fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Jelang Lebaran, Pasokan Gas Melon Ditambah 4%

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Pemerintah Kabupaten Gunungkidul memastikan ketersediaan gas melon atau LPG 3 kg menjelang lebaran 2020 ini masih tergolong aman. Hal ini lantaran ditengah pandemi corona, disinyalur permintsan masyarakat tidak begitu mengalami peningkatan. Kendati dipastikan aman, dari Pertamina tetap melakukan penambahan gas melon di Gunungkidul.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gunungkidul, Johan Eko Sudarto mengatakan bedasarkan hasil rapat tim pengendali inflasi daerah (TPID) beberapa waktu lalu pasokan kedua gas melon di Gunungkidul masih tergolong aman dan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat. Hal ini lantaran pembelian gas tidaklah sebanyak pada bulan Ramadhan biasanya.

Namun demikian dari pertamina sendiri memiliki kebijakan tetap memberikan penambahan kuota bagi kabupaten Gunungkidul. Langkah ini sebagai antisipasi jika nantinya ada kekurangan maka masih memiliki kuota penjualan. Penambahan sendiri sekitar 4 persen dari kebutuhan per bulan.

Peta Sebaran Status COVID-19 di Kabupaten Gunungkidul
*Credits: https://bit.ly/statCovGK (updated)

Secara demandnya masih normal kok kebutuhan di lapangan. Tapi tetap ada tambahan pasokan 4 persen,” jelas Johan Eko Sudarto, Sabtu (16/0/5/2020).

Adapun prosentase tersebut sekitar 14.000 tabung gas. Diharapkan dengan adanya penambahan ini tidak terjadi kelangkaan dalam pemenuhan kebutuhan gas melon.

Berita Lainnya  Surat Edaran Kementrian Agama, Tarawih Hingga Sholat Ied Berjamaah Diminta Sementara Ditiadakan

Lebih lanjut ia mengungkapkan, menjelng lebaran ini pemerintah terus melakukan pengawasan harga kebutuhan bahan pangan di pasar. Sejauh ini, memang ada kenaikan harga bahan pangan namun hal tersebut tidak begitu signifikan dan masih tergolong normal.

Pengawasan tetap kami lakukan,”tambahnya.

Selain itu, pengawasan juga dilakukan untuk peredaran makanan yang sudah masuk masa kedaluarsa. Penjual diharapkan jujur, jika ada bahan pangan yang kedaluarsa tidak dijual sementara konsumen harus jeli dalam membeli.

Ditengah pandemi ini kami harapkan masyarakat juga lebih sadar kalau berbelanja memakai masker, cuci tangan, kaga jarak dam menerapkan pola hifup sehat,” tutupnya

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler