Connect with us

Hukum

Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Saluran Air Berlanjut, Lurah Serut Ditahan di Wirogunan

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Kasus dugaan korupsi pembangunan saluran air bersih di Kalurahan Serut, Kapanewon Gedangsari terus bergulir. Saat ini kasus tersrbut sudah memasuki proses persidangan. Dua terdakwa yakni Lurah Serut Sy dan Ketua TPK Sn telah ditahan di LP Wirogunan sejak Maret 2021 lalu.

Kasi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Gunungkidul, Andi Nugraha mengatakan terdakwa kasus korupsi dana desa tersebut ada dua orang. Adapun mereka ialah Sy yang notabene adalah Lurah Serut dan Sn ketua TPK. Sejak bulan Maret kemarin keduanya telah ditahan.

“Proses persidangan juga sudah dilakukan dengan agenda pemeriksaan saksi,” kata Andi saat dikonfirmasi.

Dalam proses pemeriksaan saksi ini ada 15 orang yang diminati keterangan terkait dengan pemanfaatan dana desa untuk pembangunan saluran air bersih. Proses persidangan masih akan gelar beberapa kali lagi sampai dengan pembacaan putusan.

Berita Lainnya  Rumah Dibobol Saat Ditinggal Berjualan, Uang Tunai 23 Juta Milik Juragan Ayam Amblas

“Prosesnya masih panjang, tapi perkiraan kami akhir Mei sudah putusan. Mohon doanya agar segera selesai,” imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, kasusdugaan korupsi pembangunan saluran air bersih 2 titik pada tahun 2017 lalu, dalam pembangunannya pihak kepolisian mendapati kejanggalan dan adanya potensi korupsi. Kemudian dilakukan penyelidikan selama beberapa waktu terakhir.

Adapun pembangunan tersebut menggunakan anggaran sebesar 100 juta rupiah. Seharunya dana kegiatan 98,3 juta rupiah diterimakan ke rekanan proyek. Namun justru diterimakan ke Ketua TPK, dengan adanya surat kuasa palsu yang dibuat oleh pamong kalurahan dengan persetujuan Lurah.

Dari situ, Sn hanya menyerahkan uang sebesar 20 juta rupiah ke rekanan untuk pembangunan saluran air bersih tersebut. Sisa dana 80 juta itu digunakan untuk menutup kegiatan lain. Rekanan kemudian menagih kekurangan pembayaran, tapi tidak ada titik temu untuk pembayaran. Selanjutnya rekanan mencopot mesin pompa yang terpasang. Hitungan kerugian negara atas kasus ini mencapai 92,3 juta rupiah.

Berita Lainnya  SD Negeri Mijahan Disatroni Pencuri, Kerugian Capai Belasan Juta

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata5 hari yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis1 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Berita Terpopuler