fbpx
Connect with us

Budaya

Mengikuti Tradisi Rasulan di Daguran, Ratusan Ingkung Diarak ke Sendang Panguripan

Diterbitkan

pada

BDG

Ngawen,(pidjar.com)– Rasulan merupakan budaya dan tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Gunungkidul untuk mensyukuri hasil pertanian dan pencapaian yang didapat selama setahun. Tradisi ini, setiap tahun selalu digelar oleh hampir seluruh warga Gunungkidul. Seperti halnya pada Senin (26/06/2023) kemarin, masyarakat Padukuhan Daguran, Kalurahan Beji, Kapanewon Ngawen mengadakan kegiatan budaya tersebut.

Di tengah modernisasi ini masyarakat Padukuhan Daguran Lor dan Daguran Kidul tetap melestarikan tradisi dan budaya yang sejak lama ada. Salah satunya adalah rasulan yang selalu dikemas semenarik mungkin tanpa mengurangi nilai dan esensinya.

Salah seorang panitia, Triawan mengatakan rasulan di daerahnya memang terus dilestarikan oleh warga masyarakat. Senin pagi kemarin, para warga 2 padukuhan bebersih di sekitar Sendang Panguripan atau mata air yang dipercaya sebagai cikal bakal kehidupan masyarakat Daguran khususnya dalam pemenuhan air bersih.

Berita Lainnya  Tahun 2020 Mendatang, Dua Dinas di Gunungkidul Berubah Sebutan

Usai bebersih sendang, kemudian diadakan arak-arakan tumpeng dan ratusan panggang ayam atau ingkung yang memang telah dibuat oleh masyarakat. Selanjutnya diadakan kenduri bersama dan makanan yang dibawa tersebut dibagi-bagi kepada masyarakat yang mengikuti prosesi tradisi tersebut.

“Ada 280 ingkung atau panggang ayam yang tadi dibawa ke Sendang Panguripan untuk didoakan. Jumlah ini terdiri dari 25 dari Padukuhan Daguran Lor, 25 dari Padukuhan Daguran Kidul dan sisanya dari masyarakat kami yang memiliki nadzar. Jadi mereka ada yang membawa 2 bahkan 3 ingkung atau panggang ayam,” ucap Triawan saat dikonfirmasi.

Setelah doa bersama di sendang, kemudian dilanjutkan dengan adanya pertunjukan tayub. Daerah ini memang masih sangat kental adat dan tradisinya. Hingga sore bahkan dilanjut malam harinya, pertunjukan tayub masih tetap menjadi tontonan favorit masyarakat.

Berita Lainnya  Rekor Dunia Penyajian Nasi Ingkung Dalam Sarang Pecah di Sawahan

“Kegiatan rasulan ini diharapkan semakin memupuk rasa ingin melestarikan adat tradisi budaya yang sudah ada di Padukuhan Daguran, kemudian sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen selama setahun dan pencapaian hajat masyarakat,” paparnya.

“Untuk rasul tahun ini kebetulan mendapatkan support dari Dinas Kebudayaan Provinsi, dimana kami mendapatkan stimulant dari pemerintah berupa anggaran untuk kegiatan adat, tradisi dan budaya,” tambahnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Lurah Beji, Kapanewon Ngawen, Sri Idayanti. Rasulan yang diakan ini sebagai wujud rasa syukur masyarakat dan sebuah pengharapan di tahun berikutnya. Masyarakat Daguran sendiri menurutnya memiliki komitmen yang kuat dalam melestarikan tradisi.

“Meski teknologi dan bidang lainnya berkembang begitu pesat serta tak sedikit yang sekarang bergeser mengikuti zaman, namun kami berusaha semaksimal mungkin untuk melestarikan adat dan tradisi yang sudah ada sejak dulu,” paparnya.

Berita Lainnya  Masjid Al Huda Sodo, Saksi Sejarah Penyebaran Agam Islam oleh Ki Ageng Giring III

Bupati Gunungkidul beserta pejabat tinggi lainnya di tingkat kabupaten dan Dinas Kebudayaan Provinsi pun turut hadir dalam acara Rasulan atau Bersih Dusun di Daguran ini.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler