Sosial
Kartini Masa Kini, Pejuang Ketahanan Pangan
Patuk,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Suasana sawah di Padukuhan Plumbungan, Desa Putat, Kecamatan Patuk pagi hari tadi nampak riuh dengan candaan para petani yang mayoritas merupakan ibu-ibu. Nampak keceriaan tergambar dalam wajah mereka merki harus berteman peluh dan panas lantaran kesibukan saat menaman padi pada masa tanam ke dua ini.
Terik matahari tidak membuat mereka loyo untuk menanam bibit padi yang telah disemai sebelumnya di sawah yang berair tersebut. Ibu-ibu nampak berbaris membungkuk menancapkan satu per satu bibit padi dengan jarak tertentu.
“Saya sudah sekitar 50 tahun menjadi petani. Sejak saya masih kecil, diajak orang tua belajar bertani,” kata salah seorang petani warga Putat, Wartiyah (68).
Aktivitas kali ini merupakan kali kedua yang dilakukan oleh para petani. Sebab, beberapa bulan yang lalu, juga dilakukan penanaman bibit padi di sawah tersebut.
“Sudah panen satu bulan yang lalu, saat ini kita tanami lagi,” ucap dia.

Ia menjelaskan, lahan di wilayah Plumbungan memang merupakan persawahan yang memiliki sumber air dan dekat dengan sungai. Sehingga sangat memungkinkan dilakukan penanaman padi hingga dua kali setahun.
“Setiap kali panen disimpan gabah keringnya itu, kalau butuh (beras) baru ke gilingan padi. Kadang kalau masa panennya sudah dekat, dan panen sebelumnya masih ada, ya dijual. Sebagian juga ada dibagikan ke tetangga yang membutuhkan,” imbuh Wartiyah.
Wartiyah sendiri mengelola sawah bersama sang suami dan para tetangganya. Tak perlu mencari penggarap sawah, karena tetangganya akan selalu memberikan waktu untuk membantu menanam atau memanen padi. Begitu juga sebaliknya, jika tetangganya memerlukan bantuannya, ia dengan sigap akan memberikan bantuan.
Di sela-sela beristirahat siang, Wartiyah mulai mencurahkan isi hatinya. Menurutnya ada kekhawatiran jika sawah yang saat ini dikelolanya itu ke depan belum tentu dirawat oleh anaknya. Hal ini dikarenakan kedua anaknya saat ini sudah bekerja pada sektor lain. Anak pertamanya, bekerja sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dan anak keduanya menjadi pemilik bengkel.
“Nggak tahu nanti akan seperti apa, kedua anak saya tidak ada yang mau menjadi petani,” ucap Wartiyah.
Tak jauh dari lokasi Wartiyah, seorang petani wanita muda, Eni Purwani (35) Warga Bobung, Desa Putat, Kecamatan Patuk menuturkan, kesehariannya sebenarnya ia merupakan guru PAUD. Namun sejak pandemi Corona dan sekolah diliburkan, dirinya memilih fokus bertani di sawah. Selama ini, sawah miliknya dikelola oleh warga sekitar dengan memberi upah. Untuk hasil panen cukup lumayan karena setahun bisa mencapai 3 kali masa tanam.
“Lumayan bisa untuk dimasak sendiri, kalau masih sisa, dan sudah memasuki masa panen ya dijual,” kata Eni.
Terpisah, Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul Raharjo Yuwono menyampaikan, berdasarkan laporan yang diterima DPP Gunungkidul, bahan pangan yang tersedia antara lain beras, jagung, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubi kayu, bawang merah, cabai besar, hingga cabai rawit di Gunungkidul saat ini telah mencukupi hingga beberapa bulan ke depan.
“Kami juga mendapat tambahan cadangan beras bencana sebanyak 17,7 ton” ungkap Raharjo.
Menghadapi masa pandemi ini, DPP Gunungkidul sudah mengimbau para petani agar menyimpan sebagian hasil panen sebagai cadangan pangan. Sebab 70 persen warga Gunungkidul berprofesi sebagai petani. Apalagi para petani pun masih memiliki cadangan hasil panen tahun sebelumnya, sehingga dipastikan stok pangan masyarakat tetap mencukupi.
-
Kriminal4 minggu yang laluDisiksa Dari Dipukuli Hingga Lukanya Dilumuri Garam, Remaja 17 Tahun Mengaku Sempat Diancam Ditembak Oknum
-
Peristiwa4 minggu yang laluPerempuan Muda di Ponjong Ditemukan Meninggal Dunia dengan Seutas Tali Dipohon
-
Sosial4 minggu yang laluKisah Sedih Andheng Pasca Kecelakaan, Saat di RS Nurohmah Hanya Dijahit Telinga, Ternyata Patah Tulang Belakang dan Terancam Lumpuh
-
Sosial1 minggu yang laluKisruh Tunggakan Capai 85 Juta Dalam Dua Tahun Terakhir, Penyetoran Pembayaran PBB-P2 di Kalurahan Sawahan “Bocor”?
-
Uncategorized3 minggu yang laluMBG Libur, Harga Sembako Mulai Turun Drastis
-
Pemerintahan3 minggu yang laluDinas Bongkar Upaya Kecurangan Pendaftar SMP N 1 Wonosari, Dari ASN Manipulasi Data Bansos Hingga Gunakan Sertifikat Palsu
-
Uncategorized1 minggu yang laluSuhu Terendah di Gunungkidul Capai 19 Celcius
-
Uncategorized4 hari yang laluTragis, Wanita Muda Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya
-
Peristiwa4 minggu yang laluDalam Posisi Terduduk, Lansia 81 Tahun Ditemukan Gantung Diri di Belakang Rumah
-
Peristiwa3 minggu yang laluRS Nur Rohmah “Cuek” di Tengah Operasi-operasi Yang Harus Dijalani Andheng, Keluarga Pilih Tempuh Jalur Hukum
-
Pemerintahan6 hari yang laluProyek Pengeboran Bekah Gagal Total Karena Salah Anilisis, PDAM Tirta Handayani Diminta Gandeng Akademisi
-
Peristiwa4 minggu yang laluDiserempet Pemotor Tak Dikenal di Baleharjo, Pemotor Wanita Luka Parah Terjun ke Tegalan
