Kriminal
Kelakuan Minus Guru Ngaji Bejat, Dari Dilabrak Saat Selingkuh Hingga Cabuli Santrinya
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Mesum, mungkin begitulah kata yang pantas disematkan pada sosok Gun (35) warga Kalurahan Mulo, Kapanewon Wonosari. ASN yang bekerja di salah SD di Kalurahan Mulo ini secara beringas melakukan pencabulan terhadap beberapa santri serta peserta pengajian yang ia pimpin. Sedikitnya, saat ini ada dua gadis dan seorang ibu rumah tangga yang mengaku menjadi korban guru ngaji bejat ini. Modus yang digunakan oleh Gun sendiri adalah dengan dalih untuk mengusir jin yang ada di tubuh korbannya.
Informasi yang berhasil dihimpun pidjar-com-525357.hostingersite.com, kasus ini mencuat setelah dua gadis yang merupakan santri di pengajiannya dibujuk untuk mengikuti ritual pembersihan jin beberapa bulan silam. Ritual ini diselenggaralan di sungai yang tak jauh dari Kalurahan Mulo dan di kuburan setempat. Dalam prosesi ini, Gun lantas mencabuli santri-santrinya ini. Bahkan, satu orang korbannya sempat diajak Gun bersenggama. Sementara yang satunya baru dalam taraf meraba-raba.
Memang ada yang aneh dengan cara mengajar ngaji dan hadroh Gun ini. Pria yang juga merupakan staf Tata Usaha tersebut sering mengajak murid wanitanya melakukan ritual baik di sungai maupun kuburan. Ternyata, hal ini merupakan muslihatnya untuk melancarkan aksi bejat.
Saat dikonfirmasi, Lurah Mulo, Sugiyarto membenarkan adanya sejumlah warganya yang menjadi korban pencabulan Gun. Menurutnya, apa yang dilakukan Gun ini pada akhirnya diketahui banyak pihak setelah salah seorang korban enggan mengaji. Saat didesak oleh keluarga, gadis tersebut merasa trauma dengan Gun. Merasa ada yang janggal, keluarga gadis tersebut lantas melakukan intergogerasi kepada yang bersangkutan. Hingga akhirnya korban mengaku telah diperlakukan tidak senonoh Gun yang menjadi guru ngaji.
“Info yang masuk barunsebatas informasi dari korban belum mengarah kepada bukti pencabulan ini,” papar Sugiyarto, Selasa (28/09/2021).

Dikatakan Sugiyarto, pasca informasi ini mencuat, pihaknya sudah melakukan mediasi antara Gun dan keluarga korban. Namun demikian, proses mediasi sendiri mentah karena keluarga korban yang tak terima bersikeras untuk menyelesaikan hal ini ke ranah hukum.
“Rencananya memang dilaporkan ke pihak berwajib, Gun ini dikenal sebagai tokoh agama apalagi statusnya ASN harusnya menjadi panutan,” ujarnya.
Sementara itu, Dukuh Karangasem, Kalurahan Mulo, Kartu Harso Utoyo menambahkan, perilaku Gun sendiri selama ini memang sangat meresahkan. Meski berstatus sebagai tokoh agama, yang bersangkutan sempat beberapa kali terlibat skandal. Bahkan, Gun sempat dilabrak oleh seorang suami peserta pengajian yang dipimpinnya. Kala itu Gun didapati mengirimkan pesan mesra kepada perempuan bersuami itu.
“Perempuan tersebut memang sering ikut pengajian, dan juga grup hadroh ibu-ibu Karangasem yang dipimpin Gun,” jelas Kartu.
Ia mengulas, kala itu, si suami yang menemukan chating mesra antara istrinya dan Gun kemudian emosi dan melabrak Gun di tempat kerjanya. Bahkan suami dari perempuan tersebut sempat membawa senjata tajam.
“Saat itu untungnya banyak warga yang melerai, akhirnya Gun diminta untuk tidak lagi mengajar hadroh dan pengajian di padukuhan kami,” papar dia.
Terpisah, Kepala Sekolah di mana Gun bekerja, Wiji mengaku saat ini masih mencari kebenaran dari informasi yang mencuat di tengah masyarakat ini. Menurut Wiji, Gun sendiri sebelumnya tinggal di rumah dinas yang ada di sekolah.
“Yang bersangkutan memang sering mengadakan kegiatan mengaji yang bertempat di sekolah,” kata Wiji.
Wiji mengaku, korban pelecehan sendiri sudah dalam usia dewasa namun ia tidak bisa memastikan usianya. Diperkirakan, korban merupakan alumni SD yang ia pimpin.
“Saya juga sudah minta klarifikasi teehadap yang bersangkutan tapi ia tidak mau mengakui apa yang ia lakukan seperti yang beredar, menurutnya hanya ngaji seperti biasa,” tutur Wiji.
Atas peristiwa ini, ia sudah meminta Gun dan istrinya untuk pulang dan tidak tinggal di rumah dinas lagi. Kebijakan ini diputuskan agar tidak ada gejolak lagi yang kemudian melibatkan sekolah.
“Statusnya memang ASN, dia penjaga sekolah yang setiap harinya tinggal di sini,” beber Wiji.
Kasubag Humas Polres Gunungkidul, Iptu Suryanto mengatakan, sudah ada laporan berkaitan dengan kasus pencabulan yang terjadi di Mulo, Wonosari ini. Jajaran kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut atas kasus ini.
“Pelaku belum ditahan, masih lidik,” tandas dia.
-
Uncategorized6 hari yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized4 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized4 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized4 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
-
Uncategorized4 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluCiptakan Pilur Jujur dan Bersih, Dinas Awasi Lurah Petahana
-
Uncategorized4 minggu yang laluLansia Asal Ponjong Ditemukan Gantung Diri di Kandang
-
Uncategorized3 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized4 minggu yang laluGelombang Tinggi di Pesisir Gunungkidul, Rusak Perahu Nelayan Hingga Warung
-
Uncategorized2 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized3 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized4 minggu yang laluDua SPPG di Gunungkidul Belum Kantongi SLHS
