fbpx
Connect with us

Hukum

Kasus Korupsi Anggota Dewan Tak Kunjung Tuntas, Keluarga Terpidana Tuntut Keadilan

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar.com)–Meski telah berlangsung sangat lama, kasus korupsi yang menjerat puluhan anggota DPRD Gunungkidul periode 1999-2004 masih terus berbuntut panjang. Sejumlah kerabat anggota DPRD Gunungkidul yang harus menjadi pesakitan akibat kasus tersebut terus menuntut keadilan. Mereka merasa ada yang janggal dalam penanganan kasus tersebut termasuk diantaranya kesan tebang pilih dalam penegakan hukum yang harus diterima oleh para anggota DPRD Gunungkidul tersebut.

Pada Jumat (09/05/2018) siang tadi, Agus Riyanto putra dari mantan anggota DPRD Gunungkidul yang terseret arus pusaran korupsi dana tunjangan anggota dewan, Irhas Imam Mochtar mendatangi kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Gunungkidul. Pada kesempatan tersebut, Agus menyatakan masih terus menuntut keadilan terhadap ayahnya yang telah ditetapkan menjadi terpidana.

Ia menyatakan bahwa proses penanganan kasus tersebut sangat tidak adil bagi orang tuanya. Salah satu yang cukup mengganggunya hingga saat ini adalah belum semua anggota DPRD Gunungkidul yang terlibat dalam kasus korupsi itu diproses secara hukum. Hanya sebagian dari anggota DPRD Gunungkidul yang harus menjalani hukuman penjara serta membayar denda sementara yang lainnya seperti tak tersentuh hukum meski terpantau ikut menerima aliran dana.

Berita Lainnya  Kampanye Capres Bawa Mobil Dinas, Wakil Ketua DPRD Gunungkidul Diganjar Hukuman Percobaan dan Denda

Bahkan ayahnya yang sudah lanjut usia, diperlakukan menurutnya sangat tidak pantas ketika proses eksekusi. Para petugas yang mengekseksi ayahnya ia nilai sama sekali tak mengindahkan UU Lansia.

“Tapi yang terjadi ya sudah, yang jelas ayah saya sudah melaksanakan kewajibannya dengan masuk bui, membayar denda sebesar Rp50 juta serta mengembalikan kerugian negara sebesar Rp65juta. Ini saatnya kami menuntut hak atas keadilan dari para penegak hukum,” tandas dia, Jumat siang.

Agus ingin meminta penjelasan dari Kejari terkait tindak lanjut proses hukum anggota DPRD yang lainnya. Sebab hingga saat ini, dari total anggota dewan sebanyak 34, belum semuanya rampung diproses secara hukum meski kasus ini sudah sangat lama. Baru sebanyak 14 orang masuk bui, dua meninggal dunia, sedangkan 12 lainnya sudah selesai menjalani hukuman da nada yang masih dipenjara.

Berita Lainnya  Polemik Pembebasan Lahan JJLS, Warga: Jangan Rampok Harta Kami Satu-satunya Ini

“Dan ini ada 22 anggota dewan hingga sekarang belum tersentuh,” tegasnya.

Berkaitan dengan pejabat yang terlibat langsung dalam kasus asuransi anggota DPRD Gunungkidul pada periode 1999-2004. Dia meminta kejari menindaklanjuti laporan adanya uang asuransi yang diputuskan dalam keputusan korupsi senilai Rp 64 juta.

“Padahal waktu itu anggota dewan belum menerima (uang asuransi),” bebernya.

Sebagai petugas penegak hukum, sudah seharusnya Kejari bisa bersikap adil terhadap semua warga negara yang mendapatkan hak yang sama di mata hukum. Inilah keadilan yang hendak ia cari.

“Kita meminta semua yang bersalah bisa dihukum,” tegas dia.

Terpisah, dari pihak Kejari Gunungkidul belum dapat dikonfirmasi. Namun sebelumnya, salah satu institusi penegak hukum tersebut mengaku telah berkoordinasi dengan Tipikor Jogjakarta berkaitan dengan sisa berkas yang hingga saat ini belum turun.

Berita Terpopuler