi Wisata

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Gunungkidul semakin serius dalam rencananya menerapkan e-tiketing untuk retribusi wisata. Saat ini pihak Dispar dalam proses pematangan kerjasama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Syariah terkait dengan rencana ini.

Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Asti Wijayanti mengatakan, perjanjian kerjasama antara Dinas Pariwisata dengan BRI Syariah akan segera ditandatangani dalam waktu dekat ini. Setelah penandatangan MoU dilakukan, pihaknya akan melakukan uji coba terlebih dahulu di beberapa pos retribusi yang mempunyai kelengkapan sarana prasarana serta teknologi yang mumpuni.

“Untuk kawasan Baron ada tujuh TPR, dari jumlah tersebut yang dapat diujicobakan di Pos Baron dan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS),” kata Asti, Jumat (20/12/2019.

Asti mengaku, pihaknya sudah lama merencanakan penerapan e-ticketing dalam pemungutan retribusi wisata. Namun selama ini, rencana ini masih belum bisa diterapkan lantaran sejumlah kendala. Diantaranya adalah regulasi yang harus dibuat serta sejumlah kajian harus disiapkan secara matang.

Berita Lainnya  Kebijakan Rujukan Berjenjang Mulai Diberlakukan BPJS Kesehatan, RSUD Wonosari dan Masyarakat Kelimpungan

“Agar nanti pelaksanaannya lebih efektif dan efisien dan tentu berdampak besar terhadap pendapatan asli daerah,” ucap dia.

Menurutnya, untuk memutuskan penerapan e-tiketing pihaknya harus melakukan kajian yang mendalam serta detail. Hal tersebut untuk memininalisir kemungkinan program ini justru macet di tengah jalan saat penerapan.

“Jangan sampai pelaksanaan macet di tengah jalan karena kurang didukung dengan fasilitas dan sumberdaya manusia yang ada,” beber Asti.

Pihaknya saat ini tengah melakukan komunikasi dengan sejumlah pihak. Dalam pertemuan tersebut terdapat kesimpulan yang dapat ditarik bahwa nantinya akan melakukan kerjasama dengan BRI Syariah untuk pelaksaanaan e-tiketing.

“Harapan kami untuk unruk meningkatkan pendapatan retribusi wisata secara signifikan, untuk tahun ini besar kemungkinan target sebesar Rp 27,9 miliar tidak tercapai, karena data sampai tanggal 15 Desember pendapat baru mecapai Rp 22,05 miliar atau 79 persen,” jelas dia.

Kendati nantinya masih akan ada peningkatan pendapatan wisata pada saat libur Natal dan tahun baru namun pihaknya memprediksi hanya akan bertambah sekitar Rp 2,1 miliar atau sekitar 8 persen.

Berita Lainnya  Pembuatan Libatkan Penjahit Lokal, BPBD Akan Bagikan Ratusan Ribu Masker ke Masyarakat

Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler