Sosial
Jelang Tahun Ajaran Baru, Masyarakat Dihimbau Tak Tergiur Rayuan Rentenir
Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Menjelang lebaran dan pergantian tahun ajaran baru, Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah (DKUKM) Kabupaten Gunungkidul mengajak masyarakat untuk tidak tergiur dengan penawaran rentenir berkedok koperasi. Dalam suasana di mana masyarakat banyak membutuhkan uang semacam ini, menjadi sasaran empuk bagi para rentenir tersebut. Nantinya bukannya menyelesaikan masalah, namun masyarakatlah justru akan terjerat masalah jika berurusan dengan rentenir berkedok koperasi abal-abal tersebut. Berdasarkan data dari DKUKM, hanya ada 286 koperasi resmi di Kabupaten Gunungkidul yang menaati aturan koperasi dan sesuai edaran bupati.
Kepala Bidang Koperasi, DKUM Kabupaten Gunungkidul, Sulatip, pada bulan Februari 2019 lalu, Bupati Gunungkidul telah mengeluarkan surat edaran. Surat edaran tersebut dibuat untuk mencegah keberadaan koperasi ilegal dari luar daerah yang beroperasi di Gunungkidul.
“Koperasi dari luar daerah harus izin kepada Bupati, kemudian petugas lapangan harus menggunakan identitas koperasi yaitu ID card, surat tugas, seragam dan jam pelayanan yang jelas,” tegas Sulatip kepada pidjar-com-525357.hostingersite.com, Kamis (23/05/2019).
Lebih lanjut ia mengatakan, apabila perseorangan yang mengaku dari koperasi luar Kabupaten Gunungkidul tapi tidak memiliki izin dari bupati merupakan pelanggaran sehingga bisa dipidakan. Selain melapor kepada penegak hukum, apabila ada anggota koperasi ilegal yang merasa dirugikan bisa melapor ke laman awasikoperasi.depkop.go.id; lapor.go.id; dan kemenkopukm.go.id.
“Termasuk kalau sudah terlanjur punya hutang, hutang piutang kan cuma perdata, sedangkan hal yang dilakukan lembaga mereka kan pidana, jadi silakan kau mau gagal bayar wong mereka ilegal,” tandasnya.

Sulatip mengajak masyarakat menjelang lebaran dan tahun ajaran baru ini jika membutuhkan uang, masyarakat bisa melakukan pinjaman kepada koperasi resmi maupun bank konvensional. Ia menyadari bahwa keberadaan rentenir luar daerah maupun dari Kabupaten Gunungkidul yang berkedok koperasi bertumbuh subur.
“Banyak kok koperasi resmi yang ada di tingkat desa kecamatan atau koperasi syariah, kan bunganya juga tidak menyesatkan apalagi nanti ada sistem SHU saat RAT,” ucap dia.
Ia sendiri mengaku heran lantaran keberadaan koperasi resmi di Kabupaten Gunungkidul digerus oleh rentenir berkedok koperasi. Menurutnya ada perilaku masyarakat apabila memiliki hutang, yang lebih mementingkan mengembalikan uang kepada rentenir dibanding pada koperasi resmi.
“Saya juga heran kalau sama koperasi resmi malah ngemplang, saya tidak tahu apa pola penagihan yang mempengaruhi,” pungkasnya. (Ulfah Nurul Azizah)
-
Pemerintahan2 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized4 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized2 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Peristiwa2 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized3 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Peristiwa2 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized3 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized4 hari yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized6 hari yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized6 hari yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
