fbpx
Connect with us

Peristiwa

KLB Hepatitis A Mewabah di Pacitan, Warga di Gunungkidul Diimbau Terapkan Gaya Hidup Sehat

Published

on

Wonosari, (pidjar.com)–Banyak warga di Kabupaten Pacitan terpapar Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit Hepatitis A. Mengingat Kabupaten Pacitan berbatasan langsung dengan Kabupaten Gunungkidul, masyarakat diimbau menerapkan gaya hidup sehat agar tak terjangkit virus Hepatitis A.

Penyebaran penyakit hepatitis A sendiri pun cukup mudah. Hanya dengan mengonsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi tinja penderita hepatitis A maka virus tersebut dapat tertular dengan mudah.

Penyakit hepatitis A merupakan penyakit peradangan hati yang disebabkan oleh virus. Bagi manusia yang terpapar virus ini, organ hatinya akan terganggu sehingga fungsinya akan bermasalah.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, virus Hepatitis A relatif tidak ganas jika dibandingkan dengan virus Hepatitis B atau Hepatitis C. Menurutnya, dengan menjalani perilaku hidup bersih sehat dapat menghindarkan diri dari penyakit tersebut.

“Misalnya membeli minuman di suatu tempat sebaiknya dilihat kebersihannya, apakah gelasnya bersih, kita harus lebih teliti,” katanya, Senin (01/07/2019).

Mengingat banyak penderita Hepatitis A di Kabupaten Pacitan, pihaknya mengimbau masyarakat di Kabupaten Gunungkidul agar mencuci tangan sebelum berkontak langsung dengan makanan. Disinggung mengenai jumlah masyarakat yang terkena penyakit Hepatitis A, pihaknya mengatakan saat ini Dinas Kesehatan tidak memiliki data secara terprinci.

“Penyakit Hepatitis A tidak didata oleh Dinkes Gunungkidul lantaran tidak menjadi program prioritas pemerintah. Yang jadi program khusus seperti penyakit TBC, HIV, dan Diabetes Melitus,” katanya.

Hal ini berbeda apabila munculnya penyakit Hepatitis A secara bersamaan. Nantinya, yang perlu dicari tahu sumbernya dari mana.

Sementara itu, Dokter Umum UPT Puskesmas I Wonosari, Rino Purwani menyatakan, pendektisian penyakit Hepatitis A tidak dapat dilakukan di puskesmas. Hal itu lantaran terkendala reagen.

“Reagen adalah larutan guna mengetahui apakah pasien terindikasi penyakit hepatitis atau tidak,” ucapnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, dalam tes reagen yang dicampur dengan sampel darah dapat diketahui kondisi penyakit hepatitis A, B, atau C. Dari tes tersebut dapat dilihat si penderita sedang pada masa aktif maupun kronis. Untuk melakukan pengecekan masyarakat harus ke RSUD.

Rino menyebutkan gejala bagi orang yang terkena hepatitis A ialah demam, lemas, mual atau muntah, warna air seni menjadi gelap, dan tinja berwarna pucat. Ia mengimbau apabila masyarakat di Kabupaten Gunungkidul merasakan hal serupa harus segera melakukan skrining.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler