fbpx
Connect with us

Peristiwa

Kelelahan Nyaleg, Politisi Golkar Meninggal Dunia

Diterbitkan

pada

BDG

Ponjong,(pidjar.com)–Seorang calon legislatif (caleg) Partai Golkar Kabupaten Gunungkidul, Marsiono meninggal dunia usai pesta demokrasi Pemilu 2019 digelar. Pria yang saat ini masih menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Gunungkidul, semula sempat mendapatkan penanganan tim medis dari Rumah Sakit Sardjito Yogyakarta, sayangnya kondisi Marsiono justru terus memburuk hingga akhirnya Senin (22/04/2019) pagi tadi ia menghembuskan nafas terakhirnya.

Sekretaris Partai Golkar Gunungkidul, Heri Nugroho mengatakan, usai diselenggarakannya Pemilu pada 17 April 2019 lalu kondisi Marsiono justru ada penurunan. Hingga pada akhirnya pada tanggal 18 April lalu ia dilarikan ke RSUD Wonosari, untuk mendapatkan penanganan yang lebih guna mempercepat proses penyembuhan.  Ia kemudian dirujuk ke rumah sakit Sardjito Yogyakarta. Sempat ada progres yang baik awalnya, namun kondisinya beberapa saat kemudian justru drop kembali.

Berita Lainnya  Belum Ditemukan, Polisi Sempat Kejar Tahanan yang Kabur Hingga ke Tengah Hutan

“Kemarin saja masih bisa diajak komunikasi kok. Tapi pagi tadi sekitar puku 05.00 WIB dapat kabar kalau beliau meninggal dunia,” kata Heri Nugroho saat dikonfirmasi.

Penyebab kondisi Marsiono terus drop sendiri diduga lantaran terlalu lelah dalam mempersiapkan segala kebutuhan pencalegannya. Pasalnya sejak awal aktifitas anggota dewan 3 periode ini cukup padat, terlebih saat masa kampanye kemarin. Mobilitasnya luar biasa, kegigihannya yang ingin memajukan masyarakatnya mendorong dirinya untuk kerja lebih ekstra kembali.

“Darah tinggi kemudian kondisinya drop. Yang pasti kelelahan lah, kalau indikasi jantung ndak tau bisa jadi mengarah ke situ juga,” imbuh dia.

Duka mendalam tentunya dirasakan oleh Partai Golkar. Semangat Marsiono pun cukup luar biasa dalam memperjuangkan hak-hak rakyat dan ingin meningkatkan kesejahteraan warga Gunungkidul. Sekilas mengenai karir berpolitik Marsioni, ia telah 3 periode menjadi anggota DPRD Gunungkidul. Dari sini ia mulai memahami dan memperhatikan masyarakat khususnya wilayah Ponjong, Karangmojo.

Berita Lainnya  Waspada Varian Baru Corona, Pemerintah Ajak Masyarakat Perketat Penerapan Prokes

Perjuangannya untuk menyalurkan aspirasi rakyat ke pimpiman rakyat agar tereaalisasi pun diakui Heri sangat luar biasa. Sejauh ini pembangunan infrastruktur di Gunungkidul juga merupakan salah satu gagasannya. Cita-cita terbesarnya sebelum tutup mata yakni membuka jalur besar di wilayah Tambakromo yang berbatasan dengan Eromoko, Wonogiri sehingga perekomonian masyarakat lebih bergeliat kembali dan di kawasan itu menjadi sebuah pusat perdagangan di daerah perbatasan.

Karena sikap dan sifatnya, ia bahkan pernah menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar. Jabatan terakhir yang ia emban adalah sebagai Wakil Ketua DPRD Gunungkidul, saat Pemilu 2019 kemarin ia memperebutkan kursi anggota DPRD Provinsi. Namun perhitungan suara belum juga usai, ia justru telah menghembuskan nafas terakhirnya.

Berita Lainnya  Kawanan Pencuri Jarah Puluhan Smartphone di Counter Gazzeta, Kerugian Capai 200 Juta

Sementara itu, Sekretaris Desa Tambakromo, Aris membenarkan jika salah satu warganya yang juga sebagai caleg Partai Golkar tersebut meninggal dunia. Rencananya akan dimakamkan di TPU Dusun Tukluk, Desa Tambakromo, Kecamatan Ponjong jam 14.00 WIB. Sesaat setelah meninggal jenazah kemudian disemayamkan di rumah duka. Tentunya duka dirasakan oleh sanak keluarga maupun masyarakat Desa Tambakromo.

“Benar beliau meninggal tadi pagi, tapi untuk sakitnya kami tidak tahu,” ujar dia.

 

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler