Budaya
Jelang Pilkada, Petilasan Kembang Lampir Mulai Ramai Dikunjungi Pemburu Derajat
Panggang,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Menjelang Pilkada serentak 2020, sejumlah calon dan tim sukses berupaya merapatkan barisan untuk memenangkan jagoan mereka. Selain kekuatan politik, sejumlah lokasi sakral kerap dikunjungi untuk kegiatan spiritual. Seperti salah satunya adalah Kembang Lampir, atau kerap disebut Mbang Lampir di Padukuhan Blimbing, Kalurahan Girisekar, Kapanewon Panggang.
Untuk mecapai petilasan Kembang Lampir memerlukan waktu lebih kurang 33 menit dengan jarak tempuh 21 kilometer dari pusat Kota Wonosari. Suasana sejuk langsung terasa ketika sampai di depan pintu masuk patilasan. Nampak banyak pepohonan rindang di sekitar petilasan kembang semampir yang mempunyai 3 juru kunci. Mereka memiliki nama abdi dalem, Suratso Sekarsari, Suratso Pusposari dan Suratso Cempoko.
Petilasan Kembang Lampir dibuka untuk umum, akan tetapi bukan sebagai tempat wisata. Di lokasi tersebut, hampir setiap hari selalu ramai penziarah, terlebih di musim Pilkada seperti saat ini.
Mereka yang berkunjung tidak hanya dari lokal Gunungkidul saja, akan tetapi juga dari luar daerah. Mereka yang datang ke petilasan ini untuk mencari berkah dan derajat dengan memanjatkan doa.
“Siapa saja boleh memanjatkan doa disini tetap mematuhi aturan dari juru kunci,” kata Tris, salah satu Juru Kunci Petilasan, Minggu (23/09/2020).

Bagi pengunjung atau peziarah tidak boleh asal masuk, ada aturan-aturan yang harus dipatuhi untuk menuju pertapaan, aturan tersebut tidak diperbolehkan memakai pakaian berwarna hijau lumut, ungu terong dan harus melepas sepatu atau alas kaki di luar gerbang pintu masuk pertapaan. Selain itu juga tidak diperbolehkan mengambil foto di area pertapaan. Untuk wanita yang sedang datang bulan tidak diperbolehkan masuk pertapaan.
Lebih lanjut ia mengungkapkan, patilasan Kembang Lampir mengatakan, patilasan ini dulunya merupakan pertapaan Ki Ageng Pemanahan. Ki Ageng Pemanahan sendiri adalah keturan dari Prabu Brawijaya V dari Kerajan Majapahit. Kemudian Ki Ageng Pamanahan mencari wahyu mataram untuk anaknya Danang Suto Wijoyo, setelah mendapat wahyu yang berwujud bunga (kembang) semampir (tergeletak) kemudian Ki Ageng Pemanahan bersama anaknya membuat Kraton Mataram di Kota Gede.
“Setelah mendapatkan wahyu kembang semampir itu kemudian tempat ini di beri nama Mbang lampir. Nama Mbang lampir sendiri itu sebenarnya intisari dari wahyu itu sendiri yang artinya “bangun landepe piker,” ujar dia.
Untuk menuju pertapaan peziarah harus menaiki anak tangga di tempat pertapaan ada sebuah kayu yang bernama kayu Wegig tanda dimana Ki Ageng Pamanahan bertapa.
“Ceritanya selama lebih kurang 400 tahun sebelum Mataram, Kayu Wegig besarnya sepohon bambu tidak mengalami berubahan besarnya tetap sepohon bambu sampai sekarang masih subur” kata, Tris.
Sebagai tempat untuk memajat doa peziarah yang datang umumnya kalangan orang-orang yang memiliki keingan untuk naik derajat.
“Disini itu tempat mencari wahyu derajat dan pangkat, dari Bali Denpasar, Temanggung Parakan, sukoharjo, Bantul, Kalimantan, papua bahkan luar negeri ada Malaysia, Philipina, Brazil, Thailand pernah kesini” Ujar, Tris.
Saat disinggung tentang calon Bupati dan wakil Bupati Gunungkidul yang pernah kesini, Tris mengaku sampai dengan saat ini belum ada yang datang berziarah.
“Biasanya Kurang lebih kurang satu bulan atau dua bulan sebelum pemilihan pasti kesini” kata, Tris. (Andi)
-
Pemerintahan2 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized2 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Peristiwa2 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized3 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Peristiwa2 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized3 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized5 hari yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized1 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized6 hari yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluLaka Beruntun Maut 4 Kendaraan di Selang, Seorang Remaja Tewas
